Hobi

Ditopang produk dalam negeri, Suzuki lolos hadapi badai pandemi

Kondisi badai pandemi yang terjadi pada 2020 memukul industri otomotif dunia, tak terkecuali di dalam negeri. Turunnya daya beli konsumen 50 persen penjualan mobil, namun Suzuki justru bertahan berkat produk dalam negeri yang menopang badai pandemi.

Semua produsen mobil sangat merasakan dampaknya, dimana penurunan penjualan, pengurangan tenaga kerja hingga langkah inovasi di tengah pandemi dicari menjadi solusi. Kiat itulah yang juga dilakukan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) yang mampu bertahan cukup baik menghadapi gelombang pandemi yang terjadi tahun kemarin.

Secara simultan Suzuki menjadi salah satu produsen yang mampu bertahan secara baik dengan raihan wholesales 65,9 persen dan retail sales 70,4 persen sepanjang periode Januari-Desember 2020. Peningkatan tersebut terjadi dengan perbandingan raihan performa periode sama tahun sebelumnya.

Suzuki New Carry Luxury. Foto: Hops/MD
Suzuki New Carry Luxury. Foto: Hops/MD

Produk dalam negeri topang Suzuki saat badai pandemi

Salah satu kunci yang membuat raihan mobil Suzuki mampu bertahan di tengah badai pandemi yakni, sokongan dari deretan produk dalam negeri di Cikarang dan Tambun sebagai fasilitas produksi mobil Suzuki untuk tanah air dan mancanegara.

Dalam catatan resminya, produk dalam negeri Suzuki yang menopang dan menjadi kunci di tengah badai pandemi, mampu memberikan kontribusi sangat besar yakni 90 persen terhadap total penjualan mobil Suzuki sepanjang 2020.

“Kontribusi produk lokal Suzuki tahun 2020 sebesar 91,1% untuk wholesales dan 90,6% untuk retail sales. Fokus pada pengembangan dan pemasaran produk lokal ini juga bertujuan untuk mendukung pemulihan industri otomotif dalam negeri,” terang Donny Saputra, 4W Marketing Director PT SIS.

Tak heran jika produk dalam negeri terbilang laku di negeri sendiri, selain tak tergantungan atas suplai komponen luar negeri, harga yang ditawarkanpun sangat kompetitif dibanding mobil dengan kandungan lokal kecil.

Suzuki sendiri mencatatkan kendaraan produksi lokal yang berkontribusi paling tinggi pada penjualan tahun lalu adalah New Carry Pick Up dan XL7. Sepanjang 2020, wholesales New Carry Pick Up berkontribusi sebesar 57,6% sementara retail sales-nya berkontribusi 57,9% terhadap penjualan nasional Suzuki.

Untuk kendaraan penumpang, Extraordinary SUV Suzuki, yaitu XL7, menjadi kontributor terbesar dengan raihan 14,9% untuk wholesales dan 11,8% untuk retail sales. XL7 menjadi salah satu backbone penjualan Suzuki beriringan dengan All New Ertiga yang berkontribusi 11,4% pada wholesales dan 13,3% pada retail sales.

Suzuki all new Ertiga
Suzuki all new Ertiga Foto: Doc Suzuki

Produk dalam negeri laris di luar negeri

Pencapaian positif produk dalam negeri tak hanya berbicara di pasar otomotif nasional saja melainkan di pasar luar negeri.

Masa pandemi yang terjadi beberapa bulan lalu, membuat penjualan nasional terdampak besar penurunannya. Namun di pasar luar negeri, Suzuki masih mampu mencapai peningkatan penjualan eksport yang naik 22 persen, all new Ertiga masih menjadi jagoan paling laris di pasar luar negeri.

Berdasarkan data eksport yang dirilis PT Suzuki Indomobil Sales, belum ada model yang mampu menggantikan takhta Suzuki all new Ertiga sebagai model terlarisnya di pasar eksport selama kuartal pertama tahun ini.

Namun Suzuki APV yang belum memiliki pembaharuan harus tergeser oleh penjualan all new Carry yang baru saja diluncurkan beberapa bulan lalu. Perubahan dan pengembangan menjadi daya tarik pasar eksport untuk model Carry.

“All New Ertiga dan New Carry masih menjadi lini produk yang memberikan kontribusi tertinggi, disusul XL7 yang mendorong ekspor Suzuki tumbuh secara positif,” terang Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control PT SIM.

Selama Januari hingga Mei 2020, pertumbuhan ekspor mobil CBU Suzuki lebih tinggi 22% dibanding tahun sebelumnya. Hal ini membuat ekspor Suzuki secara keseluruhan tumbuh di saat neraca ekspor industri otomotif turun.

“Sebetulnya kami optimistis pertumbuhan ekspor mobil CBU Januari-Mei bisa lebih tinggi dari 22%. Tapi mengingat saat ini kita dihadapkan pada pandemi Covid-19 dan penurunan produktivitas dari berbagai sektor, angka itu adalah sebuah pencapaian positif.” Katanya.

Sepanjang  Januari sampai Mei 2020, jagoan ekspor CBU masih didominasi All New Ertiga yang menjadi kontributor terbesar, yaitu sebanyak 7.880 unit. Jika dilihat tahun lalu, sepanjang 2019 Suzuki Ertiga mampu membukukan penjualan di pasar eksport dengan total 27.318 unit

Peningkatan ekspor juga didukung oleh kontribusi New Carry sebanyak 3.339 unit di bawah Ertiga. Tak hanya itu, XL7 yang diluncurkan sebagai lini produk baru pada Februari lalu turut mendorong ekspor Suzuki dengan kontribusi sebanyak 2.169 unit. Tahun 2020 ini Suzuki akan mengekspor kendaraan ke lebih dari 50 negara di dunia.

Eksor Suzuki Ertiga
Eksor Suzuki Ertiga Foto: Doc Suzuki

International Monetary Fund (IMF) memperkirakan bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu bertahan dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap positif di tahun 2020 meski terpapar pandemi Covid-19. Hal ini didukung oleh data dari Kementrian Perindustrian yang menyatakan bahwa ekspor kendaraan roda empat CBU di Indonesia selama kuartal 1 2020 mencapai 87.879 unit.

“Terima kasih atas kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk Suzuki, terutama produk buatan dalam negeri. Dukungan dan kepercayaan masyarakat di tahun 2020 serta semangat keberadaan Suzuki yang telah mencapai 50 tahun di Indonesia semakin memotivasi kami untuk terus berkontribusi pada pemulihan industri otomotif Tanah Air,” tutup Donny.

Selain New Carry Pick Up, XL7, dan All New Ertiga, produk lainnya yaitu APV dan Karimun Wagon R juga merupakan produk buatan lokal yang berkontribusi pada penjualan Suzuki baik di dalam negeri maupun pasar ekspor.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close