Trending

Pengacara Din Syamsuddin satroni KASN, bakal cari sangkaan GAR ITB

Gerak cepat yang dilakukan pengacara utusan PP Muhammadiyah yang akan membantu polemik sangkaan radikalisme dari GAR ITB dilakukan sore ini. Bahkan pengacara Din Syamsuddin akan satroni kantor Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) bertemu pucuk pimpinan terkait sangkaan GAR ITB.

Tujuan dari kedatangan tim pengacara PP Muhammadiyah yang tengah membela mantan Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin tak lain untuk mencari bukti konkrit. Tak lain atas dasar sangkaan yang diutarakan GAR ITB kepada Din Syamsuddin.

Rencananya sire ini, kedatangan tim advokasi MHH akan mencari informasi di lembaga KASN terkait kasus yang tengah menjerat kliennya. Jadwal tersebut telah diagendakan bertemu langsung dengan pucuk pimpinan KASN.

Presidium KAMI Din Syamsuddin. Foto: Antara.
Din Syamsuddin. Foto: Antara.

“Iya, pukul 15.00 WIB sesuai permintaan Ketua KASN. Audiensi,” kata Gufroni seperti dikutip Hops.id dari Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Senin 22 Februari 2021.

Selain mencari informasi, Gufroni menjelaskan jika kedatangan tim kuasa hukum Din Syamsuddin juga sebagai bentuk mencari klarifikasi terkait adanya tuduhan radikal oleh GAR ITB kepada Din Syamsuddin, sebagaimana ramai diperbincangkan belakangan ini.

Karenanya kuasa hukum Din Syamsuddin ini berharap KASN bisa memberikan informasi yang jelas dan terang benderang terkait adanya polemic sangkaan radikal terhadap Din Syamsuddin.

 “Demi penyelesaian masalah hukum dan tentunya menjadi bahan kajian kami untuk melakukan langkah hukum selanjutnya,” tegasnya.

Jubir GAR Alumni ITB, Shinta Hudiarto
Jubir GAR Alumni ITB, Shinta Hudiarto. Foto Instagram @shintahudiarto/Kemenpanrb

PP Muhammadiyah secara tegas akan menghadapi adanya tuduhan Radikalisme yang ditujukan kepada mantan Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin. Dalam konteks tersebut PP Muhammadiyah akan menerjunkan para pengacara handal untuk melawan GAR ITB yang telah melayangkan tuduhan radikal kepada Din Syamsuddin.

Adanya laporan tuduhan radikalisme tersebut menjadi perhatian mengingat sekelompok orang yang menamakan GAR ITB tersebut dinilai bisa menjadi cara pembunuhan karakter terlebih tuduhan radikalisme masih berdimensi luas.

“Saya merasa terharu, dan berterima kasih serta memberikan apresiasi kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah lewat Majelis Hukum dan HAM yang menunjukan perhatian, simpati dan dukungan pada saya dalam menghadapi masalah yang sedang saya hadapi,” ucap Din Syamsuddin dalam keterangannya seperti dikutip Hops dari Rmol Sabtu 20 Februari 2021.

Din Syamsuddin
Din Syamsuddin. Foto: Instagram @m_dinsyamsuddin

Dampak dari tuduhan radikalisme

Din Syamsuddin sendiri menilai jika GAR Alumni ITB melakukan tuduhan radikalisme kepada dirinya masih sangat berdimensi luas dan bisa menjadi salah satu cara pembunuhan karakter. Karena tak hanya pada dirinya, melainkan bisa berpengaruh pada Muhammadiyah.

“Langkah hukum yang cerdas dan elegan seperti yang akan dilakukan oleh Tim Advokasi menjadi sangat penting, namun sesuai dengan watak Muhammadiyah yang wasathiyah dan sekaligus kepada warga Muhammadiyah, dan para pendukung saya untuk tetap tenang, mengedepankan akal untuk menjadikan kita kaum berakal,” tuturnya.

“Maka dengan Bismillahirahmanirahim saya memberikan kuasa kepada Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah dan para advokat yang tergabung di dalamnya. Semoga langkah kita ini adalah langkah yang membawa kebaikan dan kemaslahatan bagi bangsa dan negara,” ungkap Din Syamsuddin.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close