Trending

Syekh Ali Jaber ditusuk, UAS: Mereka luar biasa

Pendakwah Syekh Ali Jaber ditusuk pemuda di Lampung saat ia berdakwah dalam acara Wasuda Tahfidz Perdana TPQ dan Rumah Tahfids Falahudiin. Insiden menyedihkan ini mengundang keprihatinan dari berbagai pihak dari Menkopolhukam Mahfud MD sampai penceramah Ustaz Abdul Somad. Atas insiden penusukan Syekh Ali Jaber UAS berdoa semoga Allah menangangkat derajat sang pendakwah kelahiran Arab Saudi tersebut.

Dalam postingan di Instagramnya, Ustaz Abdul Somad atau UAS menuliskan sosok Syekh Ali Jaber secara personal.

Baca juga: Ditusuk di masjid, Syekh Ali Jaber cerita kalau tak tangkis kena leher saya

UAS menuliskan, mengenal Syekh Ali Jaber sebagai pendakwah yang luar biasa.

“Senang mengenal mereka berdua, hafal al-Qur’an, dakwahnya santun, akhlak mereka luar biasa. Semoga Allah mengangkat derajat mereka,” tulis UAS di postingannya dikutip Senin 14 September 2020.

Kronologi

Syekh Ali Jaber. Foto: Dok Suara.
Syekh Ali Jaber. Foto: Dok Suara.

Seorang Warga Kelurahan Sukajawa, Kecamatan Tanjung Karang Barat (TKB), Bandarlampung, Andika menceritakan kronologi penusukan yang dialami oleh syekh Ali Jaber saat berada di Masjid Falahudiin kota setempat pada Minggu sore 13 September 2020.

“Penusukan tersebut terjadi berawal dari Syekh Ali Jaber yang ingin memberikan hadiah kepada anak kecil yang bisa membaca Alfatihah dengan benar,” kata Andika, di Bandarlampung dikutip dari Antara.

Baca juga: Negeri seberang Pluto, Tengku Zulkarnaen: Kenapa dengan Khilafah?

Syekh Ali Jaber saat itu sedang menghadiri Wasuda Tahfidz Perdana TPQ dan RumahTahfids Falahudiin Tahun ajaran 2019-2020 M serta perayaan tahun baru Islam 1442 dengan tema” Mahkota surga untuk ayah dan ibu serta membangun generasi yang berbudi pekerti dan berbasis Alquran”.

Andika menjelaskan ketika anak yang dipanggil ke atas panggung tersebut mampu membacakan surat Al Fatihah dengan benar Syekh Ali Jaber berniat memberikan hadiah kepada anak tersebut sehingga ditanya olehnya apakah anak tersebut ingin sepeda ataupun yang lainnya.

“Kemudian anak tersebut turun panggung ke ibunya untuk bertanya kepada ibunya dan naik lagi ke panggung dan memberitahu Syekh Ali Jaber dia ingin sepeda,” jelasnya.

Setelah itu, spontan syekh Ali Jaber memanggil ibu anak tersebut untuk naik ke panggung dan meminjam handphone si ibu untuk berfoto bersama namun karena handphone orang tua anak tersebut tidak bisa menyimpan gambar maka Syekh ingin meminjam handphone jamaah lainnya.

“Nah, saat Ali Jaber mencoba meminjam handphone itu, pelaku penusukan tersebut lari dari arah sebelah kanan langsung naik ke panggung dan menusuk syekh. Tusukannya di lengan sebelah kanan,” kata dia.

Dia juga mengatakan waktu itu para jamaah tidak tersadar dan menyangka pelaku penusukan tersebut ingin memberikan handphone untuk dipakai berfoto bersama anak tersebut.

“Kami semua tidak menyangka, anak itu lari dari sebelah kanan, kami kira ingin memberikan handphone ke Ali Jaber,” kata dia.

10 jahitan

Syekh Ali Jaber. Foto: Ist.
Syekh Ali Jaber. Foto: Ist.

Menurut keterangan Syekh Ali Jaber, dia ditusuk dengan luka yang cukup dalam. Dari hasil penanganan medis, tangannya kemudian mendapat perawatan dengan 10 jahitan. Enam jahitan dalam, empat jahitan luar.

Baca juga: Walau ditusuk, Syekh Ali Jaber minta jemaah hentikan gebuki pelaku

Syekh Ali Jaber mengaku dia menangkis tusukan dari pelaku. Kalau tidak menangkisnya, dia yakin tusukan itu mengenai lehernya.

Ia mengatakan bahwa usai kejadian penusuk tersebut langsung diringkus oleh jamaah dan diserahkan ke pihak kepolisian.

“Syekh juga langsung di bawa ke luar dari Masjid Falahuddin untuk mendapatkan perawatan,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close