Trending

Tanggapi Puan Maharani, UAS: Masyarakat Sumbar paling pancasilais

Ustaz Abdul Somad atau UAS turut merespons heboh pernyataan Puan Maharani yang berharap masyarakat Sumatera Barat lebih pancasilais. Penceramah agama mengatakan masyarakat Sumatera Barat sudah pancasilais kok.

Menurut pandangan UAS, justru masyarakat Sumatera Barat dan Minangkabau adalah masyarakat yang paling mengerti dan menjiwai Pancasila.

Baca juga: PKS desak Puan segera cabut ucapannya, bisa lukai rakyat Minang

“Masyarakat Sumbar masyarakat yang paling beradat, masyarakat yang paling beragama dan paling Pancasilais,” ujar UAS di depan massa yang menyemut di KPU Bukittinggi pada Minggu 6 September 2020 dikutip dari Minangkabau News, jaringan Suara.

Dukung sahabat maju walikota

Ustaz Abdul Somad. Foto: Dok Antara.
Ustaz Abdul Somad. Foto: Dok Antara.

Pernyataan UAS itu disampaikan di sela-sela menghadiri pendaftaran sahabat UAS, Erman Safar yang mencalonkan diri menjadi Wali Kota Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kehadiran UAS memicu massa yang cukup banyak ketika arak-arakan Erman Safar-Marfendi dari Lapangan Kantin Bukittinggi via Jam Gadang, Pasar Atas sampai Kantor KPU Bukittinggi.

Baca juga: Ini dia tokoh pemicu pembakaran Alquran di Swedia dan Norwegia

Karena sadar kerumunan massa tidak dianjurkan di masa pandemi, UAS mencoba meminta massa untuk bubar dengan tertib. UAS menghargai massa yang datang secara spontan.

UAS mengajak kepada massa untuk tertib mematuhi ketentuan protokol kesehatan.

“Untuk mematuhi protokol kesehatan, kita tunjukkan kita orang yang mengerti dah beradab. Mari kita sama-sama pulang ke rumah,” kata UAS.

Puan Maharani UAS dan PDIP absen

Sejumlah kader Partai PDI Perjuangan melakukan aksi unjuk rasa dengan mengibarkan bendera di halaman Polres Bogor, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (26/6/2020).
Bendera PDIP. Foto: Antara

Dampaka dari pernyatan Puan Maharani, PDIP akhirnya terpaksa absen dari Pilgub Sumatera Barat.

Sebab calon gubernur dan wakil gubernur yang PDIP usung, Mulyadi-Ali Mukhni mengembalikan mandat dan surat rekomendasi dukungan partai berlambang kepala banteng itu.

Calon kepala daerah itu menyatakan dalam video yang beredar, pernyataan Puan meresahkan masyarakat Sumatera Barat dan akhirnya pasangan tersebut menimbang untuk mengembalikan mandat dukungan dari PDIP.

Baca juga: Semakin panas, kini Henry Subiakto sebut agama Rocky Gerung tak jelas

Padahal pasangan tersebut sudah dideklarasikan oleh PDIP dalam pengumuman calon kepala daerah secara virtual.

Ketua DPD PDIP Sumbar Alex Indra menjelaskan masih menunggu instruksi dari DPP PDI Perjuangan.

Dia mengatakan proses tahapan Pilgub Sumbar 2020 sudah dimulai sejak tahun lalu. Lanjutnya, proses itu sempat tertunda akibat pandemi sehingga sudah melalui waktu dan tahapan yang sangat panjang.

Dia mengatakan, proses di internal partai dimulai saat para calon mendaftar. Partai, sambung dia, kemudian mempelajari secara seksama antara lain rekam jejak, elektabilitas yang diukur dengan metode survei sebelum diambilkan keputusan.

Dia melanjutkan, PDIP akhirnya memberikan rekomendasi kepada pasangan Mulyadi-Ali Mukhni sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Sumbar. Dia mengatakan, keputusan ini menunjukan bagaimana PDIP benar-benar melakukan seleksi calon secara objektif karena meskipun keduanya merupakan kader Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

Dia mengatakan, DPD Sumbar saat ini tengah menunggu instruksi selanjutnya dari DPP PDIP terkait langkah mereka dalam Pilkada tingkat provinsi di Sumbar. Dia meminta kader PDIP untuk tetap menjalankan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close