Trending

Saat prajurit TNI ambil hati demonstran Omnibus Law

Demonstrasi menolak UU Cipta Kerja atau Omnibus Law terjadi di berbagai kota. Massa aksi buruh dan mahasiswa berhadapan dengan polisi yang mengamankan aksi unjuk rasa. Nah selain polisi, TNI juga turut berjaga-jaga di tengah massa aksi. Malahan prajurit TNI berusaha membaur dengan massa aksi, hasilnya prajurit TNI ambil hati demonstran Omnibus Law.

Dalam beberapa momen, aparat TNI menjadi peredam emosi dari para massa aksi.

Malahan sebagian massa aksi menyambut datangnya prajurit TNI dengan yel-yel. Massa aksi cenderung menerima prajurit TNI dibanding polisi.

Baca juga: Tuai pujian, momen haru prajurit TNI bantu mahasiswa kerjain tugas saat demo

Membaur dengan demonstran

Babinda Kodim Pekalongan bersama massa aksi
Babinda Kodim Pekalongan bersama massa aksi. Foto Instagram @infokomando/Kodim Pekalongan

Momen prajurit TNI membaur dengan massa aksi tersaji dalam unjuk rasa menolak Omnibus law di depan gedung DPRD Kota Pekalongan, Jawa tengah.

Terihat para Babinsa Kodim 0710/Pekalongan berbincang dengan demonstran, dengan santai sambil duduk-duduk di jalanan.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan dan Kapolres Kota Pekalongan, AKBP Egy Andrian Suez mengajak demonstran tetap tertib dan damai menyampaikan aspirasi Omnibus Law mereka.

Adem gak sobat Hopers lihat yang beginian.

Salat berjamaah

Prajurit TNI salat jamaah dengan demonstran
Prajurit TNI salat jamaah dengan demonstran. Foto Instagram @infokomando

Prajurit TNI juga membaur dengan massa aksi di Monas, Jakarta Pusat. Sebuah foto menunjukkan prajurit TNI melaksanakan salat jamaah di jalanan aspal silang Monas.

Pulangkan demonstran

View this post on Instagram

A post shared by Puspen TNI (@puspentni)

Di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, marinir TNI AL memfasilitasi kepulangan para demonstran yanag menolak Omnibus Law.

Marinir menyediakan truk untuk memulangkan mahasiswa ke kampus dan rumah mereka masing-masing.

Titip merah putih

Aksi emak-emak titip bendera merah putih ke prajurit. Foto: Instagram
Aksi emak-emak titip bendera merah putih ke prajurit. Foto: Instagram

Momen adem juga terlihat saat buruh yang demonstrasi di depan gedung DPR Senayan Kamis 8 Oktober 2020.

Seorang buruh perempuan bernama, Eva berlari sambil nangis memberikan bendera merah Putih kepada prajurit TNI yang mengamankan gedung parlemen.

Dalam momen tersebut, Eva menegaskan dia datang menyuarakan aspirasi dengan damai tidak anarkis.

Eva bersama kawan buuruh lainnya mengaku datang pagi ke gedung parlemen untuk menyuarakan aspirasi menolak Omnibus Law.

Untuk memberikan bendera merah putih, Eva yang merupakan buruh pergudangan bandara ternyata nekat menyerangi tol Dalam Kota.

Eva menyampaikan cuma percaya para peajurit TNI. Makanya dia membawa bendera Merah Putih untuk diberikan prajurit TNI untuk menjaga Indonesia.

“Saya tidak Anarkis Saya tidak bakar-bakar saya jalan kaki dari pagi bersama teman-teman. Saya hanya percaya sama bapak TNI, saya cuma mau antar Ini (bendera merah putih ) Bapak bisa menjaganya dan semua rakyat bapak yang ada di sini,” ujarnya sambil menangis.

Rawat demonstran

Prajurit TNI menjadi pelindung bagi demonstran di Malang.Dampak kerusuhan demo tolak UU Omnibuslow di DPRD Malang, sejumlah pendemo yang mengalami luka kemudian dilarikan ke Markas TNI yang tidak jauh dari lokasi kerusuhan.

Prajurit TNI yang bersiaga disekitaran pagar kemudian memberikan akses masuk bagi pendemo yang mengalami luka.

Mereka kemudian ditangani oleh sejumlah petugas medis dari satuan Rindam V/Brawijaya yang siaga di ruang penjagaan.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close