Otomotif

Penjualan mobil bekas di Indonesia bakal mirip negara virus corona

Penjualan mobil bekas yang terkena dampak pandemi, karena adanya peraturan Pembatasa Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat penutupan showroom mobil bekas. Pasca pandemi diprediksi seluruh pedagang mobkas di Indonesia bakal mirip China negara virus corona yang mengalami kenaikan pejualan.

Prediksi ini diungkap Manager Senior Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Duaa, Herjanto Kosasih, dimana pasca pandemi yang berangsung mulai membaik, akan membuat trend penjualan naik. Bahkan konsumen banyak yang membeli mobil untuk menjaga keamanan kesehatannya.

Penyebaran virus covid-19 yang rentan penyebarannya di satu area salah satunya terbesar di moda transportasi massal menjadi salah satu alasan, banyak warga takut menggunakan angkutan umum. Sehingga lebih memilih membeli mobil untuk digunakan pribadi.

Mobil bekas Foto: Ist

“Setelah pandemi diperkirakan penjualan mobil bekas naik, hal tersebut karena masyarakat masih takut menggunakan transportasi umum,” katanya saat dihubungi Hops.id.

Dasar inilah yang memunculkan pesan optimis bagi seluruh pedagang mobil bekas yang akan segera kembali mendapatkan penjualan setelah sebelumnya selama masa pandemi hanya bisa merasakan kondisi penjualan mobil hanya sekira 5 hingga 10 persen.

Baca juga: Mobil dengan penjualan terlaris di masa pandemi Covid-19

Mengingat selama pandemi, penjualan mobil turun 90 persen, terlebih dengan penutupan showroom yang membuat pedagang hanya mengandalkan penjualan secara online. “Penurunan penjualan selama PSBB turun 90 persen, karena showroom tutup mengikuti anjuran pemerintah,” ungkap Herjanto.

Ilustrasi penjualan mobil seken
Jajaran mobil bekas Foto: Unionleader

Penjualan mobil bekas mirip China

Prediksi penjualan mobil bekas pasca pandemi yang akan meningkat, memiliki siklus yang sama seperti negara China yang sudah lebih dulu melonggarkan kebijakan lockdown bagi warganya. Setelah pandemi covid-19 berakhir di negara tersebut, berdasarkan laporan media China, terjadi kenakan penjualan mobil.

Dalam kurun beberapa hari berdasarkan laporan Bloomberg, warga China tak lagi mau naik angkutan kota karena bisa berisiko tertular. Terlebih saat ini China baru saja terbebas dari penyebaran virus Corona.

Untuk menjaga kesehatan dan keamanan, pilihan membeli mobil baru banyak dilakukan warga China yang biasanya menggunakan angkutan kota sebagai moda transportasi penunjang aktifitas harian. Meningkatnya penjualan mobil baru pasca penyebaran virus Corona juga dirasakan jaringan diler mobil di China.

Penjualan mobil bekas
Ilustrasi mobil bekas Foto: Unionleader

Penjualan mobil trend positif

Dengan trend tersebut, beberapa produsen mobil di China bahkan memprediksi kondisi penjualan mobil akan cepat normal. Pasar mobil China, yang terbesar di dunia, secara bertahap akan pulih dan tetap stabil untuk waktu yang lama meskipun ada tekanan jangka pendek dari epidemi coronavirus, kata pejabat pemerintah, Kamis.

Pernyataan itu muncul ketika eksekutif dari Mercedes-Benz dan Volkswagen mengatakan permintaan meningkat di China setelah pembatasan pada kehidupan sosial dikurangi dan dealer dibuka kembali.

Beberapa pelanggan mulai tampak melantai di diler mobil, setelah beberapa waktu mengalami penurunan penjualan hingga 75 persen lebih pasca virus Corona merebak yang membuat banyak warga bertahan di rumah tanpa aktifitas di luar.

jajaran mobil seken di diler
Diler mobil seken dengan berbagai macam model kendaraan (AP Photo/Chris O’Meara)

Dampak lockdown yang diberlakukan sebelumnya menjadi hal yang sangat memukul beberapa produsen. Namun pasca kembali dibukanya beberapa wilayah untuk aktifitas sosial membuat adanya harapan terhadap industri otomotif di negara tersebut.

Anjloknya penjualan mobil di China sangat berdampak pada industri otomotif secara global. Beberapa produsen mobil sendiri saat ini mengandalkan penjualannya di China sebagai yang terbesar di banding negara lain di dunia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close