Hot

Pria di Batam konon diculik makhluk gaib, ditemui pingsan di atas pohon

Percaya atau enggak, kejadian yang tidak bisa dijelaskan kadang terjadi di sekitar kita. Banyak yang kemudian mengaitkan kejadian tersebut dengan ulah makhluk gaib. Seperti yang baru saja dialami oleh seorang pria bernama Ketut Arya yang tinggal di Lombok.

Shincan, panggilan Ketut Arya diyakini sudah diculik makhluk gaib. Kejadian bermula saat Kamis, 2 Juli 2020. Saat malam Jumat itu, Shincan jajan di sekitar kampungnya. “Jam 7.15 Wita malam, Ketut Arya beli air aren di kampung sekitar. Setelah itu, dia kencing sebentar. Tiba-tiba dicari penjual air aren, dia sudah tidak ada,” ungkap Kepala Dusun Kuranji Nyoman Kantun kepada Lombok Post, dikutip Minggu, 5 Juli 2020.

Baca juga: Pengorbanan Denada demi kesembuhan anak, rela jual semua yang dimiliki

Penjual aren merasa curiga Shincan enggak kunjung muncul untuk mengambil pesanannya. Apalagi kendaraannya masih terparkir di tempat semula. Setelah satu jam mencari tanpa hasil, akhirnya si penjual melaporkan kejadian itu ke warga.

Gunakan Beleganjur

Penyisiran sudah dilakukan ke beberapa rumah tapi belum ada tanda-tanda Sinchan. Curiga ada hal ganjil, warga sepakat menggunakan alat musik gamelan yang biasa dikenal dengan Beleganjur.

Alat musik tabuh, beleganjur
Alat musik tabuh, beleganjur. Foto: Instagram

Beleganjur sering dipakai untuk mencari orang yang diyakini hilang diculik jin atau mahluk astral. “Karena orang hilang disembunyikan mahluk astral ini sudah sering terjadi di Kuranji. Bahkan anak saya saat berusia tujuh tahun juga pernah hilang seperti ini,” beber Nyoman Kantun.

Meski gamelan sudah ditabuh ditambah ratusan warga berteriak memanggil namanya, Shincan tak kunjung ditemukan. Dia dicari ke semua sudut kampung, sawah, hingga kebun sekitar dusun.

Ditemukan di atas pohon

Setelah mencari selama tiga jam, tim pencari sampai di kebun pohon aren. Di sinilah kejadian aneh terjadi. Tangga yang terbuat dari bambu tiba-tiba jatuh dari pohon. Di tengah kegelapan malam, warga kemudian menyorotkan senter ke arah pohon aren.

Di atas pohon setinggi sekira 8 meter itu, ditemukan tubuh manusia menggunakan baju kuning yang dipercaya sebagai ciri-ciri Ketut Arya. “Kondisinya duduk di pelepah pohon aren. Kalau orang normal duduk seperti itu harusnya dia jatuh,” tutur Kadus. Ketika ditemukan, dia dalam keadaan pingsan. Warga menggunakan empat buah tangga untuk menurunkan tubuh pria 20 tahun itu.

Evakuasi Ketut Arya dari atas pohon. Foto: Lombok Post

Posisi tubuhnya tak lazim, tapi anehnya dia tidak terjatuh. Karena pohon cukup tinggi, evakuasi berjalan selama 30 menit. “Baru berhasil diturunkan pelan-pelan. Setelah turun, Ketut Arya tak sadarkan diri beberapa jam,” timpal pamannya Tarbe.

Bertemu wanita cantik

Ketut Arya sendiri tidak mengingat persis kejadian yang menimpanya. Dia enggak sadar kalau sudah menghilang lalu dicari warga dengan gamelan. “Saya nggak sadar saat saya mau buang air kecil. Tiba-tiba ada wanita yang wajahnya nggak kelihatan hadap belakang,” tuturnya.

Setelah melihat wanita tersebut, ia memegang tangannya. Saat itu dia merasa tubuhnya tidak bisa digerakan. Setelah itu ia tak ingat apa-apa. Termasuk ketika ia berada di atas pohon, alumni SMAN 1 Lembar ini mengaku tak sadarkan diri.

Setelah kejadian aneh tersebut, dia merasa pegal di sekujur tubuh. Mengingat aktivitasnya belakangan, dia sadar kalau sering melamun. “Cuma memang beberapa hari sebelum kejadian ini, saya sering melamun,” tuturnya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close