Trending

Perang melawan kapitalis

Perang melawan kapitalis. Kita flash back ke zaman abad ke 7. Pada saat itu ekonomi terpusat di jalur sutra dari produksi kain sutra dari Tiongkok lewat Xinjiang ke Asia Tengah melalui padang pasir gurun gobi menuju Iran, ke Syria terus Jordan.

Dari penjara bantu lawan corona, bebaskan Siti Fadilah Supari!

Sampai di padang pasir Jordan jalan menyempit harus melalui kota Petra dan ke Jetusalem, terus pelabuhan Gaza.

Saat itu perdagangan dikuasai pedagang Arab lewat laut dari Guangzhou ke Malaka, Sri lanka, India dan betakhir ke Dubai, Oman, atau Qatar lewat padang pasir ke kota Petra lagi, Jerusalem dan pelabuhan Gaza itu zaman Abad ke 7 ramai. Sebanyak 80% perdagangan dunia terpusat di pelabuhan Arab.

Tapi, karena orang masyarakat suku Arab itu pintar melaut sejak seribu tahun lamanya, mereka itu tidak mengenal uang. Buat apa uang, di laut yang butuh zaitun. Semua diawetkan ke dalam minyak zaitun. Daging onta, daging sapi, kambing dicelupkan tong minyak zaitun. Mereka suka emas, dan perak.

Sedangkan di sisj Eropa dikuasai oleh kerajaan Rome mereka sebut Crusaders itu ustadz pastor yang dalam bahasa Arab ustadz menjadi penguasa bersama landlord bangsawan.

Perang melawan kapitalis tercatat di kitab suci An Nisa 4:46 tertulis bahwa pedagang Jerusalem menjadi lintah darat. Suku Arab perang gara gara praktek itu. Pecah perang hingga 600 tahun lamanya Rome dikalahkan.

Sejarahnya tercatat bahwa kapitalis mulai merubah ayat riba. Tercatat di Qs an Nisa 46 sehingga terjadi revolusi pro rakyat perang lawan konstantinopel. Islam menang tahun 1350.

Jerusalem dan Kinstantinopel dikalahkan. Iyalah, dulu itu rakyat tidak mengenal uang. Karena uang coin emas hanya untuk tentara Crusaders.

Tentara Arab menjadi tawanan dan meledakkan diri saat ditangkap Kapten Crusaders. Banyak Kapten terbunuh.

Akibatnya, kaum Jerusalem mengungsi ke Eropa terbelah menjadi kaum Judea, dan kaum Nasrani. Kaum Nasrani Eropa terdesak kalah.

Kisah ini tertulis di karya William Shakespeare berjudul Merchant of Venice tahun 1596.

Sejak itu seluruh Europa dikuasai kapitalis. Yang merupakan gabungan Judeo Kristen. Gabungan ini membentuk perusahaan kapitalis terbesar di dunia disebut VOC.

Korban VOC itu tercatat pada kisah perang Sultan Agung yang merasa bahwa kekuasaan landlord Residen VOC terlalu menekan rakyat.

Perang dilanjutkan seratus tahun kemudian oleh Diponegoro. Zaman itu seratus tahun kemudian diteruskan keturunan Diponegoro yaitu HOS Cokroaminoto.

Tahun 1924 khilafah dibubarkan. Sejak itu seluruh dunia Ikut sistem moneter kapitalis.

Sampai sekarang ada kekeliruan paradigma yang menganggap Kekaisaran Ottoman runtuh gara gara tertinggal secara iptek ilmu pengetahuan dan teknologi. Tidak. Kecerdasan ilmu pengetahuan Sri Mulyani dan Marie Pangestu sama, tidak kurang selembar rambut pun. Ilmu pengetahuan Nadiem Makarim melebihi siapapun anak muda Indonesia.

Juga kekeliruan paradigma bahwa kekaisaran Ottoman jatuh karena aristokrasi, bukan meritokrasi. Mengangkat pejabat dari keluarga. Tidak. Bukan itu.

Kekalahan tersebut berulang sejak 200 tahun sebelumnya oleh Sultan Agung dan seratus tahun sebelumnya Pangeran Diponegoro melawan kaum kapitalis.

Sampai sekarang itu dunia mengikuti sistem kapitalis.

Nahdatul ulama Ikut semangat nasionalisme hubbul wathon minal iman. Mencintai negara RI adalah bagian daripada iman. Demi ketenteraman dan keamanan bangsa Indonesia.

Goenarjoadi Goenawan. Foto: IG
Goenarjoadi Goenawan. Foto: IG

Ir. Goenarjoadi Goenawan, MM.

Pernah menjabat vice president director Lotteria. Kini menjadi motivator dan perencana keuangan. Menulis belasan buku populerdi antaranya Money Intelligent, New Money, Rahasia Kaya: Jangan Cintai Uang.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close