Trending

Polisi pantau gerak-gerik saksi yang diduga bunuh Tuti-Amel, siapa?

Kepolisian Republik Indonesia atau Polri belakangan mulai turun tangan membantu Polres Subang dalam memecahkan kasus pembunuhan yang menewaskan Tuti Suhartini dan Amalia Mustika Sari di bagasi mobil mewah. Hasilnya, proses pemeriksaan menjadi lebih cepat dan terukur.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kasus yang terjadi di Desa Jalancagak, Subang, Jawa Barat tersebut merupakan pembunuhan berencana. Sehingga, pelaku bisa terancam hukuman berat.

“Kasus tindak pidana pembunuhan berencana ya, penyidik menyimpulkan kasus ini merupakan tindak pidana pembunuhan dan direncanakan. Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP,” ujar Kombes Ahmad, di kantornya yang berlokasi di Jakarta Selatan (Jaksel), Jumat 17 September 2021.

Brigjen Andi Rian tutun gunung kawal kasus pembunuhan Subang
Brigjen Andi Rian tutun gunung kawal kasus pembunuhan Subang. Foto Humas Polri

Dia menjelaskan, hal tersebut diketahui setelah penyidik melakukan analisis mendalam terhadap temuan yang dikumpulkan. Menurutnya, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi hingga mengecek rekaman CCTV di TKP.

“Penyidik sudah bekerja dengan menggunakan analisis-analisis. Analisis yang dilakukan dari pemeriksaan-pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Kemudian dilakukan analisis menggunakan CCTV. CCTV itu mengarah pada CCTV di mana beberapa kendaraan yang dilalui sehingga mendekat dengan TKP,” terangnya.

Kombes Ahmad menjabarkan, ada 55 CCTV yang diperiksa penyidik. CCTV tersebut tersebar dari Kota Bandung menuju TKP pembunuhan di Subang. Melalui rekaman itu, penyidik melihat kesesuaian antara keterangan-keterangan saksi dengan CCTV.

Dari kecocokan keterangan saksi dan rekaman CCTV, kata dia, penyidik menduga pelaku pembunuhan menggunakan mobil Avanza putih dan motor NMAX biru. Ramadhan menyebut hanya ada 26 unit tersebut yang tersebar di wilayah Subang.

“Dari kesesuaian itu, hanya sementara ini ada dugaan bahwa diduga pelaku menggunakan kendaraan jenis Avanza warna putih. Artinya, kalaupun dia pelaku, ada hubungannya dengan kejadian tersebut. Kemudian dengan satu kendaraan lagi adalah kendaraan sepeda motor NMAX warna biru,” tutur Ramadhan.

Polisi pantau saksi yang dicurigai pelaku pembunuhan Subang

Ramadhan mengatakan pelaku pembunuhan meninggalkan jejak di TKP berupa helm yang tertinggal. Nantinya, sampel DNA pada helm itu akan dicocokkan dengan DNA milik para calon tersangka.

“Ada beberapa barang bukti yang tertinggal, seperti helm. Di sana dari helm tersebut kita sudah mendapatkan sampel dari helm yang tertinggal. Tinggal kita mencari sampel pembanding dari orang-orang yang nanti akan diduga sebagai tersangka,” tegasnya.

Yosef beri kesaksian pada Kapolres. Foto: Ist.
Yosef beri kesaksian pada Kapolres. Foto: Ist.

Sejauh ini, dia memastikan, sudah ada saksi potensial yang diduga menjadi pelaku pembunuhan. Hanya saja, dia belum mau menyebut namanya.

“Mencari dan memeriksa saksi-saksi lain yang dinilai ada kaitannya dengan tindak pidana ini. Kemudian kita akan melakukan pengawasan intensif terhadap saksi potensial dan orang-orang lain yang diduga pelaku,” kata dia.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close