Trending

Pencopot baliho Habib Rizieq, TNI atau Banser? Bukti lebih jelasnya…

Beberapa hari belakangan ini viral pencopotan baliho Habib Rizieq Syihab. Yang jadi perhatian adalah sekelompok orang dengan baju khas TNI yang mencopot baliho Imam Besar Front Pembela Islam tersebut. Warganet bertanya-tanya apa benar pencopot baliho itu TNI, atau Banser, pasukan Anshor Nahdlatul Ulama?

Warganet sanksi apa benar yang copot TNI. Skeptis itu muncul, sebab kerjaan TNI itu bukan mencopoti baliho, itu lebih kerjaan Satpol PP. Namun yang membuat heran, cara kerja sekelompok berbaju TNI itu cukup cekatan tapi kok ada yang bilang terkesan buru-buru dan takut ketahuan mencopoti baliho itu. Bahkan akun DPP FPI meyakini, yang mencopoti baliho itu bukan TNI. Masak TNI gitu? Bilang mereka begitu.

Baca juga: Rizieq sebut penggal kepala, Abu Janda pasrah: Jangan pengecut, penggal leherku

Perang narasi pencopot baliho Habib Rizieq

Pencopotan baliho Habib Rizieq
Pencopotan baliho Habib Rizieq. Foto Instagram @sailendra.utama

FPI boleh saja meyakini pencopot baliho Habib Rizieq bukan oknum TNI. Namun akun yang terafiliasi dengan NU, menunjukkan video yang lebih jelas dan menyampaikan narasi bahwa pencopot baliho itu jelas bukan kalangan Banser.

Kenapa akun NU itu yakin? Dilihat dari video yang lebih jelas, seragam loreng-loreng yang dipakai pencopot baliho Habib Rizieq itu jelas bukan khas loreng Banser.

Sebagai perbandingan, akun NU itu menunjukkan foto seragam loreng Banser dan loreng TNI. Kalau dilihat dari video yang lebih jelas itu, seragam lorengnya lebih condong ke seragam TNI. Makanya akun terkait NU itu pede banget bukan Banser yang ngelakuin itu, dan meyakini yang mencopoti baliho itu adalah prajurit TNI.

“Sekali lagi terimakasih untuk bapak aparat TNI,polri dan satpol PP yg sudah menertibkan baliho² tsb. Untuk heker pager doyong terimakasih juga sudah banyak membantu berkembangnya akun brigade.nu dalam menampilkan kebenaran yg selalu kalian tentang…,” tulis akun @brigade.nu.

Akun ini meyakini dengan adanya video yang lebih jelas itu, maka salah alamat kalau menuding organisasi berafiliasi NU yang mencopoti baliho tersebut.

“Memayu hayuning Bawono,ambrasto Dur hangkoro…Tidak mungkin juga saya menanggapi satu persatu para pencaci nu..,” tulis akun tersebut.

Versi video yang lebih jelas itu diunggah oleh akun @sailendra.utama. Akun ini meyakini yang mencopoti baliho Habib Rizieq adalah dari TNI.

“Nih saya kasih video yg lebih jernih,supaya kadrun melek. TNI sudah benar harus bersikap tegas kepda siapapun yg ingin membuat keonaran,apalagi di masa pandemi. Bravo TNI & polri. Mengapa tidak siang? Ko malam? Kalau siang bakal menghambat,” tulis akun tersebut.

Akun ini menunjukkan narasi, bisa saja TNI mencopoti baliho yang tak sesuai ketentuan dan melanggar aturan. Tentunya dalam mencopoti baliho itu, TNI sifatnya membantu aparat seperti polisi dan Satpol PP.

“Bukan TNI bee kata mereka dgn lucu,trus kalau TNI knpa? Bukannya bagus ? Masang baliho juga ada aturannya,di tertibkan TNI,bareng polisi dan pol PP bukan nya di dukung malah pada angkat tangan…
Emang aneh human² jaman sekarang..,”
tulis akun tersebut.

Narasi bukan TNI

Perbandingan loreng Banser dan TNI
Perbandingan loreng Banser dan TNI. Foto Instagram @sailendra.utama

Sebelumnya DPP FPI meyakini pencopotan spanduk Habib Rizieq tersebut bukan dilakukan oleh TNI.

Oleh sebab itu pihaknya meyakini, bahwa ada upaya adu domba antara TNI dengan FPI yang menurutnya selama ini telah berjalan secara harmonis. FPI pun membeberkan sejumlah alasan dari pernyataannya tersebut dalam kicauannya yang berbunyi:

Menanggapi Video (katanya) TNI turunkan Spanduk HRS:

  1. Kami yakin bukan TNI. Karena kalau mereka TNI, kenapa harus malam dan diam-diam?
  2. Jika memang resmi dari TNI, kenapa kesannya ketakutan?
  3. Itu merendahkan TNI, karena itu pekerjaan Satpol PP.
  4. Upaya adu domba TNI-FPI yang selama ini harmonis,” tulis @DPPFPI_ID pada Rabu, 18 November 2020

Menurut akun DPP FPI, selama ini musuh FPI bukanlah TNI, Polri, dan sejumlah instansi pemerintah, melainkan beberapa oknum yang bersikap tidak adil.

Masa iya TNI kerjanya malem-malem, diem-diem dan buru-buru gitu takut ketauan orang. Ini mau pancing kita buat musuhin TNI. Ingat ya, musuh FPI itu ketidak-adilan. Bukan Negara, bukan Polri, bukan TNI atau Instansi lain dalam pemerintahan. Be Smart Netizen,” imbuhnya.

Topik

4 Komentar

  1. Habib Rizieq, meski banyak yang memandangnya sebagai dalang kerusuhan, akan tetapi sosok seperti beliau inilah yang saat ini dibutuhkan di negeri ini. Bukan semata sebagai ulama, akan tetapi sebagai kubu oposisi. Pemerintah saat ini terlalu dominan. Perlu sosok yang sigap membantah segala sesuatu kebijakan pemerintah agar kontrol sosial tetap berlaku.

    1. Oposisi kayak riziek….mundur negara ini ke zaman jahiliyah…..riziek bukan oposisi…dia perusak kesatuan bangsa….

  2. Menuduh curiga dan hasut, lagi2 iru yg terjadi. Apakah ada ijinya jg pasang valiho HRS itu. Lantar kalau ada yg mencpot yg benar agar tk terjd Permasalahan. Kalau cr pasangnya b sj bermadalah, kok malah mempermasalahkan yg nencopit. Snua ingin jd benar…..

  3. Menuduh curiga dan hasut, lagi2 iru yg terjadi. Apakah ada ijinya jg pasang valiho HRS itu. Lantar kalau ada yg mencpot yg benar agar tk terjd Permasalahan. Kalau cr pasangnya b sj bermadalah, kok malah mempermasalahkan yg nencopot. Smua ingin jd benar…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close