Hobi

Merawat transmisi manual dan matik mobil kenali perbedaannya

Dua pilihan transmisi pada mobil yakni manual dan matik saat ini menjadi model yang banyak diperkenalkan produsen otomotif. Kedua model memiliki karakter berbeda begitupula soal perawatan, meski gampang namun kalau malas bisa bikin kantong jebol.

Kerusakan pada transmisi menjadi salah satu musuh yang harus dihindari pemilik mobil, mengingat transmisi merupakan tuas yang selalu bekerja saat mobil berjalan. Karenanya durability sangat tergantung dari perawatan dan perlakuan gaya berkendara pengemudinya.

Biaya yang tak sedikit seringkali menjadi problem pemilik kendaraan cukup menghela nafas ketika sudah terjadi kerusakan pada transmisi, terlebih untuk model matik yang sering kali harus turun komponen untuk perbaikan kerusakan.

Engine brake
Engine brake pada mobil matik. Photo: Suzuki Indomobil Sales

Perbedaan Transmisi Manual dan Otomatis

Transmisi manual lebih dahulu digunakan karena mekanisme kerjanya tidak rumit. Seiring waktu, transmisi matik mulai dimanfaatkan karena meniadakan pedal kopling sehingga membuat pengguna mobil merasa lebih nyaman karena tidak perlu menggunakan pedal kopling ketika berkendara, terlebih disaat kondisi macet. Namun demikian, transmisi manual lebih andal di rute tol atau antar kota yang bebas macet karena sanggup menyalurkan tenaga lebih cepat. Meski begitu, perlu diketahui perawatan kedua jenis transmisi ini sehingga lebih aman dalam berkendara.

Perawatan Transmisi Manual

Bagian pertama yang wajib dirawat adalah kopling mekanis. Hindari kebiasaan buruk seperti tidak menekan pedal kopling secara benar saat perpindahan gigi atau kasar saat melepas dan menekan. Hindari pula kebiasaan menahan setengah kopling saat di tanjakan karena akan mempercepat keausan pada kampas kopling. Jangan meletakkan kaki di pedal kopling saat mobil berjalan karena akan mempercepat keausan kopling.

Yang tidak kalah penting adalah menjaga kualitas oli transmisi manual yang bekerja melumasi gigi transmisi, synchromesh, dan komponen lain di dalam rumah transmisi. Oli transmisi manual yang terjaga kualitasnya akan melindungi gigi transmisi, memudahkan perpindahan gigi, dan menambah panjang usia pakai transmisi..

transmisi manual
transmisi manual foto: car throttle

Perawatan Transmisi Otomatis

Transmisi otomatis memanfaatkan tekanan oli dan Torque Converter  untuk menggerakkan perpindahan gigi. Torque Converter  menggantikan kopling mekanis dan seluruh komponen yang berada di dalam transmisi terendam oli. Artinya, pelumas memegang peran penting dalam menjaga performa transmisi matik.

Automatic Transmission Fluid (ATF) memiliki tugas sebagai pelumas seluruh komponen bergerak, baik di dalam torque converter maupun rumah transmisi. Selain itu, ATF juga harus menyalurkan tenaga hidrolis bertekanan tinggi untuk mengoperasikan kopling dalam rangka menyalurkan daya mesin dan melakukan perpindahan gigi.

Ada beberapa tipe ATF di mobil Toyota sesuai dengan teknologi yang diaplikasikan. Mulai dari Dexron II sampai IV, T-IV, WS, dan CVT, memiliki spesifikasi yang berbeda terkait kekentalan fluida dan performa lain seperti kemampuan menyerap panas dan melindungi komponen dari gaya gesek. Penggunaan ATF yang salah akan mempengaruhi performa transmisi matik.

Transmisi matik mobil
Transmisi matik mobil Foto: WikiHow

Servis berkala juga menjadi kunci perawatan transmisi mobil. Sesuai dengan rencana adanya implementasi PPKM darurat Jawa-Bali,maka perawatan transmisi mobil bisa dilakukan di rumah. Teknisi THS – Auto2000 Home Service akan mengecek kondisi transmisi dan menyarankan perbaikan jika terdeteksi ada masalah.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close