Trending

Buset! Pemilu AS jadi ajang taruhan, jagokan Biden pasang Rp237 miliar

Pemilu yang tengah berlangsung di Amerika Serikat, diwarnai adanya taruhan oleh beberapa kelompok. Taruhan tersebut diketahui bukan berasal dari negeri Paman Sam, namun dari negeri Austalia yang menyebutkan ada taruhan sebesar USD16,5 juta.

Jika dikonversikan dengan nilai rupiah jumlah taruhan untuk pemilu AS tersebut tak main-main, dimana total uang yang ditaruhkan sekelompok orang di Australia tersebut mencapai Rp237 miliar. Taruhan tersebut diberikan kepada seorang Bandar besar seperti dikutip Reuters untuk kemenangan Biden di pemilu AS.

Baca juga: Kocak! Lagi sibuk pemilu, netizen +62 malah dagang ginian di Twitter Trump

“Kami yakin Biden akan menang dan menempati Oval Office, “ ungkap seorang Bandar menyebutkan benar adanya taruhan untuk pemilu AS tersebut.

Donald Trump saat keluar dari Cadillac One
Donald Trump saat keluar dari Cadillac One Foto: VOA

Tak tanggung-tanggung tercatat ada sekira 100 taruhan yang dilakukan oleh beberapa orang dengan total yang tercatat mencapai 100 ribu taruhan yang telah disetorkan. Semua taruhan tersebut dipasang untuk kemenangan Biden.

Berdasarkan perhitungan cepat yang disajikan Reuters, perolehan suara sementara masih unggul Joe Biden dengan jumlah mencapai 50,5 persen berjumlah 71,652,779 suara yang memilihnya di beberapa wilayah Amerika Serikat.

Baca juga: 7 Tokoh olahraga dukung Donald Trump, McGregor hingga Mike Tyson

Sedangkan Donald Trump sendiri berada dibawah Biden dengan raihan suara 48 persen total suara mencapai 68,094,804 suara. Dengan raihan ini, Joe Biden unggul sementara setelah Trump. Namun hingga kini peluang keduanya masih cukup besar, dimana beberapa negara bagian masih dalam proses penghitungan suara.

Capres AS Joe Biden
Capres AS Joe Biden. Foto Instagram @joebiden

Perang kampanye Trump dan Biden

Di satu sisi kedua calon Presiden Amerika Serikat ini memiliki banyak isu dari kampanye yang disampaikan guna meraih simpati warganya. Keduanya saling serang khususnya dalam hal posisi Amerika Serikat soal energy terbarukan.

Joe Biden menjadi calon Presiden AS yang dikenal peduli dengan lingkungan, beberapa kampanye yang dilakukan selalu membawa isu terhadap perubahan iklim untuk lebih baik. Salah satu caranya tentu dengan menghadirkan kendaraan listrik untuk membantu mengurangi emisi yang cukup besar bagi bumo.

Hal tersebut tentu sangat bertentangan dengan Trump yang selalu mengatakan AS masih dibanjiri oleh cadangan gas dan minyak selama dirinya memimpin sebagai presiden. Tantangan Bidenpun tak hanya dari Trump pasalahnya miliarder minyak Harold Hamm juga mengkritik rencana Biden yang akan mendukung perubahan iklim.

“Rekam jejak Biden di bidang energi harus menakut-nakuti siapa pun yang peduli dengan negara dan masa depannya. Ini adalah bencana,” tulis miliarder minyak Harold Hamm dalam sebuah opini di National Review.

Joe Biden
Wakil Presiden Joe Biden Foto: Financial Times

Tenaga listrik dan surya ditolak Trump

Donald Trump semasa menjabat sebagai orang nomor satu di negara adikuasa tersebut, telah menorehkan kebijakan yang meragukan kekuatan energy terbarukan di masa depan. Beberapa kebijakannya sendiri sering menjadi pro kontra dengan kongres.

Perselisihan tersebut terjadi atas kebijakan Trump yang tak memberikan keringanan pajak untuk kendaraan dengan bahan bakar ramah lingkungan atau kendaraan elektrifikasi. Bahkan Presiden Trump seperti dikutip eenews.net sering mengejek kemampuan energy terbarukan yang lebih ramah lingkungan .

Trump juga diketahui pernah membatalkan pemberian pajak kepada calon pembeli mobil listrik, hingga membuat dirinya akan melakukan veto ketika kongres mencoba memperjuangkan pemberian perpanjangan kredit tersebut untuk pembelian mobil listrik.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close