Trending

Polisi tangkap hampir 1.000 pendemo di Jakarta, 54 dibawa ke Wisma Atlet

Aksi demo menolak UU Cipta Kerja di Jakarta membuat aparat harus ekstra ketat melakukan pengawalan. Kericuhan yang terjadi di beberapa titik, membuat Polisi harus tangkap pendemo.

Bahkan, di Jakarta, hari ini Polda Metro Jaya mengaku menangkap hampir 1.000 orang.

Mereka semua terindikasi hendak melakukan kerusuhan, dan diidentifikasi merupakan bagian dari kelompok Anarko. Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Baca juga: Titik-titik demo di Jakarta yang masih memanas, sampai Kamis malam

Menariknya, kata Yusri, pendemo yang di-tangkap Polisi dari kelompok Anarko, merupakan warga yang datang dari berbagai wilayah di luar Jakarta.

“Kita lakukan kegiatan mengamankan hampir 1.000 orang, mereka adalah Anarko-anarko yang hendak melakukan kerusuhan. Mereka bukan buruh dan mahasiswa, itu pengangguran. Mereka ke sini naik kereta api, numpang truk. Saat diperiksa, pengangguran semuanya,” kata dia disitat Kompas TV, Kamis malam, 8 Oktober 2020.

Demo menolak Omnibus Law. Foto: Twitter.
Demo menolak Omnibus Law. Foto: Twitter.

Hal lain yang dia cermati, dari 800 lebih pendemo yang di-tangkap Polisi hari ini, dan 200 kemarin, sebanyak 54 orang terindikasi reaktif covid-19. Maka itu, dari hasil swab test yang dilakukan terhadap ratusan orang kemarin, puluhan orang reaktif itu kemudian langsung dibawa ke Wisma Atlet.

Halte TransJakarta dibakar

Yusri Yunus juga mengakui hingga kini masih ada sejumlah titik demo di Jakarta yang masih berlangsung. Dia juga mengamini insiden pembakaran Halte Bus TransJakarta di Bundaran HI dan Sarinah.

Namun demikian, kata dia, saat ini perlahan jumlah massa di sana mulai menurun.

“Sampai saat ini masih ada titik-titik penjagaan. Kita kerahkan 12.500 personel yang diturunkan di beberapa titik. Terjadi beberapa kerusuhan, namun kita tetap instruksikan ke anggota agar tetap humanis dan persuasif,” kata Yusri.

Demo rusuh di Jakarta. Foto: Antara/Sigid.
Demo rusuh di Jakarta. Foto: Antara/Sigid.

Adapun kasus pembakaran Halte Bus TransJakarta, hingga kini aparat masih melakukan penyelidikan terhadap siapa saja pelaku-pelaku perusuh.

“Tim penyelidik masih lakukan penyidikan, CCTV sudah kita ambil untuk melihat siapa saja yang berusaha melakukan kerusuhan. Kita masih dalami, mudah-mudahan dari tim penyidik sudah tahu siapa saja pelakunyua,” kata dia.

Dari pihak aparat, tercatat ada enam orang personel yang mengalami luka-luka. Satu di antaranya bahkan merupakan Polwan. Keenam Polisi itu, kata Yusri kini sudah dirawat di Rumah Sakit.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close