Trending

Profil Martinus Sinurat, anggota TNI AD yang ditembak polisi: Masih lajang, umur belum 30

Penembakan yang dilakukan Bripka Cornelius Siahaan (CS) di RM Cafe, Cengkareng menewaskan tiga orang, termasuk satu prajurit TNI AD menggemparkan publik.

Belakangan diketahui, prajurit TNI AD yang tewas akibat ditembak oleh Bripka CS adalah Prajurit Satu (Pratu) Martinus Riski Kardo Sinurat (MRKS).

Pratu Martinus Sinurat sendiri diketahui tergabung dalam anggota pasukan elite dari Kawal Denma Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).

Pratu Martinus Sinurat, anggota TNI AD yang tewas ditembak polisi Bripka CS. Foto: Indozone
Pratu Martinus Sinurat, anggota TNI AD yang tewas ditembak polisi Bripka CS. Foto: Indozone

Profil sosok Pratu Martinus Sinurat pun terungkap. Melansir laman Gelora pada Kamis, 25 Februari 2021, Pratu Martinus lahir di Padang Sidempuan, 3 Maret 1991. Ia berumur 29 tahun dan baru akan merayakan ulang tahunnya yang ke-30 pada Rabu pekan depan.

Selain itu, diketahui Pratu Martinus Sinurat juga masih lajang alias belum menikah. Mengutip Indozone, berdasarkan alamat di KTP-nya, Martinus beralamat di Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta. Sementara itu, menurut data pada SIM C-nya, Martinus beralamat di Asmil Yonif 412 Pangenrejo RT 1 RW 1 Purworejo.

Pratu Martinus sendiri bertugas menjaga RM Cafe, tempatnya tewas terkena timah panas dari Bripka Cornelius.

Penembakan brutal Bripka Cornelius tewaskan Martinus Sinurat

Seperti diwartakan sebelumnya, salah satu anggota Polsek Kalideres, Bripka Cornelius Siahaan melakukan penambakan a la koboi di RM Cafe, Cengkareng.

Hal itu ia lakukan usai cekcok dengan sejumlah pegawai kafe. Mulanya, sekitar pukul 04.00 pagi WIB, Bripka CS ditagih bill pembayaran usai ia minum-minum alkohol di kafe tersebut.

Tagihan yang sebesar Rp3,3 juta dinilai Bripka CS terlalu mahal. Ia pun ogah membayar tagihan tersebut dan terlibat cek cok.

Bripka Cornelius
Bripka Cornelius foto: Suara.

Pratu Martinus, anggota TNI AD yang juga ditugaskan berjaga di kafe tersebut lantas mendatangi Bripka CS untuk menegurnya. Sempat cek cok, tiba-tiba Bripka CS mengeluarkan senjata api dan menembakkannya kepada tiga korban secara bergantian.

Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan dijemput temannya dengan menggunakan mobil. Dalam laporan, Bripka CS disebut melakukan aksinya itu dalam keadaan mabuk.

Dua pegawai kafe tewas, dan satu anggota TNI AD juga tewas. Sementara satu orang lainnya luka-luka dan mendapat perawatan.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close