Hobi

Modus baru, 18 orang nekat mudik caranya bikin geleng kepala

Berbagai cara dilakukan banyak orang berharap bisa pulang ke kampung halaman, di tengah kondisi ekonomi sulit di masa pandemi covid-19. Untuk menuju kampung halaman sebanyak 18 orang nekat masuk ke tangki truk molen untuk bisa mudik.

Langkah tersebut dilakukan, mengingat ketatnya pemeriksaan. Terlebih kabar viral terkait pemudik yang ngumpet di bak truk sudah kerap terbongkar oleh petugas kepolisian di setiap chek point pemeriksaan.

Baca juga: Bukan korban Corona, kedua pria ini harus tinggal 20 hari di mobil

Alasan itulah yang mungkin membuat 18 orang ini berfikir bisa lolos mudik ke kampung halaman dengan menumpang truk molen. Yang tak habis pikir, seluruh penumpang tersebut masuk di dalam tangki truk molen yang biasa digunakan untuk mengangkut material beton basah.

Mudik menggunakan truk molen
Pemudik nekat gunakan truk molen Foto: @ANI

Seperti dilaporkan the new Indian Express, seluruh pemudik yang berada di tangki truk molen tersebut diketahui sebagai migran yang hendak pulang ke kampung halaman. Anehnya sebelum ketahuan petugas para migran ini mengaku telah melakukan perjalanan sejauh 600 kilometer.

Mereka dicegat oleh polisi di pos pemeriksaan di perbatasan Indore-Ujjain di Madhya Pradesh, India. Rencananya, para buruh ini akan menuju ke Lucknow dari Mumbai, yang jaraknya hampir 1.400 km.

Petugas polisi Indore, Sunil Yadav mengatakan, “Salah satu polisi kami melihat sesuatu bergerak di dalam mixer raksasa dan segera memberi tahu pengemudi untuk menghentikan kendaraan berat tersebut.”

Ilustrasi suasana jaalan tol saat mudik Foto: ist

Demi mencapai tujuan ke kampung halaman, mereka telah melakukan perjalanan di dalam tangki molen selama dua hari tanpa makanan di dalam tangki truk. Kondisi tangki yang panas juga tak menyurutkan niat 18 orang tersebut yang ingin menuju ke kampung halaman.

Meski petugas bisa merasakan niat besar mereka untuk pulang ke kampung halaman, namun aturan karantina wilayah yang sedang dilakukan di banyak wilayah India tetap di jalankan para petugas. Pihak kepolisian setempat akhirnya mengeluarkan para pemudik dan memberi mereka makan.

Penahan juga dilakukan petugas dengan cara mengkarantina seluruh pemudik truk molen selama 14 hari. Setelah masa pembatasan aktifitas telah di cabut, para migran tersebut nantinya akan dipulangkan ke daerah tujuan menggunakan kendaraan umum.

Akibat aksi mudik tersebut, petugas juga menahan truk molen yang membawa para migran. Aksi tersebut meski menyentuh nilai kemanusiaan, namun petugas tetap menindak pemilik truk dan sopir telah melanggar aturan pembatasan wilayah guna menghambat penyebaran pandemi covid-19.

Dua pria tinggal 20 hari di dalam mobil Foto: Cartoq

Aksi mudik para migran di India tak hanya ini yang terjadi, pasalnya para pemudik telah melakukan berbagai cara untuk bisa pulang ke kampung halaman. Mulai dari berjalan kaki hingga mengayuh sepeda setelah kehilangan pekerjaan karena lockdown.

Pada 30 April, seorang lelaki berusia 50 tahun mengayuh sepeda dari kota Bhiwandi, Maharashtra ke distrik Maharajganj. Ia meninggal saat sampai di distrik Barwani. Dua buruh migran lainnya yang pulang dari Maharashtra bernasib sama.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close