Trending

Pilih pakai TKA China, Luhut: Warga lokal pendidikannya gak bagus

Sejak beberapa tahun terakhir, banyak tenaga kerja asing atau TKA yang ramai-ramai masuk ke Indonesia untuk bekerja. Terkait hal itu, Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan secara terbuka mengaku, saat ini, sejumlah perusahaan di Tanah Air memang membutuhkan tenaga serta ilmu pengetahuan mereka.

Dalam keterangannya di acara Sarasehan Virtual 100 Ekonom, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, penggunaan TKA asal China dalam proyek strategis nasional (PSN) sejatinya merupakan hal yang wajar. Dia berdalih, tenaga kerja lokal di kawasan proyek tersebut masih berpendidikan rendah. Sehingga, butuh bimbingan.

Baca juga: Luhut: Indonesia siap produksi komponen penting kendaraan listrik

“Kita lihat banyak daerah-daerah (penghasil sumber) mineral kita pendidikannya tidak ada yang bagus. Jadi, kalau ada banyak yang berteriak tidak pakai tenaga kerja kita, lah penduduk lokalnya saja pendidikannya enggak ada yang bagus. Misalnya saja matematikanya rendah,” ujar Luhut dikutip Kamis 17 September 2020.

Luhut Binsar Pandjaitan
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan Foto: Antara

Meski begitu, Luhut memastikan, saat ada TKA yang hendak mengelola sumber daya alam Indonesia, maka mereka diharuskan mematuhi sejumlah aturan. Pertama, wajib menggunakan perangkat kerja serta teknologi yang ramah lingkungan. Lalu yang kedua, harus menerapkan metode transfer ilmu, supaya warga lokal lebih teredukasi.

“Transfer teknologi, itu mimpi saja. Kita harus selalu bicara dengan orang luar, harus ada transfer teknologi. Enggak boleh dong dia hanya mau ambil saja,” tegasnya.

“Jadi, kita jangan mencari-cari kekurangan. Saya tentu tidak sempurna, di sini saya kurang. Tetapi yang saya lakukan ini menurut hemat saya dengan dibantu anak-anak muda di kantor saya ini, kita lakukan perhitungan betul-betul sangat baik sekali,” sambungnya.

Hasilnya sudah terlihat

Luhut mengklaim, seluruh proses yang telah dilaluinya itu menuai hasil yang cukup memuaskan. Salah satunya, proyek smelter di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara yang telah menunjukkan adanya perkembangan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.

“Kalau Anda tanya seperti di Konawe, itu bupatinya bilang sama saya, pertumbuhan ekonominya 9,2 persen sekarang. Lapangan kerja… semua (orang) di daerah itu (Konawe) kerja semua sekarang,” terangnya.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: Instagram @luhut_pandjaitan

Bukan hanya itu, sarana pendidikan tinggi juga dibangun di kawasan tersebut. Kini, sudah ada kampus Politeknik di wilayah Konawe. Harapannya, kualitas pendidikan masyarakat di sana bisa lebih ditingkatkan.

“Politeknik kami buat juga sekarang di sana, yang dulu tidak ada Politeknik. Sekarang kita perbaikin pendidikan SLTP, SMA-nya supaya bisa masuk Politeknik,” kata dia.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close