Trending

Pelaku UMKM, ini yang harus Anda lakukan sekarang

Pelaku usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM adalah pelaku cash. Artinya darah mereka adalah cash masuk. Pada saat karantina 3 bulan, maka cash masuk hilang. Oleh karena itu harus disesuaikan.

Surat terbuka dr Tirta untuk Jokowi: tutup keluar masuk Jakarta

Misal, saat Lebaran diantisipasi UMKM tutup selama 3 minggu. Artinya, karyawan libur. Pembelian libur. Penjualan libur. Sekarang pun karantina, harus ada karyawan sebagian atau separo dirumahkan. Pembelian diturunkan separo. Pelayanan penjualan dibatasi persis saat puasa, warung tidak terima makan di tempat, tapi delivery dan take away.

Ini musim karantina, bukan kerusuhan, bukan penjarahan, atau bukan penyerbuan atau pengeroyokan dokter yang seperti di India dicurigai pembawa virus. Oleh karena itu persiapkan libur.

Perhiasan mutiara Lombok, produk UMKM yang dijual di bazar di Mataram, NTB, Minggu (9/2/2020). Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi.
Perhiasan mutiara Lombok, produk UMKM yang dijual di bazar di Mataram, NTB, Minggu (9/2/2020). Foto: ANTARA/Ahmad Subaidi.

Manfaatkan penangguhan kredit UMKM

Penerintah memutuskan rescheduling penangguhan cicilan kredit UMKM sampai setahun. Pelaku UMKM segera lakukan itu.

Beberapa nasabah leasing mengatakan bahwa terpapar corona, pada saat ditagih leasing. Bilamana ada fasilitas penundaan kredit, pelaku UMKM segera lakukan segala cara untuk mendapatkan fasilitas tersebut.

Ingat bahwa libur 3 bulan ini Anda mendapatkan support dukungan yang tepat, seperti mencari Warung Tegal gratis.

Bahkan zaman dulu jadul, perang pun berhenti saat ada petir. Saat Christmas, atau saat azan.

Bagaimana ekonomi ke depan?

Ingat, supermarket tetap buka, minimarket, toko apotik tetap buka artinya karantina ini merupakan musim panen di bisnis apotik dan perusahaan farmasi.

Penjualan sembako tetap jalan. Penjualan Aqua galon tetap berjalan. Penjualan rokok, minuman alkohol tetap jalan.

Penjualan apps Zoom, Gofood, video call, Halodoc meningkat.

Bila ada lockdown

Lockdown sudah diputuskan tidak ada oleh pemerintah pusat. Lockdown harus disiapkan belanja sehari-hari bagi warga.

Artinya setiap kota 10 juta penduduk butuh anggaran Rp150 ribu per hari, yaitu setara Rp1.5 triliun per hari di setiap kota.

Katakan lock down satu kota sebulan butuh Rp45 triliun, apakah anggaran tersebut tersedia?

Ir. Goenarjoadi Goenawan, MM.

Pernah menjabat Vice President Director Lotteria. Kini menjadi motivator dan perencana keuangan. Menulis belasan buku populerdi antaranya Money Intelligent, New Money, Rahasia Kaya: Jangan Cintai Uang.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close