Trending

Insiden 3 pendiri TNI AU gugur bersamaan dan serangan udara pertama RI

Hari ini 73 tahun lalu, dua peristiwa penting terjadi dalam upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia. dua peristiwa yang dimaksud yaitu peristiwa serangan udara oleh prajurit TNI Angkatan udara menyerang markas militer Belanda, sedangkan peristiwa kedua pada tanggal ini yaitu 3 pendiri TNI AU gugur bersamaan dalam misi kemanusiaan karena pesawat ditembak Belanda.

Dua peristiwa penting bagi TNI AU itu belakangan diperingati sebagai Hari Bakti TNI Angkatan udara. Pada 1947, rakyat Indonesia masih berjuanga mempertahankan kemerdekaan yang dideklarasikan 17 Agustus 1945. Dua tahun selepas proklamasi itu, Belanda masih merecoki kedaulatan Indonesia dengan agresi militernya.

Baca juga: Ahli kriminolog bilang Yodi Prabowo jadi korban pembunuhan kamuflase

Serangan udara ke markas Belanda

Replika pesawat Dakota VT-CLA
Replika pesawat Dakota VT-CLA di Museum TNI AU Yogyakarta. Foto Instagram @muhammad_kresna-d

Peristiwa pertama yang terjadi pada 29 Juli 1947 yakni heroisme prajurit TNI AU menyerang markas belanda di Semarang, Salatiga dan Ambarawa yang dilakukan pada pagi buta.

Aksi heroisme ini dlakukan oleh para Kadet Penerbang Sekolah Penerbang Maguwo, Yogyakarta yaitu yaitu Kadet Penerbang Mulyono, Kafet Penerbang Sutardjo Sigit dan Kadet Penerbang Suharnoko Harbani.

Ketiganya menyerang tangsi militer Belanda dengan menggunakan pesawat Guntei dan dua pesawat Cureng.

Serangan udara yang dinamai Gerilya udara ini merupakan balasan atas agresi militer Belanda pada 21 Juli 1947 yang menghancurkan pangkalan udara Indonesia di Jawa dan Sumatera.

Ketiga prajurit TNI AU itu merusak pangkalan militer Belanda dengan pengeboman yang merupakan serangan udara pertama kali oleh pejuang udara.

Serangan Gerilya Udara itu tak menghancurkan pangkalan militer Belanda, namun bisa menjadi pesan kepada dunia bahwa Indonesia mempertahankan kemerdekaannya dari penjajah.

“Walaupun hasilnya secara fisik tidak menimbulkan kerusakan yang berat bagi pihak Belanda tetapi secara politis gaungnya sampai dunia internasional yang menunjukan tentang kedaulatan Republik Indonesia,” tulis TNI AU dalam websitenya.

3 pendiri TNI AU gugur

Prajurit TNI AU yang gugur dalam peristiwa 29 Juli 947
Prajurit TNI AU yang gugur dalam peristiwa 29 Juli 947. Foto Instagraam @muhammad_kresna_d

Peristiwa kedua bersejarah yan terjadi yaitu gugurnya para pejuang dan petinggi TNI Angkatan Udara yang merupakan perintis dan pendiri TNI Angkatan Udara pada pada 29 Juli 1947 sore harinya.

Pendiri dan perintis TNI AU yang gugur yaitu Komodor Muda Udara A. Adisutjipto, Komodor Muda Udara Abdulrachman Saleh dan Adi Sumarmo serta Opsir Muda udara I Adi Sumarmo Wirjokusumo. Ketiganya kala itu sedang terbang menjalankan misi kemanusiaan membawa bantuan obat-obatan dari Palang Merah Malaya untuk Palang Merah Indonesia.

Pesawat sewaan dari india, pesawat Dakota VT-CLA yang dikendarai ketiga prajurit TNI AU itu ditembak Pesawat P-40 Kitty Hawk Belanda. Pesawat yang dipiloti Alexander Noel Constanstine ini jatuh di Desa Ngoto, selatan Yogyakarta.

Untuk memperingati aksi heroisme itu, TNI AU menetapkan 29 Juli 1947 sebagai Hari Bakti TNI AU.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close