Trending

Penyelam Sriwijaya bagikan kisah haru: Di dalam, puing bertumpukan…

Proses evakuasi korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hingga kini masih terus dilakukan. Evakuasi dilakukan tim gabungan yang melibatkan banyak pihak, seperti TNI AL, Basarnas, hingga relawan, dan sebagainya.

Berbagai kisah haru penyelam pun mengemuka di tengah perburuan korban dan bangkai pesawat Sriwijaya Air. Seperti yang diungkap Danyon Taifib 1 Marinir Letkol M Abdilah.

Menurut dia, hingga kini pihaknya bersama tim dari TNI AL terus bahu membahu melakukan tugasnya tanpa mengenal lelah. Katanya, walau jarak pandang di dalam laut tengah buruk akibat cuaca, tak menyurutkan niat dari para penyelam untuk terus melakukan evakuasi.

“Makanya personel yang terjun harus personel yang fit, yang siap lakukan kegiatan evakuasi di dalam air. Sejauh ini kita dibantu dengan alat-alat yang dibawa oleh Basarnas dan KNKT,” katanya disitat live di Metro TV, Rabu 13 Januari 2021.

Letkol M Abdilah kemudian membagikan kisah haru para penyelam pemburu korban dan puing Sriwijaya Air di Kepualauan Seribu. Kata dia, para personelnya sudah siap jika menemukan jenazah dalam kondisi apapun untuk diangkat.

Bagi mereka, para personel sudah sangat terlatih dengan hal itu, sehingga tak ada rasa takut dan jijik untuk melakukan evakuasi. “Kita terbiasa dan terlatih untuk itu. Baik fisik dan mental juga sudah siap melakukan tugas,” katanya lagi.

Penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021).
Penyelam TNI AL menarik puing yang diduga turbin dari pesawat Sriwijaya Air SJ 182 ke atas KRI Rigel-933 di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Senin (11/1/2021). Foto Antara/M Risyal Hidayat/hp.

Sejauh ini, fokus evakuasi para penyelam Sriwijaya memang dibilang terbatas akibat cuaca. Ini terbilang mengganggu jarak pandang para penyelam di dalam laut. Saat ditanya seperti apa kondisi di bawah laut, Letkol M Abdilah menyebut banyak ceceran puing pesawat dan sebagainya.

“Puing-puing pesawat saling bertumpukan, bersebaran. Saking banyaknya, jadi untuk angkat ke atas semua jadi terbatas. Tetapi kalaupun ada jenazah yang kami temukan, kami akan langsung sigap untuk mengangkatnya,” katanya. “yang jelas kita akan berupaya semaksimal mungkin untuk evakuasi.”

Kisah penyelam Sriwijaya dulu pernah ikat jenazah di badan

Tak cuma penyelam dari Kopaska, Denjaka, dan personel TNI AL, selain Basarnas, evakuasi juga melibatkan para relawan diving. Salah satunya dari Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia atau POSSI.

POSSI kini mengirimkan sejumlah orang untuk membantu tim gabungan melakukan evakuasi. Salah satunya adalah penyelam andalam mereka Makmur Aji Panahiyang, warga Makassar.

Makmur adalah penyelam yang pada hari ini, Rabu 13 Januari 2021, resmi ikut bergabung menjadi tim evakuasi di Kepulauan Seribu.

Sebelum terlibat di insiden Sriwijaya, dia sering menjadi penyelam penyelamat pada berbagai peristiwa, mulai dari evakuasi Kapal KM Lestari di Perairan Selayar, hingga kecelakaan Lion Air JT 610, Juli 2018 lalu, di perairan Karawang.

Makmur lalu membagikan kisah haru saat melakukan evakuasi jenazah korban kecelakaan pesawat. Baginya, hal mengangkat jenazah terbilang sudah biasa dia lakukan. Dia bahkan pernah mengangkat jenazah korban pesawat Lion Air lalu dengan diikatkan di badannya.

Potret hancurnya Sriwijaya Air SJ182. Foto: Instagram
Potret hancurnya Sriwijaya Air SJ182. Foto: Instagram

Makmur bercerita pada 2018 lalu dia mendapat surat tugas dari POSSI untuk secara spesifik mengevakuasi uang negara sebanyak Rp30 miliar. Tak hanya mencari uang, Ajie juga turut mengangkut sejumlah jenazah.

Ia mengaku melihat beberapa jenazah dan memutuskan untuk mengangkatnya. Jenazah itu lalu diikatkan ke badannya untuk diangkat ke daratan.

Untuk menempuh tugasnya itu, dia mesti rela meninggalkan anak dan istrinya sejenak. Walau takut, dia mengaku misi kemanusiaan lebih penting dari rasa takutnya.

“Persiapan fisik dan mental sudah saya lakukan beberapa hari. Saya dapat surat tugas sejak Minggu kemarin. Untuk bantu korban pesawat Sriwijaya. Dan saya baru mulai efektif turun menjadi penyelam Sriwijaya hari ini, Rabu,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close