Trending

Politisi PKB ke Habib Rizieq: Ngaku ulama, turunan nabi, tapi bohong

Anggota DPR RI dari fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Luqman Hakim menyentil eks pentolan FPI, Habib Rizieq Shihab.

Sentilan tersebut dibuat oleh Luqman Hakim sebagai bentuk kritik atas Habib Rizieq yang sempat mengaku sehat kepada publik, padahal sebenarnya ia positif Covid-19.

Hal itu ditulis Luqman lewat akun Twitter miliknya seraya menyertakan artikel berita soal penuturan polisi yang menyebut bahwa Habib Rizieq sempat mengaku sehat padahal ia positif Covid-19.

Luqman menilai, pengakuan Rizieq yang menyebut dirinya sehat itu merupakan bentuk kebohongan yang dapat membahayakan nyawa umat.

Positif ngaku negatif, itu bohong dan membahayakan nyawa umat. Positif, meski OTG tetap berpotensi menulari orang lain,” tulis Luqman Hakim dikutip Rabu 13 Januari 2021.

Lebih lanjut, politisi PKB itu juga mengatakan bahwa tindakan Habib Rizieq yang demikian itu bisa membuat nama Islam dan habaib jadi rusak.

Ngaku ulama, turunan nabi, imam besar tapi bohong dan membahayakan nyawa banyak orang. Manusia macam ini bikin nama Islam dan habaib rusak. Jahat! #ulamabusuk,” tutupnya.

Cuitan Luqman Hakim soal HRS. Foto: Twitter
Cuitan Luqman Hakim soal HRS. Foto: Twitter

Habib Rizieq sempat positif Covid-19 tapi ngakunya sehat

Sebelumnya diketahui Habib Rizieq ternyata sempat positif Covid-19 namun ia mengaku sehat kepada publik. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Andi Rian Djajadi.

“Kan diketahui bahwa (Rizieq) sudah positif itu tanggal 25 November. Tapi di 26 November itu mereka ngomong tidak ada masalah, sehat walafiat tidak ada sakit apa pun. Disebarkan melalui Front TV,” kata dia disitat Okezone.

Lebih lanjut, sejumlah tersangka dalam perkara ini disebut menyembunyikan kondisi asli Habib Rizieq pada waktu itu dengan membuat pernyataan yang tak sesuai.

Habib Rizieq
Habib Rizieq dalam dialog Reuni 212. Foto Front TV

Pihak RS UMMI, kata Andi, juga turut menyebarkan pernyataan tidak sesuai terkait kondisi Habib Rizieq sebenarnya. Maka itu, para tersangka dijerat pasal penyebaran berita bohong.

“Kan khusus untuk Rizieq dia lewat Front TV, sementara untuk RS UMMI kan ditanya sama media tuh waktu itu ada konferensi pers gitu,” pungkasnya.

Habib Rizieq dan menantunya, Hanif Alatas beserta Dirut RS UMMI, Andi Tatat ditetapkan polisi sebagai tersangka. Kasus ini bermula dari laporan Satgas Covid-19 Bogor terhadap RS UMMI yang dinilai telah menghalangi atau menghambat penanganan penyakit menular terkait hasil tes swab Habib Rizieq.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close