Trending

Soal prank 2 T, Ade Armando: Prank ‘wajib gubernur seiman’ hancurkan bangsa

Ade Armando terlihat membela diri setelah muncul prank sumbangan 2 triliun dari Akidi Tio. Beberapa hari sebelumnya Ade Armando melalui konten di YouTube kagum dengan kedermawanan Akidi Tio. Nah kekinian, diduga sumbangan 2 triliun itu tak kunjung cair, Ade Armando berdalih nggak apa-apa sih kena prank 2 T, sebab nggak merugikan siapa-siapa.

Nah dalih Ade Armando itu kemudian dia kaitkan dengan aroma politik identitas gitu. Dia menyinggung mending kena prank 2 T dibanding kena prank politik identitas.

Prank 2 T dan prank wajib pilih gubernur seiman

Penyerahan simbolis sumbangan 2 triliun Akidi Tio. Foto Instagram @diskominfo_sumsel
Penyerahan simbolis sumbangan 2 triliun Akidi Tio. Foto Instagram @diskominfo_sumsel

Seiring publik menyangsikan sumbangan 2 T Akidi Tio dan diduga hoax karena tak kunjung cair duitnya, Ade Armando merespons dengan meme lho di akun media sosialnya. Pegiat konten di Cokro TV itu berdalih prank 2 T nggak merugikan kok.

“Prank Rp 2 T sih tak merugikan siapa-siapa. Bandingkan dengan prank ‘wajib memilih gubernur seiman’ yang menghancurkan bangsa,” tulis meme yang dibuat Ade Armando di akun Twitternya.

Postingan Ade ini ramai dikomentari. Banyaknya sih menyindir Ade Armando yang kena prank sumbangan Akidi Tio. Apa nggak malu setelah faktanya duit 2 T nggak cair-cair.

“Ciee, ada yg malu ngaku klu dia udah malu kena prank. Jangan kasih kendor pak, banyak jalan buat sembunyiin malunya. Semangat pak ngelesnya. Eh, ngeles atau ngelawak ya. Hiahiahia,” balas akun @SayaAprianto.

Ada pula warganet yang balas postingan Ade ini dengan menunjukkan prank 11 ribu triliun dana Indonesia di luar negeri yang pernah disampaikan Presiden Jokowi.

Nah dalam postingan selanjutnya, Ade ngakuin kena prank pengusaha Tionghoa, namun kan ada juga kok sumbangan pengusaha Tionghoa yang bener terealisasi. Ade malah membandingkan kontribusi pengusaha Tionghoa dan pengusaha pribumi.

“Memang sih ada prank. Tapi faktanya sih sumbangan pengusaha Tionghoa ya gede banget. Berita di bawah ini cuma satu peristiwa sumbangan di bulan Juli. Kalau mau kumulatif sejak awal Corona ya udah triliunan. Mudah2an pengusaha ‘pribumi’ ikut tergerak..,” tulis Ade soal sumbangan konglomerat dan Yayasan Tzu Chi 500 miliar.

Awalnya kagumi Akidi Tio

Ade Amando dalam siaran Cokro TV
Ade Amando dalam siaran Cokro TV. Foto tangkapan layar Cokro TV.

Sebelumnya di konten YouTube Cokro TV, Ade Armando kagum dan memuji niat mulia Akidi Tio sumbang 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Dia malah seakan menantang, pengusaha Tionghoa tuh sudah siap nyumbang gede, mana sumbangan kalian yang lain?

“Anda mungkin sudah dengar ya berita menggemparkan ini. Keluarga pengusaha Akidi Tio menyumbang 2 Triliun Rupiah untuk penanganan Covid -19 di Sumatra Selatan. Bukan 2 Miliar lho, Rp 2 Triliun Rupiah, uang semua, nggak pakai pasir!” Kata Ade di YouTube tersebut.

Dalam video itu, Ade menekankan betul soal kontribusi pengusaha asal Aceh itu yang merupakan keturunan Tionghoa. Sebab selama ini masih saja ada arus yang menjelek-jelekkan orang Tionghoa dan dilawankan dengan pribumi, kaum Islam radikal. Kebencian pada orang Tionghoa, kata Ade, dibumbui dengan narasi orang Tionghoa akan menguasai Indonesia.

“Karena itulah saya senang dengan teladan keluarga Akidi Tio. Ini jadi satu lagi tambahan contoh yang bisa saya gunakan untuk menantang kelompok-kelompok muslim pribumi yang suka sekali menjelekkan Tionghoa. Saya akan bilang, ini sumbangan pengusaha Tionghoa, mana sumbanganmu?” kata Ade.

Pengajar Universitas Indonesia itu mengatakan bukan cuma pengusaha Tionghoa saja yang menyumbang. Ade yakin kok, pengusaha muslim pribumi juga turun tangan membantu masyarakat.

“Tapi bukan di situ poin saya. Yang ingin saya tekankan adalah para pengusaha Tionghoa yang sering dihina-hina, difitnah dan dijadikan sasaran kebencian ini sebenarnya tidak layak untuk didiskriminasi semacam itu, karena mereka adalah sama merah putihnya dengan bangsa Indonesia yang lain,” katanya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close