Trending

Duh! Perang nuklir diprediksi ada di depan mata, ilmuwan kuliti dampak ngeri yang terjadi

Perang Dunia III (PD ketiga) diprediksi bakal merusak dan berpotensi menghancurkan bumi lantaran senjata mematikan yang digunakan yakni nuklir.

Hal tersebut didukung oleh sejumlah fakta yang menunjukkan bahwa sejumlah negara berlomba untuk menambah persenjataan nuklir.

Muslima Fest

Sejumlah ilmuwan pun mencoba membuat skenario dampak global akibat radiasinya. Dalam penelitian terlihat bagaimana dampak mengerikan yang merusak sebagian besar bumi.

Apa yang ditunjukkan oleh temuan baru ini, kerusakan lingkungan bisa lebih parah dan berlangsung lebih lama.

Ilmuwan memperhitungkan kerusakan dari efek pemanasan awal ledakan nuklir serta hilangnya lapisan ozon dari dampak berikutnya.

“Meskipun kami menduga bahwa ozon akan hancur setelah perang nuklir dan itu akan menghasilkan peningkatan sinar ultraviolet di permukaan bumi, jika ada terlalu banyak asap, itu akan menghalangi sinar ultraviolet,” kata ilmuwan iklim dari Universitas Rutgers, Alan Robock, mengutip Science Alert, pada Sabtu, 16 Oktober 2021.

Pihaknya menyampaikan analisi dari dampak perang nuklir, baik secara regional maupun global, dengan masing-masing kekuatan nuklir berada di angka 5 hingga 150 megaton yang dilepaskan.

Lapisan ozon hancur, kanker, hingga rusaknya ekosistem

Ilustrasi bom nuklir. Foto: The National Interest
Ilustrasi bom nuklir. Foto: The National Interest | Perang nuklir diprediksi ada di depan mata, ilmuwan kuliti dampak ngeri yang terjadi

Akibatnya, perang global akan menyebabkan hilangnya lapisan ozon rata-rata 75 persen selama 15 tahun.

Kemudian asap akan menghalangi sinar matahari pada awalnya. Dalam beberapa tahun berikutnya, semburan sinar ultraviolet yang lebih kuat akan menghantam permukaan bumi akibat rusaknya lapisan ozon.

“Ledakan awal, melalui reaksi kimia akan berkontribusi pada hilangnya ozon,” katanya.

Dampak mengerikannya, akibat radiasi nuklir akan membuat manusia menderita karena kanker kulit, rusaknya lahan pertanian hingga kelangsungan hidup seluruh ekosistem.

Akibat dari rusaknya pertanian sebagai salah satu sumber makanan, maka bukan tidak mungkin wabah kelaparan bakal melanda.

“Kondisi akan berubah secara dramatis, dan adaptasi yang mungkin berhasil pada awalnya tetapi tidak akan membantu saat suhu memanas kembali dan radiasi UV meningkat,” kata ilmuwan atmosfer Charles Bardeen, dari National Center for Atmospheric Research (NCAR) di Colorado.

Musim dingin ekstrem

Ilustrasi bom nuklir. Foto: Saltwire
Ilustrasi bom nuklir. Foto: Saltwire | Perang nuklir diprediksi ada di depan mata, ilmuwan kuliti dampak ngeri yang terjadi

Model perang nuklir paling awal dari tahun 1980-an meramalkan bakal terjadi musim dingin ekstrem akibat asap dari ledakan nuklir menghalangi matahari.

Model yang dibuat sekarang berbeda karena telah mempertimbangkan bagaimana kenaikan suhu serta kerusakan langsung dapat berdampak pada lapisan ozon melalui pemanasan stratosfer.

Sebagaimana diketahui dan penting diingat, persenjataan nuklir juga terus berkembang dengan pesat. Megara-negara seperti India dan Pakistan kemungkinan besar memperoleh lebih banyak senjata dan senjata yang lebih kuat.

Adapun studi tentang nuklir ini bertujuan untuk menggabungkan berbagai pertimbangan berbeda untuk menunjukkan sejumlah potensi yang terjadi apabila perang nuklir global dan regional berkecamuk.

Disimpulkan, bahwa tidak ada solusi atau jalan keluar dari efek selama beberapa dekade jika perang tersebut terjadi.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close