Trending

Penembakan di Cengkareng, PKB heran: Padahal peluru polisi dibeli pakai duit rakyat!

Terkait penembakan di salah satu Kafe kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengaku terkejut dan heran atas peristiwa tersebut lantaran peluru polisi dibeli pakai duit rakyat, sehingga seharusnya dimanfaatkan untuk menjaga keamanan masyarakat.

Jazilul pun mempertanyakan penyebab dari peristiwa yang memakan korban seorang anggota TNI Angkatan Darat (AD) tersebut.

Anggota DPR RI Komisi II ini meminta kepada semua pihak yang terkait agar lekas mengusut tuntas kasus penembakan tersebut agar ke depannya tidak terulang kembali.

“Ngeri kok main tembak gitu? Apa duduk perkaranya? Mohon agar lekas diusut tuntas. Peluru polisi itu dibeli dari uang rakyat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Jazilul kepada wartawan, pada Kamis, 25 Februari 2021.

Ilustrasi senjata api. Foto: Pexels
Ilustrasi senjata api. Foto: Pexels | Penembakan di Cengkareng, PKB heran: Padahal peluru polisi dibeli pakai duit rakyat!

Terkait dugaan sementara yang mengatakan bahwa oknum polisi yang menjadi tersangkat tersebut mabuk berat sebelum menewaskan tiga korban jiwa, Jazilul meminta agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Lebih lanjut dia berharap agar kedepannya anggota Kepolisian Republik Indonesia mampu meningkatkan kualitasnya melalui integritas dan kompetensi para jajarannya.

“Aneh bin ajaib, apa bisa menjaga keamanan sambil mabuk. Sanksi yang seberat beratnya agar menjadi pelajaran bagi yang lain,” tuturnya.

“Harapan saya, personel Polri agar ditingkatkan integritas dan kompetensinya,” imbuhnya.

Penyebab penembakan

Kasus penembakan anggota TNI yang didalangi oleh oknum polisi terjadi di RM Cafe Cengkareng, Jakarta Barat, menggemparkan publik, usut punya usut ternyata aksi main tembak itu diduga cuma karena duit sebesar Rp3,3 juta.

Adapaun penembakan yang dilakukan oleh Bripka Cornelius Siahaan terjadi pada dini hari Kamis, 15 Februari 2021. Sedangkan anggota TNI Angkatan Darat yang ditembak dan menjadi korban tewas ialah Sinurat.

Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan diberi garis polisi di Jalan Lingkar Luar Barat Cengkareng, Kamis (25/2/2021). Foto: Devi Nindy/ANTARA
Kafe RM yang menjadi lokasi penembakan diberi garis polisi di Jalan Lingkar Luar Barat Cengkareng, Kamis (25/2/2021). Foto: Devi Nindy/ANTARA

Mengutip Kumparan, penembakan itu bermula dari cekcok antara pegawai yang menyodorkan tagihan kepada Cornelius sebesar Rp3,3 juta. Namun entah mengapa, Bripka Cornelius tidak terima dan bersikap arogan.

Mengetahui hal tersebut, anggota TNI yang juga bekerja sebagai keamanan kafe kemudian menghampiri Cornelius.

Meski begitu, Cornelius tetap bersikeras dan tidak menerima ditegur. Bersamaan dengan itu, dia langsung mengeluarkan pistol dan menembak anggota TNI bersama tiga pegawai lainnya.

Atas tindakan arogan itu, kini Cornelius ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat pasal 228 KUHP dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close