Trending

Pemerintah Pusat akhirnya dukung PSBB Anies, tapi..

Pemerintah pusat akhirnya dukung PSBB Anies Baswedan, tapi bukan PSBB total tapi PSBB dengan pembatasan pada beberapa sektor penting yang menyokong perekonomian.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan pemerintah pusat serta para kepala daerah di Jabodetabek telah menggelar rapat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Senin 13 September 2020.

“Pemerintah pusat dukung (PSBB) dan menyadari di Jakarta terjadi lonjakan signifikan. Pemerintah pusat mendukung dan kita sama-sama menyadari tanpa membereskan kesehatan tak mungkin perekonomian bergerak,” jelas Anies dalam konferensi pers di Balai Kota DKI Jakarta dikutip siaran tvOne, Sabtu petang 12 September 2020.

Baca juga: Wanita Emas saksi mesra PDIP PKS

PSBB dengan pengetatan

Stasiun KRL Bogor.
Penumpang KRL antre di Stasiun Bogor, Senin 8 Juni 2020.

Anies mengatakan PSBB yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta akan diterapkan besok adalah pembatasan pada sektor tertentu, bukan PSBB total seperti yang diminta Pemprov DKI Jakarta. Sektor yang bukan kluster akan dipantau oleh pemprov, sedangkan sektor yang telah muncul kluster maka akan ada pembatasan dan pengetatan.

“Ada sektor yang masih bisa beroperasi dengan terbatas,karena terbukti sektor itu tak ada kluster. Jadi ini akan banyak atur perkantoran. Yang akan kami lakukan pengetatan semua sektor akan diketatkan. Jadi bukan pelarangan, tapi pengetatan pembatasan. Artinya tetap berkegiatan tapi ada batasnya yang lebih tepat memotong mata rantai,” kata dia.

Baca juga: Viral dua youtuber asing tontonkan aksi robek Alquran

Mobilitas masuk keluar Jakarta aman

Arus mudik normal, ribuan kendaraan keluar Jakarta
kemacetan di jalan tol saat mudik Foto: ist

Dalam PSBB besok, Anies memastikan tidak akan ada pembatasan akses masuk atau keluar DKI Jakarta. Yang menjadi fokus dalam PSBB besok adalah interaksi di dalam kota Jakarta, khususnya interaksi di ruang privat dan semi privat.

“Yang terjadi dalam penularan itu di ruang semi privat dan privat. Misalnya di runag terbuka transportasi kan pakai masker, sampai kantor dalam rapat tak perhatikan jumlah orang dalam ruangan dan belum tentu pakai masker. Maka perlu sama-sama disiplinkan antarkita sendiri saling mengingatkan supaya cegah penularan ini,” jelas Anies.

Baca juga: Jangan kaget! Ini nama dan logo partai baru Amien Rais

Dalam rapat dengan pemerintah pusat Anies mengungkapkan nantinya yang positif Covid-19 selama PSBB lanjutan ini, akan disentralkan di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta Utara. Di sana sudah disediakan ruang khusus untuk isolasi terpusat.

“Seperti permintaan kita kemarin, orang terpapar tanpa gejala atau yang kena gejala ringan akan diisolasi terpusat dan terkendali, tak isolasi mandiri lagi. Sudah disiapkan di Wisma Atlet untuk isolasi yaitu di Tower 4 dan Tower 5 untuk isolasi mandiri terpusat,” ungkap Anies.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close