Trending

Pengamat ini bocorkan bekingan kuat di belakang Moeldoko: Dia bukan lawan seimbang SBY

Bekingan Moeldoko disebut ada di lingkar istana.

Kisruh perebutan kekuasaan di tubuh partai Demokrat hingga kini belum terselesaikan.

Setelah KSP Moeldoko menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) yang diselenggarakan di Deli Serdang Sumatra Utara beberapa waktu lalu, seakan jadi pertanda tertabuhnya genderang perang antara Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Moeldoko.

Dalam kudeta ini, nama Moeldoko disebut-sebut cukup berambisi. Rekam jejaknya bisa dibilang terkenal menggebu dalam politik.

Bahkan SBY pun merasa kecolongan pernah memberikan Moeldoko panggung. Sepanjang perjalanan karier kemiliteran Moeldoko dan SBY disebut kerap saling membackup. Namun kali ini ia berbalik.

Tidak sedikit publik yang menduga bahwa Moeldoko memiliki kenalan orang dalam. Karena, cukup dulit melakukannya jika Moeldoko tidak mendapatkan “dukungan” dari penguasa.

Hal itu disampaikan oleh pengamat politik Tengku Zulkifli Usman.

Moeldoko dan Jokowi
Moeldoko dan Jokowi, Foto Instagram @kita_moeldoko

“Moeldoko itu bukan siapa siapa dihadapan SBY tanpa tangan penguasa,” ujarnya dilansir laman Portal Islam Senin 8 Maret 2021.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa Moeldoko bukan lawan politik yang seimbang dengan SBY jika saja tidak mendapatkan dukungan orang kuat baik itu dari istana maupun dari Teuku Umar yang mengatur istana selama ini.

“Moeldoko jelas punya ambisi, maka tidak heran jika dia dulu juga berusaha keluar masuk partai agar mendapatkan tiket untuk pemilu,” katanya.

Tak cuma itu Tengku Zulkifli juga mengatakan ada tujuan balas dendam di kedua kubu Teuku Umar yaitu Megawati.

“Diamnya istana dan penguasa atas kelakuan Moeldoko jelas memberikan sinyal bahwa ada support yang solid di belakang Moeldoko.”

Di sisi lain, publik masih ingat, bagaimana dendam nya Megawati terhadap SBY. Hal itu bisa jadi alasan bekingan Moeldoko.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Foto pdiperjuangan.id

“Sampai sampai 10 tahun SBY menjabat presiden, ibu Mega tidak pernah mau ketemu apalagi salaman bermaaf-maafan,” ujarnya.

Ia menganalogikan keduanya mirip Donald Trump. “Di titik ini mereka mirip Donald Trump dan Joe Biden di AS pasca pilpres.

Dendam kesumat Megawati terhadap SBY sangat mungkin dimanfaatkan oleh Moeldoko untuk memuluskan rencananya.”

Rencana matang, strategi cegah AHY maju pilpres

Di sisi lain Tengku Zulkifli juga berasumsi bahwa kudeta ini sudah direncanakan dengan baik dan matang.

Dengan memanfaatkan celah (SBY punya banyak musuh) baik dari dalam Demokrat dan luar Demokrat.

“SBY memang punya banyak musuh dalam politik, tapi membandingkan cara SBY bersaing dengan cara Moeldoko yang merampas tentu sebuah kesalahan.”

Muara dari semua masalah ini sangat jelas, yakni melemahkan kubu SBY dan siapa saja yang punya peluang berkoalisi dengan SBY untuk pilpres mendatang, baik Anies Baswedan, PKS atau lainnya.

“Sangat besar kemungkinannya penguasa akan merestui Moeldoko sebagai Ketum Demokrat. Ingat kata Moeldoko sejak awal bahwa semua ini sudah direstui oleh “pak lurah”.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close