Hobi

Penjualan mobil bekas terpuruk 62%, dampak penyebabnya bikin sedih

Kondisi sedih penjualan mobil bekas yang dialami diler saat pandemi karena dilarang membuka showroom, diprediksi akan berlanjut hingga pasca pandemi saat ini. Penurunan penjualan akan tetap di alami karena salah satu faktor banyak konsumen yang kehilangan penghasilkan di tengah pandemi beberapa bulan kemarin.

Berdasarkan hasil polling yang dilakukan situs jual beli kendaraan online, OLX didapatkan data responden yang mengalami kondisi tak lagi bekerja. Dari hasil survei didapatkan angka sebanyak 59 persen calon konsumen mobil bekas tidak akan membeli mobil karen tak ada penghasilan.

Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap penjualan mobil bekas yang tengah terpuruk saat ini. Dan diperkirakan pemulihan kondisi penjualan mobil bekas berdasarkan data yang diungkap baru akan pulih tiga bulan mendatang.

Penjualan mobil bekas
Ilustrasi mobil bekas Foto: Unionleader

Selain itu, pengusaha mobil bekas juga akan dihadapkan pada kondisi pembatasan sosial yang masih berlaku, dimana showroom mobil bekas akan banyak yang tutup di beberapa wilayah karena wajib mematuhi aturan yang diberikan pemerintah.

Berdasarkan data yang dimiliki olx, jumlah showroom yang akan tutup di masa pasca pandemi cukup besar yakni mencapai 68 persen. Untuk bisa mengandalkan perputaran penjualan, sistem penjualan online banyak dilakukan meski diakui tidak banyak menunjang penjualan secara maksimal.

Baca juga: Moge bermesin dua silinder, banderolnya lebih murah dari Ninja

Penutupan showroom tersebut, juga berimbang dengan calon pembeli yang enggan mendatangi showroom mobil bekas karena alasan kesehatan. Sebanyak 36 persen konsumen yang didata tidak ingin mengambil risiko mendatangi diler mobil bekas.

Ilustrasi penjualan mobil seken
Jajaran mobil bekas Foto: Unionleader

Angka 36 persen tersebut merupakan peluang yang masih dimiliki para pengusaha mobil bekas saat ini, dengan demikian strategi penjualan virtual hingga layanan jemput bola seperti lakukan test drive di rumah pemilik menjadi kebiasaan baru yang harus dilakukan penjual saat ini.

Pengusaha mobil bekas turun harga

Sulitnya penjualan mobil bekas saat ini yang memengaruhi banyak faktor khususnya pada kondisi konsumen yang tengah kesulitan ekonomi saat ini. Membuat banyak pedagang harus menurunkan harga mobilnya di tengah pandemi saat ini.

Penurunan harga secara sistematis terjadi untuk menunjang penjualan mobil yang dilakukan pengusaha. Meski bervariatif, penurunan harga rata-rata yang dilakukan pengusaha mobil bekas mencapai 10 persen dari harga kondisi normal sebelum pandemi terjadi.

Hal tersebut dilakukan banyak diler, bahkan berdasarkan data survei sebanyak 60 persen showroom mobil bekas mengambil langkah menurunkan harga mobil bekasnya. Kondisi tersebut tentu akan berdampak pula kepada konsumen yang ingin menjual mobilnya.

Ilustrasi mobil bekas
Ilustrasi mobil bekas Foto: ist

Taksiran harga mobil yang bisa diterima pengusaha mobil bekas juga akan jauh lebih rendah dari harga normal biasanya. Kondisi tersebut juga terjadi di bursa lelang mobil bekas, dimana pengusaha hanya mampu membeli mobil dengan harga yang jauh lebih rendah sekira 20 persen dari penawaran biasanya.

Kondisi seperti ini diperkirakan akan terus berlangsung hingga akhir tahun 2020, dan pemulihan diprediksi bisa tercapai pada awal tahun depan, dimana penjualan mobil bekas bisa kembali normal seperti biasanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close