Trending

Kisah Wali Kota Risma selalu lolos dari upaya pembunuhan

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini baru-baru ini bercerita soal pengalaman buruknya mendapat upaya pembunuhan. Cerita itu dia sampaikan kala menghadiri peringatan hari perempuan internasional 2020, di Surabaya.

Dari beberapa kali upaya pembunuhan, beruntung Wali Kota Risma berhasil lolos. Dalam ceritanya, Risma mengaku pernah mendapat upaya pembunuhan saat menjabat sebagai Kepala Bagian Bina Pembangunan Kota Surabaya pada 2002.

Baca Juga: Pasien virus corona tak dicover BPJS, kok bisa?

Disitat dari Surya, Senin 9 Maret 2020, ketika itu dia tengah menggagas sistem daring untuk pengadaan atau e-procurement. Sistem tersebut digunakan untuk mempermudah monitoring pelaksanaan kegiatan pembangunan.

“Kalau upaya pembunuhan saya juga pernah dulu sudah terlampaui. Waktu saya Kabag Bina Pembangunan, saya membuat e-procurement,” ujar Wali Kota Risma.

Upaya pembunuhan terhadap Wali Kota Risma didapat saat mendadak sebuah truk melaju kencang ke arahnya. Beruntung Risma reflek menghindar dengan melompat ke samping hingga kepalanya membentur aspal.

Tak hanya itu sampai di situ, Wali Kota Risma juga pernah mendapat upaya pembunuhan lain. Kala itu ada paket kiriman misterius yang datang ke rumahnya. Kiriman itu berupa ular yang masuk ke dalam rumahnya saat dirinya masih bekerja.

Ular itu kemudian diusir oleh anak keduanya. “Anak saya nomor dua itu indigo. Jelang Maghrib ada ular, dibilangin itu bukan mamaku itu, kamu pulang aja. Balik ularnya, itu kata dia,” ucap Risma.

loading...

“(Waktu itu) saya belum pulang (ke rumah),” Risma menambahkan.

Dari kejadian-kejadian itu Wali ota Risma belajar bahwa upaya pembunuhan memang ada di depan mata, dan harus dihadapi. Dia menegaskan kalau anggapan perempuan sebagai mahluk lemah juga harus dihapus. Sebab masih banyak hal yang bisa dilakukan oleh kaum perempuan di era seperti sekarang ini.

“Kita harus berani ambil sikap. Kita masih bisa. Itu pengalaman saya.”

Bukan ancaman pertama

Apa yang disampaikan Wali Kota Risma soal rencana atau upaya pembunuhan sebenarnya bukan kali pertama disampaikan. Sebab pada 2013 lalu, Risma juga pernah menyampaikan ancaman pembunuhan pada dirinya.

Kala itu upaya pembunuhan disampaikan Wali Kota Risma berkaitan dengan rencana penutupan lokalisasi.

“Soal penutupan lokalisasi itu pun saya sempat diancam dibunuh,” kata Risma di Balai Kota Surabaya, September 2013 silam.

Baca Juga: Alasan PDIP Solo ogah dukung Gibran jadi wali kota

Dia sadar, risiko itu dia dapati lantaran bagian dari kerjanya mengelola kota besar yang penuh dengan tantangan. Apalagi dirinya sadar tiap merilis kebijakan yang tak populis bagi sejumlah orang, bukan cuma karir, tetapi juga nyawa taruhannya.

Saat mengungkap upaya pembunuhan itu, Wali Kota Risma juga memperagakan lehernya yang sedang digorok. Sayang, Risma tidak membeberkan detil ancaman itu.

Kendati begitu, dia mengaku tetap tak gentar untuk mengatur dan mewujudkan Kota Surabaya menjadi lebih baik, walau nyawa yang menjadi taruhannya. Sampai kini dia bulat bertekad ingin membersihkan kemaksiatan dari Kota Pahlawan.

“Buktinya saya masih ada sekarang,” kata Risma.

Risma menegaskan bakal terus ambil kebijakan yang berpihak untuk kebaikan banyak orang, walau jabatan sampai nyawa taruhannya. “Sing penting kuto iki dadi apik (Yang penting kota ini jadi bagus).”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close