Hot

Syekh Ali Jaber muliakan pemulung jadi anak angkat, pesan terakhirnya bikin merinding

meninggalnya Ulama besar, Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu masih menyisakan luka mendalam, terutama bagi orang terdekat.

Salah satunya anak angkat Syekh Ali Jaber yang bernama Akbar. Ia diangkat anak oleh Syekh Ali Jaber sejak usia anak-anak. Kala itu kisah Akbar viral lantaran dirinya kepergok membaca alquran kala tengah memulung.

Foto dan kisah Akbar kemudian membuat hati Syekh Ali terenyuh. tanpa pikir panjang, Syekh Ali emndatangi rumah Akbar di Garut dan meminta izin kepada orangtua Akbar untuk menjadikanya anak angkat.

Kini usia Akbar sudah menginjak 18 tahun. Setelah ditinggal wafat oleh Syekh Ali, Akbar diundang wawancara oleh Irfan Hakim.

Di laman Youtube Irfan hakim, Akbar menceritakan kebaikan Syekh Ali Jaber yang telah memuliakan dirinya.

“Seperti mimpi ketemu Syekh Ali dan tiba-tiba dibawa ke Jakarta, diberi fasilitas, dibawa dokter gigi, dibawa facial dimuliakan karena Quran,” kata Irfan Hakim pada Senin 18 januari 2021.

Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber. Foto Antara/HO

Lebih lanjut Akbar mengatakan bahwa Syekh adalah sosok yang baik dan sabar.

“Syekh sosok yang baik banget dan enggak pernah marah selalu sabar,” kata Akbar.

Dalam video tersebut diputarkan pula niatan Syekh Ali Jaber ketika mengangat anak.

“Saya berkeinginan kalau Akbar terima permohonan saya, saya ingin jadikan Akbar anak angkat saya. Saya ingin jadi guru langsung untuk ananda Akbar. Saya akan pimpin kamu sampai insyaAllah hapal 30 Juz Al Quran,” ujar Syekh Ali kala itu.

Ia juga mengatakan akan mengupayakan maksimal agar Akbar bisa menjadi Imam besar seperti dirinya.

“Dan insyaAllah saya akan upayakan maksimal kamu jadi Imam di negeri kita Indonesia tercinta ini.”

Syekh Ali juga berharap bisa melakukan umrah bersama Akbar.

“Saya berharap insyaAllah bisa pimpin dan umrah bareng. Saya berniat untuk ajak (Akbar) Umrah bareng,” katanya.

Ia menambahkan bahwa dirinya bercita-cita melihatperjuangan Akbar. Syekh Ali bahkan telah menceritakan Akbar pada beberapa ulama di Masjidil Haram dan Nabawi.

Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber. Foto Instagram @alfawaid_team

“Karena saya bercita-cita melihat perjuangan Akbar ini dan saya sudah cerita ke bebrapa guru Imam Besar Masjidil Haram dan Nabawi mereka ikut terharu, makanya saya ingin ajak di Bulan Desember inyaallah saya ajak umrah,” ujar Syekh.

Namun sayang, belum sempat terwujud keinginan itu, Syekh Ali keburu dipanggil Yang Kuasa. mengenang Syekh Ali, Akbar mengatakan dirinya mengingat pesan terakhir Syekh.

“Pesan yang paling inget. Tetap semangat untuk belajar,” kata Akbar.

Ingin ketemu ibu dan cium kakinya

Meski bisa dibilang telah dingkat derajatnya oleh Syekh, namun Akbar mengatakan dirinya masih memendam keinginana mendalam yaitu bertemu ibu kandungnya.

Kepada Irfan hakim, Akbar menceriutakan bahwa dirinya sempat ditinggal sang ibu sejak usianya 8 bulan.

“Saya ditinggal pas usia 8 bulan. Bapak sempat cerita kalau ibunya pergi lantaran berantem. Tapi saya nggak tahu bagaimana wajah ibu dan belum pernah bertemu,” ujar Akbar.

Pencarian Akbar terhadap ibunya yang holang berujung dengan pertemuannya dengan Syekh. Ia menceritakan kala itu dirinya kabur dari rumah saat kelas 4 SD.

Ia bertandang ke bandung dari Garut dengan menggelandang untuk mencari sang ibu.

“Putus sekolah sejak kelas 4 SD kabur-kaburan untuk cari ibu. Tapi enggak tahu ibu saya di mana.”

Ia memberanikan diri mencari ibunya hanya bermodalkan nama ibu. “Cita-cita saya selama ini bertemu ibu, jalan kaki ke Bandung dan tidur di mana aja,” katanya.

Yang mendorong Akbar mencintai Quran lantaran dirinya diajarkan ayah dan kakeknya bahwa Quran bia mengangkat derajat seseorang.

“Kakek Nenek saya berpesan kalo lagi ngapain aja dekatlah dengan Quran, karena Alquran bisa mengangkat derajat kita lebih tinggi.”

Akbar berharap dirinya bisa mencium kaki sang ibu kelak jika bertemu.

“Saya pengin peluk dan cium kaki ibu, meskipun orangtua meninggalkan anak tetap anak sayang sama orangtuanya. Tetap harus mencium kaki ibu.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close