Trending

Pemerintah Korut umumkan nasib anjing-anjing sitaan Kim Jong Un

Beberapa waktu lalu warga Korea Utara kesal dengan keputusan pemimpin mereka Kim Jong Un, untuk menyita hewan peliharaan dan melarang siapa saja di Korea Utara memelihara hewan selain hewan ternak.

Karena kekesalan itu muncul isu bahwa Kim Jong Un bakal menjadikan hewan sitaannya itu stok makanan, karena Korea Utara sedang mengalami kondisi kehabisan stok makanan.

Baca juga: Bahan makanan menipis, Kim Jong Un minta warga serahkan anjing peliharaan

Namun seakan menjawab isu yang beredar, pemerintah Korea Utara mengeluarkan pernyataan bahwa anjing-anjing sitaan tersebut akan dirawat di sebuah kebun binatang.

Dilansir laman NewYorkPost, warga Korut yang peliharaannya disita negara masih bisa menemuinya di kebun binatang.

“Negara telah menjadikan anjing sitaan itu sebagai aset negara, dan akan dikelola negara. Penyitaan anjing peliharaan warga Korea Utara di Pyongyang khususnya dimaksudkan untuk mewakili tindakan dekadensi dan penerapan buyada Barat,” tulis pernyataan pemerintah Korut di sebuah media lokal.

Kim Jong Un dan pasukan militer Korea Utara
Kim Jong Un dan pasukan militer Korea Utara. Foto dokumen knca.kp

Sementara itu surat kabar Korea Selatan Chosen Ilbo menulis bahwa Kim Jong Un juga dikatakan telah memperbarui perintah untuk menyita hewan peliharaan bagi warga Pyongyang pada Juli 2020.

“Pihak berwenang telah mengidentifikasi rumah tangga dengan anjing peliharaan dan memaksa mereka untuk menyerahkan atau secara paksa menyita paksa hewan peliharaan warga tersebut,” kata sumber itu.

Larangan pelihara ada anjing sejak 1980

Rezim mengatakan bahwa memelihara anjing sebagai hewan peliharaan adalah bagian dari “ideologi borjuis,” dan bisa merusak moral juga tatanan budaya asli Korea Utara.

Beberapa anjing yang disita akan diserahkan ke Kebun Binatang Pusat Korea di Pyongyang dan tempat perlindungan hewan, dan bukan seperti yang diberitakan bahwa anjing-anjing tersebut akan didistribusikan sebagai bahan makanan.

Daging anjing memang salah satu makanan populer di negara ini, dan kekurangan makanan yang baru-baru ini terjadi menimbulkan anggapan bahwa daging anjing menjadi bahan makanan yang lebih layak konsumsi.

Anjing
Ilustrasi anjing. Photo: Pixabay

Diketahui, Korut telah lama memiliki kebijakan untuk melarang siapapun memiliki hewan peliharaan selain ternak untuk konsumsi. South China Morning Post menulis pada 2018, kebijakan tersebut telah ada sejak akhir 1980-an dengan dalih doktrin kapitalis.

Namun sayangnya, peraturan itu juga tidak dipatuhi oleh Kim dan ‘trah’-nya. Diktator itu diketahui memiliki koleksi Shih Tzus, anjing gembala Jerman, dan beberapa ras lain. Tak hanya Kim Jong Un, almarhum ayahnya, Kim Jong Il, juga dikabarkan punya anjing peliharaan.

Baca juga: Di balik persembunyian, Kim Jong Un siapkan perang nuklir?

Pada tahun 2018, Kim memberi hadiah dua anjing pemburu, yang dijuluki anak anjing perdamaian, kepada Presiden Korea Selatan Moon Jae-in.

Tetapi bagai menjilat ludah sendiri, tak lama berselang, Kim Jong Un menuntut kulit anjing dari warganya sebagai bagian dari penghormatan tahunan, kata Morning Post. Dikabarkan kulit anjing tersebut akan digunakan untuk jaket bagi Kim Jong Un.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close