Sains

Penasaran, apa fungsi batu kerikil di rel kereta api?

Saat melalui perlintasan kereta api, sebagian kita mungkin bertanya-tanya: mengapa banyak batu kerikil berserakan di sekitar rel? Benarkah ada fungsi khusus atau sekadar hiasan semata?

Dilansir dari laman Explainthatstuff, Selasa 28 Juli 2020, rupanya kehadiran batu kerikil di rel kereta api memiliki beragam fungsi, salah satunya untuk menjaga bantalan kanan dan kiri tetap pada posisinya.

Baca juga: Begini pandangan Islam tentang bentuk bumi, bulat atau datar?

Itulah mengapa, bebatuan kecil tersebut umumnya berbentuk kasar dan tak beraturan. Sebab, jika bentuknya bulat-bulat, bantalan rel kereta bisa goyang sehingga jarak antara bantalan kiri dan kanan berubah. Jika kedua bantalan itu berubah, maka bakal membahayakan kereta api yang hendak melintas.

Rel Kereta Api. Foto: MRT Jakarta

Papan-papan kayu yang terpasang di rel kereta juga memiliki fungsi yang hampir sama dengan bebatuan kecil atau kerikil, yakni sebagai penyangga tiap-tiap bantalan. Atau secara sederhana, untuk menambah kuat peran bantalan terhadap rel.

Selain itu, fungsi lain keberadaan batu kerikil di rel, yakni untuk meredam suara atau bunyi kereta yang sedang melintas. Sebab, bobot kereta yang berat ditambah lajunya yang kencang, bakal menghasilkan efek getar yang sedemikian keras.

Bukan hanya itu, sejumlah pihak meyakini, batu kerikil bisa menyerap keberadaan air yang menggenang di sekitar rel. Sehingga, bisa mencegah tumbuhnya tanaman liar yang menghambat laju kereta. Hops sendiri pernah menyaksikan rangkaian rel baru yang belum ditaburi kerikil. Di sekitarnya banyak sekali tanaman liar tumbuh.

Kendaraan mendadak mati saat melintas rel kereta

Selain keberadaan batu kerikil, ada satu misteri lain mengenai rel kereta yang belum banyak diketahui. Yakni, mengapa kendaraan yang hendak melintas mesinnya kerap mati? Benarkah ada unsur mistis atau justru bisa dijelaskan secara ilmiah?

Kereta Api. Foto: Suara

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat di bidang keamanan berkendara Operation Lifesaver, Joyce Rose mengatakan, kendaraan bisa mati mendadak (engine stall) lantaran gelombang elektromagnetik di rel kereta sangat tinggi. Artinya, tak ada kaitannya dengan hal mistis, ataupun kondisi kendaraan yang kurang baik.

“Gelombang elektromagnetik itu berasal dari lokomotif yang mendekat. Ia merambat melalui rel kereta api sehingga bisa memengaruhi sistem kelistrikan pada kendaraan yang akan melintas,” ujar Rose, dikutip dari The News Wheel.

Ia juga mengingatkan, jangan pernah sekalipun nekat menerobos palang pintu. Sebab, kendati kereta api belum mendekat, namun gelombangnya bisa merambat dari jarak sekira satu kilometer lebih.

“Kita harus mematuhi aturan di sekitar rel kereta api. Karena dengan begitu, kita bisa menaklukkan lokasi tabrakan paling potensial,” kata dia. (CTH)

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close