Trending

Pinangki dipecat tak hormat, ternyata masih nikmati uang negara

Pinangki Sirna Malasari resmi dipecat Jaksa Agung yang mengacu terhadap putusan hakim yang menyatakan jaksa wanita tersebut bersalah atas kasus gratifikasi dan korupsi uang negara. Dengan demikian putusan Jaksa Agung menyatakan Pinangki resmi dipecat tak hormat oleh institusi hukum negara tersebut.

Pemecatan tersebut diungkap diungkapkan Kapuspenkum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak dalam konferensi pers virtual. Atas keputusan tersebut statusnya sebagai Jaksa PNS, dengan demikian ditetapkan pula Pinangki tidak akan menerima gaji mulai 12 Agustus 2021.

Muslima Fest

“Pinangki selama ini berkedudukan sebagai seorang PNS dan sebagai juga jaksa dan berdasarkan putusan, karena terkait dengan yang bersangkutan pada tanggal 12 Agustus telah dilakukan pemberhentian sementara terhadap Pinangki. Dengan pemberhentian sementara sebagai PNS, otomatis jabatan Pinangki selaku Jaksa juga telah diberhentikan,” kata Leonard, Jumat (6/8/2021).

Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Dipecat tak hormat Pinangki masih meraskaan uang negara

Sebelum dinyatakan dipecat dan menjalani proses hukuman penjara wanita, Pinangki diketahui masih menikmati uang negara. Bukan dalam bentuk gaji, namun tunjangan yang diberikan Kejaksaan masih bisa dinikmatinya sebesar 50 persen.

Uang negara itu masih bisa dirasakan Pinangki meski dirinya sedang mendekam di dalam sel tahanan. Dijelaskan Leonard, sejak 12 Agustus 2020, sejak diberhentikan sementara sebagai PNS Otomatis tidak diberikan gaji. Namun Pinangki mendapatkan hak pemberhentian sementara sebesar 50 persen dari tunjangan selama diberlakukannya pemberhentian sementara itu.

“Dalam keputusan Jaksa Agung Nomor 164 Tahun 2020 juga memberhentikan sementara gaji terhadap Pinangki dan selanjutnya juga memberikan hak kepada Pinangki untuk memberikan uang pemberhentian sementara terhadap Pinangki sebesar 50 persen dari tunjangan yang didapat,” ungkap Leonard.

Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Terdakwa kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, mengikuti sidang perdana di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (23/9/2020). Foto: Antara/Muhammad Adimaja

Kini Pinangki telah dipecat dan otomatis tidak lagi mendapat uang pemberhentian sementara itu sebesar 50% dari tunjangannya. Semua fasilitas yang melekat pada Pinangki telah dilucuti.

“Untuk fasilitas-fasilitas negara yang ada pada Pinangki telah di… tidak dipegang oleh Pinangki lagi, sudah ditarik dari Pinangki,” imbuhnya.

Jaksa Pinangki
Jaksa Pinangki Photo: Istimewa

Diketahui, Pinangki telah dieksekusi ke Lapas Wanita Tangerang untuk menjalani vonis 4 tahun penjara. Pinangki dan jaksa penuntut umum tidak mengajukan kasasi sehingga kasusnya berkekuatan hukum tetap.

Dengan demikian baru bulan ini Pinangki secara resmi tidak akan merasakan uang negara yang sebelumnya masih diterimanya selama mendekam dalam penjara. Pinangki akan kembali menjalani hukuman dan tetap berada di dalam tahanan untuk mempertanggung jawabkan perbuatan melanggar hukum terkait gratifikasi atas kasus Djoko Tjandra.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close