Hot

Sosok manis Chelsie Monica si komentator catur curi perhatian: Kelas 3 SD ikut kejuaraan

Sosok Chelsie Monica langsung jadi sorotan setalah muncul sebagai salah satu komentator di podcast Deddy Corbuzier.

Chelsie kala itu memandu pertandingan catur antara Dewa Kipas vs Grand Master Wanita (WGM) Irene Kharisma, hari ini Senin 22 Maret 2021.

Didampingi Grand Master Sutanto Megaranto Chelsie menjadi komentator dalam pertandingan ekshibisi yang disiarkan secara langsung di Youtube Deddy Corbuzier tersebut.

Tak cuma kepandaiannya yang memukau, wajahnya yang manis membuat warganet kepincut. Apalagi ia juga terlihat piawai menjelaskan dalam duel itu.

GM Irene Sukandar vs Dewa Kipas. Foto: YouTube Deddy Corbuzier
GM Irene Sukandar vs Dewa Kipas. Foto: YouTube Deddy Corbuzier

Dalam waktu singkat, kolom komentar pun dipenuhi dengan rasa penasaran akan sosoknya. Ternyata ia pun seorang pecatur profesional.

Bagaimana latar belakang Chelsie dan kiprahnya di dunia pecaturan?

Dilansir Suara Senin 22 Maret 2021, Chelsie Monica Sihite lahir di Balikpapan pada 2 November 1995. Kecintaannya pada catur bermula kala ia melihat ayahnya yang sedang bermain dengan rekannya di rumah.

Dengan bekal melihat permainan ayahnya tersebut, Chelsie bisa mengikuti alur bermain dan jago. Lama kelamaan, ia makin jatuh hati.

Kariernya sendiri dimulai pada 2003. Kala itu, Chelsie mengikuti kejuaraan catur tingkat dasar. Setahun setelahnya, ia mulai ikut kejuaraan tingkat daerah hingga nasional dan mengikuti kejuaraan dunia pada 2005.

Tiga tahun setelahnya, Chelsie menjadi kampiun di World School Chess Championship di Singapura kemudian mendapatkan beasiswa di Sekolah Catur Utut Adianto, Bekasi.

Selanjutnya, prestasi demi prestasi berhasil direngkuh Chelsie. Pada 2012, ia mampu menaklukkan pecatur Rusia, WGM Aleksandra Goryachkina, pada babak ke sepuluh turnamen World Junior Chess Championship U-20 yang berlangsung di Athena, Yunani.

Chelsie Monica
Chelsie Monica foto: Instagram.

Bukan hanya itu, di tahun yang sama, Chelsie juga berhasil meraih norma WGM pertamanya di Olimpiade Catur ke-40 yang dihelat di Istanbul, Turki.

Tujuh tahun kemudian, Chelsie berhasil mendapatkan norma WGM keduanya di turnamen Japfa Women Grand Master 2019 di Yogyakarta.

Chelsea mendapatkan gelar Woman International Master (WIM) tanpa harus melalui tiga kali norma WIM pada ASEAN+ Age Group Chess Championship 2011 di Tarakan.

Untuk ukuran Olimpiade Catur sendiri, Chelsie sudah mengikutinya sebanyak lima kali, yakni Rusia (2010), Turki (2012), Norwegia (2014), Azerbaijan (2016), dan Georgia (2018).

Chelsie juga mempersembahkan medali perak untuk tim catur Indonesia di nomor individu putri pada Sea Games ke-30 yang digelar di Filipina, 2019 silam.

Pada Oktober 2020, Chelsie berpartisipasi di Asian Nations Women Online Cup. Ia membantu tim Indonesia sampai ke babak knockout dan kalah dari India di final.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close