Trending

Profil dan jejak Eneng Malianasari, politikus PSI nyesal terlahir sebagai Islam

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Eneng Malianasari sedang menjadi sorotan lho. Gara-garanya, politikus PSI yang duduk di DPRD DKI Jakarta itu menuliskan menyesal terlahir sebagai Islam.

Postingan itu menjadi kontroversi, sampai-sampai Eneng menghapus cuitan sensitif itu dan meminta maaf kepada publik atas pernyataan tersebut.

Postingan Eneng soal menyesal terlahir sebagai Islam ini merupakan bagian dari utasan cuitannya merespons penegakan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di masrkas DPP Front Pembela Islam (FPI).

Siapa sebenarnya politikus PSI yang akrab disapa Sis Milli?

Baca juga: Asal usul Hotman Paris disebut Gus Hotman, kaitannya sama Habib Rizieq

Darah muda PSI

Politikus PSI, Eneng Malianasari
Politikus PSI, Eneng Malianasari. Foto Instagram @milliyyaa

Eneng Malianasari atau akrab disapa Mili merupakan politikus muda lho. Mili lahir di Garut, 17 Januari 1987, artinya dia sudah menjadi anggota dewan pada usia 32 tahun.

Di DPRD DKI Jakarta, Mili duduk di Komisi B komisi perekonomian, yang membidangi perindustrian dan energi, kelautan dan pertanian, koperasi, usaha mikro, kecil dan menengah dan perdagangan, pariwisata dan kebudayaan, penanaman modal dan promosi, ketahanan pangan, perhubungan, perikanan, peternakan, ketenagakerjaan dan transmigrasi, pemberdayaan aset/kekayaan daerah, perusahaan daerah.

Di Komisi B tersebut, Mili menjabat anggota.

Mili duduk di DPRD DKI Jakarta dari daerah pemilihan 10 DKI Jakarta yang meliputi wilayah Grogol Petamburan, Kebon Jeruk, Kembangan, Pal Merah dan Taman Sari .

Dunia keragaman dan seni

Politikus PSI, Eneng Malianasari
Politikus PSI, Eneng Malianasari. Foto Instagram @milliyyaa

Pada 2009, dikutip dari Tirto, Mili lulus dari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN SGD) Bandung, jurusan Ilmu Dakwah dan Komunikasi.

Semasa kuliah mahasiswa ia aktif di pers mahasiswa SUAKA, berteater di Studi Teater Bandung (STB). Ia juga beberapa kali mengikuti magang di Padjajaran TV, TVRI Jawa Barat, dan radio streaming Voice of Bandung.

Sebelum menjadi politikus, Mili tumbuh dari aktivisme di organisasi non pemerintah alias LSM.

Setahun selepas lulus kuliah dan meraih gelar S.Sos, Mili bergabung dengan Serikat Jurnalis untuk Keberagaman (SEJUK) dan Aliansi Nasional Bhineka Tunggal Indonesia (ANBTI), sebuah LSM yang konsentrasi pada media dan isu keberagaman.

Mili tertarik dengan dunia seni. Ketertarikannya pada dunia seni, ia curahkan pada teater anak Studiohanafi. Bersama Studiohanafi, ia terlibat dalam program pembangunan ekosistem kesenian dan kebudayaan di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Lampung dan di Vida Bumipala, Bantar Gebang-Bekasi.

Kini, ia bersama tiga kawan tengah mengelola Galerikertas, sebuah galeri seni rupa yang bertujuan sebagai ruang re-generasi perupa muda di Indonesia.

Selain itu, dalam profil Instagramnya, Mili mendeksripsikan dirinya sebagai blogger lifestyle dan seorang pengentusias kecantikan.

Motivasi jadi politikus

Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Eneng Malianasari
Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Eneng Malianasari. Foto jakarta.psi.id

Dikutip dari Tirto, Motivasi Mili mencalonkan jadi anggota legislatif DPRD DKI Jakarta yaitu mengambil peran/bagian untuk membangun pariwisata dan melestarikan kebudayaan Jakarta, Mengelola perempuan berdaya dan mendorong partisipasi para perempuan dengan dukungan keluarga.

Sasarannya adalah dengan memberikan kemudahan akses ruang kebudayaan yang bisa diakses oleh publik seni dan budaya. (1 Kecamatan 1 gedung kesenian yang bisa diakses gratis oleh publik).

Untuk mencapainya, Mili meyakini berkolaborasi dengan LSM yang konsen pada isu-isu perempuan untuk memberikan pendidikan gender, kepemimpinan dan kemandirian ekonomi. Selain itu, membangun fasilitas publik untuk perempuan: ruang laktasi (1 pasar 1 laktasi).

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close