Trending

Penyebar Islam radikal versi Menag: Hafiz dan mahir bahasa Arab

Baru-baru ini, Menteri Agama atau Menag, Fachrul Razi membeberkan cara masuk kelompok atau paham Islam radikal ke lingkungan masjid di kawasan pemerintahan, BUMN, dan pemukiman warga. Dia juga menyampaikan ciri-ciri orang yang ampuh dan piawai menyebarkan paham tersebut.

Pada rapat bertajuk ‘Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara’ di saluran Youtube Kemenpan RB, Menag Fachrul mengatakan, paham radikal bisa disebar dengan mudah melalui orang berpenampilan baik yang kemampuan bahasa Arab-nya mumpuni.

Baca juga: Profesor Suteki bingung ada orang Islam takut khilafah, nalarnya di mana?

“Kalau saya lihat polanya, cara masuk mereka gampang. Pertama dikirimkan seorang anak yang good looking (tampan/cantik), penguasaan bahasa arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk, ikut menjadi imam, lama-lama orang di sekitar situ menjadi simpati dan diangkat jadi pengurus masjid,” ujar Fachrul.

“Kemudian mulai masuk temannya dan lain sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan (Islam radikal),” sambungnya.

Menteri Agama Fahrul Razi
Menteri Agama Fachrul Razi saat presscon virtual Foto: Youtube kemenag

Ia mengaku, masjid yang berada di lingkungan pemerintah merupakan salah satu lokasi yang paling mudah disusupi paham radikal. Hal itu bukan sekadar dugaan atau tuduhan semata. Sebab, Menag Fachrul mengaku pernah salat Jumat di salah satu masjid milik pemerintahan yang isi ceramahnya berisikan muatan tersebut.

“Sehingga saya pernah ingatkan seorang menteri, karena saya pernah salat Jumat di masjid itu, saya terkejut, saya WhatsApp ke menteri yang bersangkutan, “Bu, bahaya sekali, kok salat Jumat di situ khotbahnya menakutkan sekali,” terang Fachrul tanpa menyebut kementerian apa yang dia maksud.

Melihat kenyataan itu, ia meminta pengurus masjid di lingkungan pemerintah berasal dari orang-orang dalam—atau pegawai mereka sendiri, bukan masyarakat lain yang berasal dari luar. Sebab dengan begitu, pihaknya lebih mudah mengawasinya.

“Pengurusnya harus pegawai pemerintah kalau masjidnya di lingkungan pemerintahan. Tak boleh ada masyarakat umum di situ ikut jadi pengurus masjid,” tegasnya.

Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: Antara/Abriawan Abhe
Menteri Agama Fachrul Razi. Foto: Antara/Abriawan Abhe

Bicara soal sertifikasi ulama

Demi menangkal tersebarnya paham radikal, Kemenag membuat program ‘Penceramah Bersertifikat’ mulai bulan ini. Pihaknya berencana mencetak 8.200 pendakwah bersertifikasi dari sejumlah agama di Indonesia. Mereka juga bekerja sama dengan majelis keagamaan, ormas agama, BPPT, BPIP, dan juga Lemhannas.

“Ini semua nanti mudah-mudahan menghasilkan penceramah-penceramah paling tidak sudah kita bekali dalam banyak hal, masalah wawasan kebangsaan, Pancasila, dan lain-lain. Hal sensitif yang harusnya diperjuangkan, dan tidak boleh sampai di eliminasi. Ini sudah akan segera jalan mulai bulan ini.”

“Dan kalau ini sudah jalan, tolong tanpa diumumkan, tolong yang diundang nanti kalau penceramah-penceramah di rumah ibadah kita, khususnya di lingkungan ASN hanya mereka yang sudah dibekali penceramah bersertifikat. Mudah-mudahan dengan itu, ada sedikit upaya untuk mengeliminasi radikalisme,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close