Trending

Lagi pandemi corona, pejabat Cianjur malah plesiran ke Eropa

COVID-19 sudah ditetapkan sebagai pandemi oleh Organisasi Kesehatan Dunia/WHO. Jumlah penderitanya di Tanah Air makin bertambah. Juru Bicara Penanganan Perkara COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, hingga Selasa, 17 Maret 2020 tercatat 172 pasien. Untuk menahan penyebaran virus corona, pemerintah meminta warganya membatasi perjalanan ke luar negeri serta memberlakukan larangan masuk bagi beberapa negara. Di tengah kondisi ini, sejumlah pejabat Cianjur malah plesiran ke luar negeri.

Ilustrasi traveling. Photo: Pixabay

Pejabat Cianjur malah plesiran ke Eropa

Dua direksi PDAM Cianjur dan tiga stafnya nekat traveling ke Eropa. Mereka adalah Direktur Utama, Direktur Umum, Kepala Bagian Produksi, Kasubag Kas, dan Staf Produksi. Kabarnya rombongan itu bertujuan Umroh pada awal maret 2020 tapi karena Arab Saudi tidak menerima kunjungan, perjalanan dialihkan ke Eropa.

Menurut Plh Dirut PDAM Tirta Mukti Cianjur Syamsul Hadi, mereka sedang cuti. Berangkat ke Eropa 10 Maret dan pulang 23 Maret. “Iya ada lima orang yang di luar negeri. Mereka pergi Selasa, tanggal 10. Saya tahunya cuti. Saya tidak tahu kalau urusan mendetailnya,” kata Hadi, dikutip dari Detik.com.

Tapi Plt Bupati Cianjur Herman Suherman mengaku tidak tahu rencana tersebut. “Baru tahu mereka di luar negeri dua hari lalu. Saya tidak pernah mengeluarkan izin cuti, apalagi untuk ke Eropa,” kata Herman dihubungi terpisah.

Dia juga telah meminta mereka untuk segera pulang. Setibanya di Tanah Air, mereka harus menjalani serangkaian pengawasan. “Bukan dianjurkan lagi, harus periksa kesehatan. Mereka masuk dalam pengawasan, meskipun tidak dalam kondisi sakit,” katanya.

Di Cianjur tercatat seorang pasien berusia 50 tahun suspect COVID-19 yang meninggal dunia. Pasien tersebut sempat dirawat di ruang isolasi RS dr Hafidz (RSDH) Cianjur. Dinas Kesehatan Cianjur masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes).

Baca juga: Rahasia ampuh terhindar virus corona ala Ustaz Abdul Somad

Pembatasan akses dari luar negeri

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta agar seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) untuk membatasi bepergian ke luar negeri. “Untuk Warga Negara Indonesia yang saat ini sedang bepergian ke luar negeri, diharapkan untuk segera kembali ke Indonesia sebelum mengalami kesulitan penerbangan lebih jauh lagi,” kata Retno dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Maret 2020.

Kementerian Luar Negeri juga menambahkan daftar larangan sementara bagi orang-orang yang berasal dari sejumlah negara. Pemerintah memberlakukan larangan masuk dari Iran dan Italia. Larangan transit juga berlaku bagi orang-orang yang dalam 14 hari terakhir beraktivitas di 6 negara, yakni Vatikan, Spanyol, Perancis, Jerman, Swiss dan Inggris.

Para pendatang wajib mengisi dan menyerahkan health alert card saat masuk bandara internasional Indonesia. “Jika dari riwayat perjalanan menunjukkan bahwa dalam 14 hari terakhir yang bersangkutan pernah berkunjung ke negara-negara tersebut, maka yang bersangkutan dapat ditolak masuk ke Indonesia,” tegas Retno.

Di sisi lain, untuk para WNI yang berasal dari negara tersebut dalam 14 hari ke belakang, Retno mengatakan, “Akan dilakukan pemeriksaan tambahan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan setiba di Tanah Air.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close