Trending

Prajurit TNI nangis di Mapolres, tangan anaknya putus: Tolong bapak pimpinan TNI…

Prajurit TNI Serda Lili Muhammad Ginting menangis di depan Mapolres Pematangsiantar, Senin 11 Januari 2021. Serda Lili tak kuasa menangis, memohon keadilan bagi anaknya yang tangan kirinya putus akibat kecelakaan kerja 8 bulan lalu. Prajurit TNI nangis itu minta pihak yang bersalah dihukum dan diadili.

Serda Lili memohon pimpinan Polri dan TNI untuk peduli dengan keadilan anaknya, Teguh Syahputra Ginting (20 tahun). Serda Lili sampai memohon menangis sebab pengusutan kasusnya berjalan lambat. Dia menginginkan dan menuntut keadilan bagi putranya tersebut.

Prajurit TNI nangis, tangan anak putus tolong kami bapak

Serda Lili Muhammad Ginting menangisi kasus anaknya
Serda Lili Muhammad Ginting menangisi kasus anaknya. Foto Instagram @infokomando

Sambil menangis, Serda Lili memohon atensi dari pimpinan TNI untuk memperhatikan kasus dan nasib yang dialami anaknya yang jadi korban kecelakaan kerja di PT Agung Beton.

Sambil menangis meminta keadilan di depan Mapolres Pematangsiantar, Serda Lili membuka lengan kaos kiri yang dikenakan Teguh. Saat dibuka, terlihat tangan Teguh sudah diamputasi akibat kecelakaan kerja pada mesin conveyor di PT Agung Beton.

“Tolong saya Bapak, saya hanya ingin menuntut keadilan bapak, yang terjadi kepada anak saya sehingga tangannya terputus,” kata prajurit TNI nangis itu dikutip dari akun Instagram @infokomando, Selasa 12 Januari 2021.

Serda Lili pun meminta perhatian dari pimpinan di TNI untuk peduli dengan kasus yang menimpa anaknya tersebut. Kasusnya berjalan lambat setelah tangan anaknya terputus dan diamputasi sekitar 8 bulan lalu.

“Tolong bapak Pimpinan TNI Tolong kami bapak, yang terjadi kecelakaan Beton sudah delapan bulan belum ada juga tindak lanjutnya bapak,” katanya memohon.

Kehadiran Serda Lili mendampingi putranya di Polres Pematangsiantar ini dalam kaitan pemeriksaan Teguh sebagai saksi dan pemeriksaan lanjutan dalam kasus kecelakaan kerja tersebut.

Kronologi kecelakaan kerja

Mesin conveyor
Mesin conveyor. Foto Instagram @potech_conveyor

Kuasa hukum Teguh dan Serda Lili, Dedi Faisal menyampaikan kekecewaannya lantaran korban sudah beberapa kali diperiksa tapi tidak ada penyelesaian.

“Terkait pemeriksaan Teguh sudah menyampaikan saat ditanya apa yang mau disampaikan. Pertama terkait PT Agung Beton yang tidak melaksanakan keselamatan kerja, dibuktikan pada robek karet di konveyor bawah. Rusak selama sebulan, tetapi PT Agung Beton tidak memperbaiki,” kata Dedi.

Atas peristiwa itu, korban meminta pertanggungjawaban pimpinan perusahaan PT. Agung Beton yakni Teguh Juanda.
.
“Kemudian pada saat kejadian, itu bukan operator sebenarnya, melainkan asisten operator. Operator sebenarnya tidak jadi tersangka, berarti ada kelalaian yang dilakukan PT Agung Beton. Sebelumnya di Polres Pematangsiantar sudah dilaksanakan gelar perkara. Yang menjadi pertanyaan, ini gelar perkara apa lagi? Karena sebelumnya saat tersangka, sudah ada gelar perkara,” jelas Dedi.

Berkaitan dengan kasus ini, Kasat Reskrim Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto mengatakan, pemanggilan korban dilakukan untuk menggali keterangan guna melengkapi kekurangan berkas perkara.

loading...
Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close