Trending

Puasa cuma dapat lapar dan haus, ternyata penyebabnya ini…

Menjalankan ibadah puasa, ,menjadi tantangan dan cobaan yang cukup berat bagi setiap muslim. Sejak fajar banyak perilaku yang harus dijaga agar puasa yang dijalankan sempurna tanpa ada penyebab seorang muslim hanya mendapatkan lapar dan haus saja.

Secara umum, setiap orang yang menjalankan puasa tentu sudah paham betul, terkait perilaku yang bisa membatalkan puasa. Diantaranya sengaja makan dan minum sebelum waktu berbuka, serta beberapa perilaku lainnya.

Satu diantaranya yakni muntah yang disengaja oleh orang yang berpuasa dengan cara memasukkan jari ke dalam mulut sehingga menjadi muntah yang masuk kategori di sengaja.

Aksi berbagi makanan berbuka puasa untuk anak yatim dan dhuafa. Foto: Alfi/ Hops.id
Aksi berbagi makanan berbuka puasa untuk anak yatim dan dhuafa. Foto: Alfi/ Hops.id

“Satu hal yang membatalkan puasa yakni muntah yang disengaja, namun selain batal, perilaku tersebut bisa dikatakan dosa besar bagi muslim yang sedang menjalankan puasa namun membatalkan dengan cara sengaja,” ungkap ustaz Najmi Fathoni kepada Hops.id Selasa 20 April 2021.

Hal penting membatalkan pahala puasa selain lapar dan haus

Menjadi kondisi terberat bagi setiap muslim yang tak hanya mengetahui hukum membatalkan puasa antara makan dan minum di atas. Namun ada hal makna lebih dalam terkait perilaku ataupun kebiasaan yang bisa membatalkan pahala puasa.

Penting diketahui dan dihindari oleh seorang muslim yang sedang menjalankan puasa untuk menghindari perilaku seperti ghibah atau membicarakan orang lain dan berbohong saat sedang menjalankan puasa.

“Hal yang membatalkan pahala puasa, yakni orang yang sering membicarakan orang lain masuk pada kategori ghibah, serta sering berbohong dalam ucap dan perilaku,” kata ustaz Najmi.

Ustaz Najmi
Ustaz Najmi foto: Sindo

Dua perilaku itulah yang membuat pahal puasa seorang muslim akan hangus, sehingga perjalanan ibadah puasa selama satu hari tidak mendapatkan pahala sedikitpun. Bahkan muslim tersebut hanya mendapatkan lapar dan haus di ibadah puasanya.

Dalam konteksi ini, nabi bersabda kepada para sahabat, dimana banyak orang puasa namun tidak mendapatkan pahala apapun pada puasanya.  

Sabda kepada sahabatnya : ”Kam Min Sho-Imin Laisa Lahu – Min Shiyaamihi  Illal Ju-’u Wal  ’Athsyu”,Betapa banyak orang yang puasa akan tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya, kecuali lapar dan dahaga. (HR. An Nasa’i dan Ibnu Majjah).

Karena sesungguhnya hakekat puasa adalah pengendalian diri (self control) dari perbuatan sia-sia dan perbuatan munkar.

Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Puasa itu bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi sesungguhnya puasa itu adalah mencegah diri dari segala perbuatan sia-sia serta menjauhi perbuatan yang kotor dan keji.” (HR. Al-Hakim)

Hops x Burger King berbagi makanan berbuka puasa untuk anak yatim dan dhuafa. Foto: Alfi/ Hopd.id
Hops x Burger King berbagi makanan berbuka puasa untuk anak yatim dan dhuafa. Foto: Alfi/ Hopd.id

Berkenaan dengan pelaksanaan ibadah puasa, imam Al-Ghazali membagi orang yang berpuasa itu dalam tiga golongan, yaitu :

1.         Golongan pertama disebut  SHAUMUL ’AWAAM  atau puasanya orang awam. 

Golongan ini  melaksanakan puasa berupa tidak makan, tidak minum dan tidak melakukan hubungan suami istri (dan yang serupa) sejak subuh hingga maghrib.   Hanya itu saja.

Kalau puasa hanya tidak makan, tidak minum dan tidak berhubungan suami istri di siang hari,     sementara anggota tubuh lainnya melakukan hal yang buruk. Lisannya berdusta, memfitnah, berghibah, menyakiti hati.  Telinganya suka mendengarkan fitnah dan ghibah. Juga matanya melihat sesuatu yang tidak baik, serta anggota tubuh lainnya melakukan hal-hal yang buruk. Maka puasanya akan sia-sia belaka. Mereka itulah yang oleh nabi dijelaskan bahwa berpuasa tetapi tidak mendapatkan pahala kecuali hanya lapar dan dahaga.

2.         Golongan kedua disebut SHAUMUL KHAWAASH, atau puasa sempurna.

Golongan  melaksanakan ibadah puasa bukan sekedar tidak makan, tidak minum dan tidak melakukan kegiatan hubungan suami istri (seperti golongan pertama), namun juga mempuasakan seluruh anggota tubuhnya.  Mata, telinga, lidah, tangan, kaki dan semua anggota badan yang lain berpuasa dari perbuatan yang tidak baik. Inilah puasa yang sempurna.

Nabi Muhammad SAW bersabda, ”Puasa itu bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum, akan tetapi sesungguhnya puasa itu adalah mencegah diri dari segala perbuatan sia-sia serta menjauhi perbuatan yang kotor dan keji.” (HR. Al-Hakim)

3.         Golongan ketiga disebut SHAUMUL KAWAASHIL KHAWAASH.

Golongan ini dalam menjalankan ibadah puasa seperti golongan kedua, ditambah lagi pikiran dan hatinya juga ikut berpuasa.  Pikiran senantiasa berdzikir mengingat Allah, tidak diberi kesempatan berpikir yang negatif.   Hatinya senantiasa bersyukur, menjauhi dari perasaan dongkol, tidak ikhlas, dan sebagainya

Inilah puasanya para ambiyaa wal mursaliin dan orang-orang saleh. Inilah ibadah puasa yang ideal karena mencakup puasa lahir batin. Inilah puasa yang sangat sempurna.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close