Trending

Sah! PSBB mulai berlaku, Jakarta bakal lumpuh?

Kasus COVID-19 yang makin bertambah di Jakarta memicu diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. Hal ini demi memutus penyebaran virus corona. Langkah selanjutnya, Gubernur DKI Jakarta wajib melaksanakannya sesuai PP Nomor 21 tahun 2020 tentang PSBB Dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Lalu apakah ini berarti Jakarta bakal lumpuh?

Soal PSBB dijelaskan dalam Pasal 1 Permenkes RI Nomor 9 Tahun 2020. Dimaknai sebagai pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam wilayah yang diduga terjangkit COVID-19 untuk mencegah penyebaran virus.

Jakarta
Jakarta. Photo by Muhammad Rizki on Unsplash

Baca juga: Sederet masalah akibat Covid-19, mulai THR sampai IHSG terjun bebas

PSBB liputi 6 hal

Pelaksanaan PSBB secara lengkap diatur dalam Pasal 13 yang terdiri dari 11 ayat, dikutip dari Suara.com.

Peliburan sekolah dan tempat kerja. Tapi peraturan enggak berlaku bagi instansi yang memberikan pelayanan serta kebutuhan dasar lain seperti pangan, kesehatan, keuangan dan BBM.

Pembatasan kegiatan keagamaan. Acara keagamaan massal di tempat umum akan dibatasi. Hal itu berpedoman pada peraturan perundangan dan fatwa dari lembaga keagamaan resmi. Warga masih boleh beribadah di dalam rumah bersama keluarga terbatas sambil menjaga jarak.

Pembatasan kegiatan di tempat umum. Warga wajib hindari kerumunan dan tetap menjalankan physical distancing.

Pembatasan kegiatan sosial budaya. Hal ini berpedoman pada protokol dan peraturan perundang-undangan serta aturan dari lembaga adat resmi.

Pembatasan moda transportasi tertentu. Aturan tidak berlaku untuk transportasi umum atau pribadi dengan memperhatikan jumlah penumpang dan phisical distancing. Transportasi barang masih diperbolehkan beroperasi.

Pembatasan kegiatan lain yang menyangkut aspek pertahanan dan keamanan. Kegiatan untuk menegakkan kedaulatan dan melindungi bangsa tidak dibatasi dengan membatasi kerumunan.

Stasiun kereta KRL
Stasiun kereta KRL. Photo by Zep Nurdiman on Unsplash

Akses kendaraan belum dibatasi

Banyak kegiatan dibatasi, muncul kekhawatiran Jakarta bakal lumpuh. Apalagi mobilitas warga Jakarta masih cukup tinggi.

Meski begitu, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya memastikan enggak ada pembatasan akses masuk atau keluar Jakarta. Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo menyebut Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tidak menyoal pembatasan akses masuk atau keluar wilayah.

“Permenkes tidak menyebutkan pembatasan akses keluar-masuk wilayah, hanya pembatasan jumlah penumpang,” kata Sambodo saat dikonfirmasi, Selasa 7 April 2020, dikutip dari Suara.com.

Dirlantas masih menunggu keputusan resmi dari Pemprov DKI. “Kami masih nunggu hitam di atas putih. Kami masih menunggu nanti detailnya seperti apa,” katanya.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close