Trending

PPKM Jokowi mencla-mencle, politisi Demokrat ingatkan manusia mati tak bisa dihidupkan lagi!

Politisi Partai Demokrat, Rachland Nashidik mengaku geram dengan kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) yang diberlakukan Presiden Jokowi lantaran kerap berganti nama.

Pernyataan itu diungkapkan Rachland dalam tulisannya di Rmol dengan tajuk ‘PPKM: Kegilaan Level 4’.

Awal mulanya, Rachland menyinggung soal kalimat populer dari novel milik Rita Mae Brown yang berbunyi “INSANITY is doing the same thing over and over again, but expecting different results (Melakukan hal yang sama berulang-ulang, tapi mengharap hasil berbeda, adalah kegilaan)”.

Ilustrasi PPKM Darurat. Foto: Suara
Ilustrasi PPKM Darurat. Foto: Suara | PPKM Jokowi mencla-mencle, politisi Demokrat ingatkan manusia mati tak bisa dihidupkan lagi

Dengan adanya penggalan kalimat populer itu, Rachland mengaku teringat dengan pengumuman pemerintah yang memutuskan untuk memperpanjang PPKM untuk ke empat kalinya.

Dia pun menyorot soal kebijakan serupa yang sudah berganti nama sebanyak tujuh kali.

Adapun kebijakan Jokowi sejak awal pandemi Covid-19 di mulai dari PSSB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), Pembatasan Sosial Berskala Mikro atau Kecil (PSBM/PSBK), Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS), hingga PPKM.

“Jokowi terus mengubah-ubah nama kebijakan. Dari PSBB, PSBB transisi, PSBB ketat, Pembatasan Sosial Berskala Mikro atau Kecil (PSBM/PSBK), Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS), PPKM Darurat, hingga kini: PPKM Level 4. Tujuh nama berbeda untuk kebijakan serupa,” kata Rachland dalam tulisan tersebut, dikutip Hops pada Rabu, 4 Agustus 2021.

Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Foto: Twitter
Politikus Partai Demokrat, Rachland Nashidik. Foto: Twitter

Rachland juga menilai bahwa perubahan berbagai kebijakan Jokowi tersebut tak membawa hasil yang menggembirakan. Sebab, Presiden Jokowi dinilai seakan tak pernah belajar dari pengalaman atau kesalahannya sendiri.

“Tujuh kali kebijakan berganti nama, selalu ada hal-hal yang terus menerus sama,” ujarnya.

Padahal Rachland mengatakan, para ekonom sejak awal pandemi Covid-19 melanda sudah menyerukan untuk menyelamatkan manusia terlebih dahulu.

Terlebih kerusakan ekonomi sebenarnya masih bisa diperbaiki, sedangkan nyawa manusia yang meninggal tak bisa dihidupkan kembali.

“Padahal, nun ke belakang di awal pandemi, bahkan para ekonom sudah bernubuat: selamatkanlah manusia lebih dulu!,” tuturnya.

“Kerusakan ekonomi bisa diperbaiki. Manusia mati tak bisa dihidupkan lagi. Semakin lama pandemi tak ditangani sepenuh hati, semakin ia akan tak terkendali. Akibatnya, akan semakin lama dan sulit ekonomi diperbaiki,” imbuh Rachland.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close