Hot

Alasan Ayana Moon masuk Islam, meski pernah hidup miskin tanpa bantuan orang tua

Selebgram asal Korea Selatan, Ayana Moon kembali menyapa para penggemar dengan hadir dalam acara Etalkshow tvOne baru-baru ini dan berkisah tentang bagaimana pengalaman masuk Islam. Dalam kesempatan tersebut juga, cewek yang pernah dikabarkan menjalin hubungan khusus dengan Ustaz Abdul Somad tersebut menceritakan kehidupan saat ia pindah ke Malaysia untuk belajar agama Islam.

Tak banyak yang tahu kalau Ayana sempat merasakan hidup susah karena tidak dibantu oleh kedua orang tuanya saat belajar Islam. Ayana juga membandingkan kehidupan sebelum dan sesudah masuk agama Islam. Seperti apa kisah Ayana Moon? Simak ulasan berikut.

Baca juga: Duhai UAS, begini tipikal suami harapan Ayana Moon

Alasan Ayana Moon mualaf

Ayana Moon berkisah tentang pengalaman jadi mualaf saat menjadi bintang tamu dalam acara Etalkshow tvOne baru-baru ini. Ayana mulai tertarik dengan agama Islam saat masih duduk di bangku SMP.

Ayana Moon Islam
Sumber: YouTube Talk Show tvOne

“Ketika saya umur tujuh atau delapan tahun, saya tahu tentang Islam karena perang Irak. Ketika saya masih SMP, saya mau tahu gimana agama bisa bikin orang semua salat, pakai jilbab, jadi saya cari tahu di internet tentang Islam,” kata Ayana Moon dalam YouTube Talk Show tvOne.

Setelah memutuskan beralih agama ke Islam dari keyakinan sebelumnya, Ayana mulai merasakan kedamaian dalam hidupnya.

“Dan saya belajar tentang Islam, sampai SMA dan saya masuk Islam ketika SMA. Dan ketika saya ke masjid dan ketemu orang Muslim di Korea, saya merasa tenang dan damai,” ucap Ayana.

Bandingkan kehidupan sebelum dan sesudah masuk Islam

Lebih lanjut, selebgram 24 tahun itu juga diminta untuk menjelaskan bagaimana kehidupan dirinya setelah menjadi seorang mualaf. Pemilik nama lengkap Ayana Jihye Moon itu kemudian menceritakan bahwa ia merupakan seorang anak yang berasal dari keluarga yang mampu.

Apapun yang Ayana inginkan, sang orang tua berusaha untuk mengabulkannya. Namun sayang, Ayana tidak pernah merasa puas atas apa yang ia dapatkan.

Ayana Moon
Ayana Moon. Foto: Instagram @xolovelyayana

“Saya berasal dari keluarga berkecukupan, dan saya juga bukan orang kaya. Kedua orang tua saya mau melakukan apa saja untuk saya. Merasa bisa beli apa saja, jika saya mau pergi jalan-jalan, mereka bisa membayarnya, tapi saya tidak merasa puas dengan yang saya miliki,” ungkap Ayana.

Baca juga: Ayana Moon dijodohkan dengan Ustaz Abdul Somad: Akhirnya ketemu

Barulah setelah masuk Islam, Ayana mulai bersyukur atas apa yang telah dia miliki.

“Tapi setelah saya masuk Islam, saya mulai bersyukur, dan saya mulai respek orang yang lain. Dan personaliti saya mulai berubah dalam Islam,” ujar Ayana.

Hidup di Malaysia

Tak banyak yang tahu kalau Ayana sempat tinggal di Malaysia untuk memperdalam ilmu agama Islam. Dalam acara tersebut, Ayana mengungkapkan alasan mengapa ia memilih Malaysia sebagai negara tempat ia belajar agama Islam.

“Saya belajar bahasa Arab dan Islam, di sana (Malaysia), tapi karena keamanan jadi saya tidak bisa pergi ke Mesir. Jadi saya cari negara Islam yang lain, waktu itu saya tidak bisa bahasa Indonesia, tidak bisa bahasa Melayu juga. Tapi d Malaysia, saya pikir, orang Malaysia bisa bahasa Inggris, dan juga teman-teman saya banyak sekolah di sana, dan saya memutuskan untuk pindah ke Malaysia,” ujar Ayana.

Ayana Moon
Ayana Moon. Foto: Ayana Moon

Baca juga: Mezty Mez dan 5 artis cantik makin religius usai pindah agama

Saat di Malaysia, cewek kelahiran 28 Desember 1995 itu sempat hidup susah selama satu tahun tanpa bantuan orang tua. Setelah itu, Ayana Moon memutuskan untuk pindah ke Indonesia.

“Di Korea enggak bisa belajar tentang Islam karena enggak ada ustaz, enggak ada komunitas, jadi saya harus pindah ke Malaysia. Saat saya di Malaysia, saya miskin, orang tua saya tidak membantu, saya tidak punya cukup uang juga, jadi saya miskin. Satu tahun (di Malaysia) setelah itu saya pindah ke Indonesia,” pungkas Ayana Moon.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close