Fit

Permak tubuh habis-habisan, dari transgender kini jadi alien

Hops.id – Jareth Nebula punya kisah hidup unik. Dia lahir di bumi, tapi merasa berasal dari planet lain. Jareth yang sekarang berumur 33 tahun dilahirkan sebagai wanita. Ia memutuskan untuk mengubah kelaminnya menjadi pria.

Tapi sekarang, ia tidak merasa sebagai transgender, tapi mengklaim dirinya sebagai alien. Jareth yang hidup sendiri mengatakan, “Setelah mengaku sebagai transgender dan percaya kalau sudah menemukan diri ku yang sejati, ternyata aku keliru. Aku bukan wanita atau pria atau bahkan seorang manusia,” katanya dikutip dari Mirror.

Demi enggak terlihat seperti manusia, resepsionis di barber shop ini lalu melakukan bedah untuk menghilangkan puting serta mencukur habis alisnya. Jareth penggemar ruang angkasa sehingga terobsesi menato tubuhnya dengan 333 bintang, saat ini dia ‘baru’ punya 78 tato bintang. Jareth juga sudah mengubah namanya secara resmi empat tahun lalu.

Agender alien

Jareth enggak ingin dikategorikan ke dalam suatu gender tertentu. Dia pengin orang lain menerima dirinya apa adanya dan tidak ingin disebut wanita atau pria. “Saya tidak berpikir atau merasa sebagai manusia. Susah dijelaskan kepada orang lain. Gampangnya, saya bukan berasal dari dunia ini,” ungkapnya.

“Saya enggak nyaman dikategorikan dalam suatu gender, atau apa pun di antara gender yang ada. Saya tahu saya terjebak dalam tubuh manusia, itu lah yang dilihat orang lain. Tapi bagi saya, saya alien tanpa gender,” katanya.

Dulu dia pernah mengaku sebagai hyper-feminine female, tapi di umur 29 tahun dia memutuskan menjadi seorang pria. Dia mulai disuntik hormon testosterone, berpakaian sebagai laki-laki dan melakukan operasi pengangkatan payudara.

Tapi tidak ada gender yang dirasa pas untuk kepribadiannya. Jadi Jareth memutuskan mempelajari lebih lanjut soal identifikasi gender alternatif. “Saya pikir dengan menjadi pria trans bakal menyelesaikan segala permasalahan dan pergolakan batin saya. Tapi ternyata saya enggak bahagia seperti yang saya harapkan,” ungkap dia.

Jareth merasa menjadi orang lain, dia tidak ingin dikekang makanya dia mengeksplorasi tentang agender atau tanpa gender. “Saya juga selalu terobsesi dengan alien, dan bagaimana rasanya menjadi makhluk luar angkasa. Jadi gagasan menjadi alien yang tidak memiliki gender sesuai dengan identitas saya.”

Menjadi agender artinya, seseorang tidak mengidentifikasikan dirinya ke dalam jenis gender tertentu. Jareth enggak ingin terlihat sebagai pria atau wanita. Penampilan barunya tidak mengacu pada stereotype gender, dia juga melakukan banyak modifikasi tubuh untuk terlihat seunik mungkin.

Perubahan besar-besaran

Jareth ingin tampil berbeda dari manusia.”Saya enggak punya puting. Saya meminta itu dihilangkan saat melakukan operasi bagian tubuh atas. Saya mencukur habis alis lalu menindik bibir dan hidung,” katanya.

Pilihan fashion-nya juga membuat Jareth terlihat beda dengan kebanyakan orang, dengan gaya neon, gothic, pastel sampai ala Jepang. Selain akhirnya merasa bahagia dengan identitas baru, diakui Jareth enggak semua orang mengerti dan mau menerima perubahan gaya hidupnya.

Keluarga yang dirahasiakan namanya, tidak mendukung keputusan Jareth untuk menjadi alien. Meski keluarganya memahami dan mendukung keputusannya saat berubah dari perempuan menjadi pria. “Keluarga masih melihat saya sebagai pria transgender. Sebabnya mereka belum memahami soal agender dan alien.”

Jareth punya teman-teman online yang mendukung keputusannya, tapi perubahannya lebih sulit diterima oleh teman-temannya di dunia nyata. Ia paham kalau enggak semua orang bisa memahami, dan hal itu tidak masalah baginya. Dia cuma pengin diterima. Selain posisinya yang sulit dengan keluarga dan teman, Jareth juga menerima bully secara online dari orang-orang yang enggak setuju dengan identitas alien-nya. “Orang-orang memperlakukan saya seperti orang aneh karena saya seorang alien, tapi sebutan itu yang paling saya rasa pas.

“Kenapa membiarkan orang lain mendikte mu? Kalau ada seseorang yang ingin diidentifikasikan sebagai sesuatu, bahkan binatang, biarkan saja mereka,” kata Jareth. Dia merasa kasihan dengan netizen yang membullynya. Di mata Jareth, orang-orang itu enggak memiliki empati dan ingin membullynya. Jadi dia enggak anggap peduli.

“Saya bahagia dengan diri saya yang sekarang dan bakal berusaha tampil seperti makin mirip alien setiap harinya,” katanya.

Derita Ehlers-Danlos syndrome (EDS)

Awalnya Jareth merasa down saat didiagnosa menderita Ehlers-Danlos syndrome (EDS) di usia 26 tahun. Penyakit itu memengaruhi jaringan ikat yang membuat kulit menjadi elastis serta kekakuan sendi. Ini adalah kondisi langka yang berlangsung seumur hidup. Sampai-sampai dokter memanggil Jareth dengan sebutan Mr. Elastic karena kulitnya yang sangat elastis. Sayangnya kondisi ini juga membuatnya merasa kesakitan.

Tapi ada juga keuntungan dari kondisi langka tersebut, kulitnya jadi bebas kerutan yang membuat Jareth terlihat lebih muda. Jareth yang merahasiakan nama aslinya bercerita, “Kondisi itu membuat saya bisa membengkokkan tangan yang jadi trik andalah sewaktu kecil.”

Sekarang Jareth baru menyadari, penyakitnya lah yang membuatnya bisa melakukan itu. “Rasa sakit di sendi semakin parah seiring pertambahan usia saya. Kini saya merasa lebih sulit untuk bergerak,” katanya. Untuk mengatasinya, ia melakukan chiropractic sekali dalam dua minggu serta terapi fisik seminggu sekali. Ia mengisap ganja untuk mengurangi rasa sakit. Belum ada obat untuk menyembuhkan EDS. Beruntung, lingkungan kerja mendukungnya. Atas diagnosis itu, dia makin yakin kalau dirinya berbeda dari orang lain.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close