Fit

Penemuan baru: Cara sperma berenang tak mirip belut, tapi lebih ‘nakal’

Selama hampir 350 tahun para ilmuwan meyakini cara sperma berenang menuju indung telur adalah dengan cara meluncur seperti belut atau ular. Namun nampaknya anggapan itu salah.

Sebuah penelitian terbaru menyebutkan bahwa sperma manusia ternyata berenang mirip cara berang-berang berenang atau lebih unik, dan ‘nakal’ mirip gerakan mencabut tutup botol.

Baca juga: Tak perlu kerja, ratusan pria jual spermanya untuk dapatkan uang

Sebuah teknik film 3 dimensi (3D) para ilmuwan dari Bristol Inggris menemukan fakta bahwa apa yang diyakini selama ini salah. Kepercayaan yang sudah berlangsung selama 350 tahun itu menyebut bahwa ekor sperma itu bergerak seperti ular, atau seperti belut dalam air.

“Sperma adalah makhluk kecil yang sangat nakal dan licah. Penelitian baru kami menggunakan mikroskop 3D menunjukkan bahwa kita semua telah menjadi korban penipuan sperma,” kata penulis studi Hermes Gadelha, kepala Laboratorium Polymaths di University of Bristol di Inggris, kepada CNN.

Ilustrasi donor sperma
Ilustrasi donor sperma Foto: the conversation.com

Kesalahan itu berasal dari pengamatan yang dilakukan pada abad ke-17 oleh ilmuwan Belanda Antonie van Leeuwenhoek, yang menemukan mikroskop majemuk.

Dilansir laman HIVPlusMag, dia memutuskan untuk menggunakannya untuk memeriksa ejakulasi dirinya sendiri dan melihat wujud sperma, kala itu Antonie mengatakan bahwa sperma bergerak seperti belut.

“Mereka bergerak maju karena gerakan ekor mereka seperti ular atau belut yang berenang di air, mereka bergerak dari sisi ke sisi,” tulis van Leeuwenhoek kepada Royal Society di Inggris pada tahun 1678.

Tetapi para peneliti dalam studi yang dipublikasikan minggu ini di Science Advances telah menemukan bahwa gerakan dari sisi ke sisi adalah ilusi optik dan bahwa ekor sperma hanya menyerang satu arah.

“Ini mungkin hanya menyebabkan mereka berenang dengan cara hampir melingkar, dengan gerakan ke atas dan ke bawah mirip berang-berang.”

Sperma manusia akan berenang dengan ekor yang naik turun saat mereka berenang, seperti halnya berang-berang yang bermain-main di dalam air. Namun ilusi yang terlihat mereka hanya berenang lurus.

“Rotasi sperma adalah sesuatu yang sangat penting. Ini adalah sesuatu yang memungkinkan sperma untuk mendapatkan kembali simetri dan benar-benar dapat berjalan lurus.”

Mitra Gadelha dalam penelitian ini, Gabriel Corkidi dan Alberto Darszon dari Universidad Nacional Autonoma de Mexico, mampu mengamati gerakan sperma dengan menggunakan kamera berkecepatan sangat tinggi yang dapat merekam lebih dari 55.000 frame per detik.

Para peneliti, yang menghabiskan dua tahun memeriksa temuan mereka ini mengatakan penemuan ini dapat membantu para ilmuwan yang mempelajari infertilitas.

“Bisa jadi gerakan memutar menyembunyikan beberapa aspek halus tentang kesehatan sperma ini atau seberapa baik ia dapat melakukan perjalanan dengan cepat,” kata Gadelha.

Tapi, dia juga mengatakan penelitian mungkin akan memengaruhi beberapa hal dalam prkatik infertilitas.

“Semua masih berkembang hingga saat ini. Siapa yang tahu apa yang akan kita temukan selanjutnya?” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa penemuan ini masih terbatas.

“Ilmu pengetahuan masih berkembang, Kita benar saat ini, tetapi kita bisa salah lagi ketika ilmu pengetahuan maju. Dan mudah-mudahan itu akan menjadi sesuatu yang sangat menarik yang akan kita pelajari dalam beberapa tahun mendatang.”

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close