Trending

Pigai: Kepulangan Habib Rizieq diinginkan Amerika

Aktivis hak asasi manusia (HAM), Natalius Pigai menyebut kepulangan Habib Rizieq Shihab ke Indonesia harus dikaitkan dengan kepentingan Amerika. Lantas, apa penjelasannya?

Sebelum masuk ke sana, Pigai menjelaskan lebih dulu jika Indonesia tengah masuk dalam momentum terendah dalam konteks hubungan negara dengan rakyat. Sebut saja permasalahan kepercayaan, hingga UU Omnibus Law belakangan.

Baca juga: Sebut Habib Rizieq bukan orang suci, Refly baca gelagat Mahfud: Tak ikhlas

Di sisi lain, Indonesia dikatakan juga tengah dihantam badai politik besar. Badai politik besar yang dimaksud adalah persoalan antara Amerika dengan China. Seperti diketahui, sudah cukup lama rakyat di Tanah Air menyampaikan riak-riak penolakan soal kentalnya hubungan Indonesia dengan China.

Itu artinya, di sisi lain, rakyat menyadari jika Pemerintah sudah menjauh dari relasi dengan Amerika.

“Kita sudah lama bergaul dengan Amerika. Sementara Indonesia kini punya rekan baru China. Ya, jadi dalam suasana sekarang, harus dibaca mengapa Mike Pompeo (Menlu AS) datang ke sini, Prabowo diundang ke AS, kemudian Habib Rizieq pulang ke RI,” kata Pigai di saluran Youtube Vasco Rueimy, Macan Idealis, disitat Hops, Jumat 6 November 2020.

Kata dia, secara kasat mata memang tak terlihat ada korelasi. Tetapi jika mendalami shadow behind shadow, itu dianggap terbaca jelas.

Sosok Habibe Rizieq Shihab. Foto: Antara
Sosok Habibe Rizieq Shihab. Foto: Antara

“Arab Saudi teman dekat Amerika, ketika admnistrasi Habib Rizieq diselesaikan Arab, kemudian dikaitkan Prabowo ke AS, lalu Pompeo ke Indonesia. Dalam konteks ini Habib Rizieq diinginkan oleh Amerika.”

“Kalau Arab sudah oke, tergantung pemerintah Indonesia. Namun tentu tidak boleh negara menolak kedatangan warganya yang sudah clear. Dan Habib Rizieq sudah tak ada masalah.”

“Dalam konteks ini, menurut saya, Habib Rizieq harus dikaitkan dengan Amerika. Artinya Amerika bisa saja bolehkan Habib Rizieq pulang,” jelasnya panjang.

Analisa Pigai soal Habib Rizieq dan Amerika

Lebih jauh, Pigai mengatakan, sudah sejak lama Amerika memainkan perannya atau memetakan konflik pada suatu negara lewat pihak-pihak yang dipercaya. Dalam klasifikasinya, kata Pigai, tentu saja konteksnya harus datang dari sosok mayoritas, keagamaan, dan suku.

“Karena apa, gaya politik AS ini tidak mungkin main ke Natalius Pigai. Saya orang Kristen, minoritas. Nah kalau kita dianiaya pasti cari Amerika, Eropa jelas, tidak mungkin cari ke Arab Saudi kan. Tetapi intinya, tidak mungkin AS main melalui saya. Dia akan main melalui mayoritas, orang yang dari mayoritas,” katanya lagi.

Dia kemudian menjelaskan, pola saat ini hampir mirip dengan apa yang Amerika lakukan pada strateginya di Timur Tengah. Di mana AS, saat ini, dinilai sudah mengambil tokoh-tokoh kunci dari suku sebagai pegangannya.

Menlu AS Pompeo. Foto: NY Post.
Menlu AS Pompeo. Foto: NY Post.

“Jadi Amerika itu selalu main dengan suku Jawa. Karena dia mayoritas, kemudian belakangan pergeseran main dengan Islam, karena lebih mudah.”

Lantas, apa kaitannya dengan Prabowo ke AS dan kedatangan Mike Pompeo ke Indonesia. Terkait hal ini Pigai melanjutkan analisisnya.

Prabowo dikaitkan Habib Rizieq

Menurut Pigai, kedatangan Prabowo ke AS dan kehadiran Mike Pompeo ke Indonesia memiliki relasi yang berbeda. Untuk Prabowo, bisa saja sebagai pertanda dari Amerika jika mereka telah membuka diri kepadanya.

“Bisa saja, pertama diberikan warna kuning, belum hijau, bahwa dia diterima di Amerika, tapi dia diberi catatan terkait persoalan HAM, termasuk isu HAM di Papua.”

Kemudian, mungkin banyak yang menduga ada kaitan antara Prabowo dengan Habib Rizieq, yang masuk dalam civil society. Tetapi menurut dia, itu terlalu jauh. Sebab, Pigai meyakini Prabowo setia kepada Presiden Jokowi.

Sementara kehadiran Pompeo ke Indonesia, dibaca berkaitan dengan isu Laut China Selatan. “Namun bisa saja dikaitkan dengan rencana Habib Rizieq ke Indonesia.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close