Sains

Pernah lihat hewan kurban nangis saat akan disembelih, begini faktanya

Setiap Idul Adha, umat Islam menunaikan kurban berupa kambing atau sapi. Setelah disembelih, daging hewan kurban akan dibagikan pada mereka yang membutuhkan. Proses penyembelihan hewan kurban bisa disaksikan oleh umum. Nah, pada momen ini seringkali hewan kurban nangis dengan mengeluarkan air mata.

Hewan kurban punya kelenjar air mata

Ada alasan ilmiah di balik keluarnya air mata hewan kurban saat akan disembelih. Hewan kurban nangis karena memiliki kelenjar air mata atau lakrimal. Sebenarnya, enggak hanya hewan kurban seperti sapi, kambing dan unta saja yang punya kelenjar lakrimal.

Baca juga: Gilang si predator seks fetish kain jarik ngaku pancarkan aura jahat

Nah, saat hewan mengeluarkan air mata itu disebut proses lakrimasi, menurut Livestock Research International. Sama kayak manusia, air mata pada hewan untuk menjaga bola mata agar tidak iritasi.

Sapi mengeluarkan air mata
Sapi mengeluarkan air mata. Foto: Pixabay

Kebetulan sapi punya kelenjar lakrimal yang cukup aktif. Air mata sapi bisa keluar kapan saja tanpa mengenal waktu. Biasanya sapi akan ‘nangis’ kalau mengalami iritasi atau infeksi mata. Bersamaan dengan keluarnya air mata, partikel seperti tanah, kotoran, debu akan dibersihkan.

Air mata hewan kurban tidak berhubungan dengan emosi si hewan. Itu merupakan proses alamiah untuk membersihkan mata dari kotoran.

Hewan kurban tak rasakan sakit

Kamu pernah bertanya-tanya enggak, apakah hewan kurban merasakan sakit saat disembelih?

Nah, menjawab rasa penasaran itu, dua orang peneliti dari Hannover University punya jawabannya. Peneliti dari Universitas terkemuka di Jerman, Prof. Wilhelm Schulze dan rekannya Dr Hazim membandingkan metode penyembelihan syariat Islam dengan metode pemingsanan.

Sapi hewan kurban
Sapi hewan kurban. Foto: Pexels

Dikutip dari bubblews.com, para peneliti memasang mikrochip yang disebut Electro Encephalograph (EEG) pada bagian otak sapi-sapi percobaan. Gunanya untuk merekam dan mencatat tingkat rasa sakit hewan saat disembelih.

Jantung para sapi juga dipasnagi Electro Cardiograph (ECG) untuk merekam aktivitas jantung saat darah keluar karena disembelih.

Sesuai syariat Islam, penyembelihan memakai pisau tajam dengan memotong tiga saluran pada leher, yaitu: saluran makan, saluran napas serta dua saluran pembuluh darah.

Ketika disembelih, aktivitas otak sapi menunjukkan grafik serupa tidur nyenyak (deep sleep) hingga sapi benar-benar kehilangan kesadaran. Rekam jantung juga menunjukkan sapi tidak merasakan sakit sama sekali. Jadi bisa disimpulkan, ketika disembelih, para hewan kurban tidak merasa siksaan atau rasa sakit.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close