Trending

Dua prajurit TNI homoseks, surat telegram larangan LGBT terbit

Terkait pemberitaan tentang pemecatan Praka P sebagai prajurit TNI homoseks dengan prajurit lainnya oleh Pengadilan Militer II-10 Semarang, Kodam IV Diponegoro merespons dengan kirim surat telegram ke prajurit aktif untuk larangan LGBT dan perbuatan asusila.

Kapendam IV/Diponegoro Kolonel Kav Susanto menjelaskan Kodam IV/Diponegoro telah melakukan tindakan preventif sejak proses seleksi menjadi prajurit dengan melakukan screening dan tes mental ideologi.

Hal ini dilakukan untuk memastikan para calon prajurit memiliki tingkat kesehatan jiwa dan psikologi yang baik dan sehat.

Baca juga:Polisi bongkar isi WA grup KAMI: Jarah toko China, preman libatkan

Telegram larangan LGBT

Ilustrasi prajurit TNI. Foto: Antara
Ilustrasi prajurit TNI. Foto: Antara

Tidak hanya itu, Kodam IV/Diponegoro telah menerbitkan Surat Telegram untuk prajurit aktif tentang pelarangan perbuatan asusila dan LGBT.

“Di samping itu secara rutin setiap Satuan Jajaran Kodam IV/Diponegoro mulai dari Satuan Bawah hingga Satuan Atas melakukan Bintal fungsi Komando yaitu ceramah rohani yang disampaikan sebagai wahana untuk memelihara dan meningkatkan kualitas mental spiritual, ideologi dan kejuangan prajurit,” ujar Kolonel Kav Susanto dalam keterangannya dikutip HOPS, Jumat 16 Oktober 2020.

Bahkan setiap pelaksanaan apel atau jam komandan diberikan penekanan tentang doktrin keprajuritan yaitu Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Tentunya bagi setiap pelanggaran disiplin sekecil apapun itu akan diberikan tindakan tegas.

Dengan demikian, kata Kolonel Kav Susanto, sudah cukup pemahaman yang diberikan bagi setiap prajurit untuk selalu berusaha berbuat yang terbaik serta melakukan evaluasi dan instrospeksi diri berkaitan dengan tugas-tugas yang telah dijalankan guna perbaikan di masa depan. Sehingga prajurit Kodam IV/Diponegoro mampu berfikir dan bertindak secara bijak dan tidak kehilangan arah.

Kapendam mengatakan sebagai prajurit sejati sudah tentu selalu memegang teguh prinsip profesionalitas dan hidup sederhana dalam setiap pengabdian kepada bangsa dan Negara. Disamping itu setiap prajurit juga harus berdisiplin dan taat aturan dalam setiap penugasan.

Awal mula prajurit TNI homoseks

Upacara Pemberangkatan Pasukan Garuda ke Kongo
Anggota Pasukan Garuda dalam Satgas Kompi Zeni TNI Konga XX-Q MONUSCO. Foto Antara/Asprilla Dwi Adha/aww.

Ketertarikan Praka P terhadap pria mulai muncul pada 2017. Dikutip dari Terkini.id—jaringan Suara.com, dia berkenalan dengan sesama prajurit TNI, Pratu M, lewat Instagram. Setelahnya, keduanya membuat janji temu.

Baca juga: TNI berani, ayo Polri bongkar LGBT jenderal bintang dua

Praka P lalu mengajak juniornya itu ke asrama dan melakukan hubungan intim sesama pria atau homoseksual. Setelah itu, Praka P ditugaskan ke Lebanon. Sepulangnya dari dinas, dia kembali menghubungi Pratu M.

Keduanya kembali bertemu lalu menuju hotel di daerah Ungaran, Semarang. Di sana, hubungan intim kembali terjadi. Pimpinan TNI yang mengetahui geliat tidak normal prajuritnya tersebut segera memeriksa Praka P. Akhirnya Praka P diadili atas perbuatan homoseksualnya.

Peradilan menyebut perilaku tersebut perlu ditindak tegas. “Sehingga perbuatan Terdakwa sangat bertentangan dengan aturan hukum dan perundang-undangan serta ketentuan norma agama, sehingga harus diberikan tindakan tegas,” terang putusan majelis.

Dalam dakwaannya, Praka P didakwa melanggar Pasal 103 ayat 1 KUHP Militer, yaitu tidak menaati perintah dinas Adapun perintah yang harus ditaati oleh prajurit TNI, di antaranya larangan melakukan hubungan seksual dengan sesama jenis (homoseksual/lesbian), persetubuhan di luar nikah yang sah, hidup bersama dengan wanita/pria tanpa dasar perkawinan yang sah.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close