Unik

Mau Puasa Arafah esok hari? Ini panduan niatnya

Puasa Arafah termasuk salah satu puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Puasa ini jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu hari ketika jamaah haji sedang melaksanakan wuquf di Arafah.

Dilansir dari NU Online, puasa ini sangat dianjurkan bagi mereka yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.  Puasa ini memiliki keutamaan begitu besar.

Oleh karenanya para ulama memasukkan puasa ini ke dalam puasa sunnah yang sangat dianjurkan (muakkad).

Rasulullah SAW bersabda dalam riwayat Muslim: 

 صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية  

Artinya, “Puasa hari Arafah dapat menghapus dosa dua tahun yang telah lalu dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapus dosa setahun yang lalu,” (HR Muslim).  

Ilustrasi Puasa. Foto: CNN
Ilustrasi Puasa. Foto: CNN

Mereka yang ingin berpuasa di tanggal 9 Dzulhijjah ini dianjurkan untuk melafalkan niat di malam harinya. Berikut ini lafal niatnya:

   نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ يَوْمِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah esok hari karena Allah SWT.”  

Orang yang ingin berpuasa di siang hari tetapi tidak sempat melafalkan niat dan berniat puasa di malam harinya boleh menyusul pelafalan niat dan memasang niat sunnah seketika itu juga.

Kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib. Untuk puasa sunnah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh hingga gelincir matahari atau Zuhur.  

Berikut ini lafal niat di siang hari:   نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا اليَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ عَرَفَةَ لِلهِ تَعَالَى 

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnati Arafah lillâhi ta‘âlâ.  

Artinya, “Aku berniat puasa sunnah Arafah hari ini karena Allah SWT.”

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close