Trending

Colong start Pilpres, publik balas sindiran Puan ke Ganjar: Pemimpin bukan di medsos, tapi baliho!

Beberapa waktu lalu publik sempat dihebohkan dengan sindiran dari Ketua DPP PDIP Puan Maharani kepada kadernya yang punya elektabilitas melejit, yakni Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Seakan membalas sindirian tersebut, kini publik turut mengomentari soal baliho Puan Maharani yang dianggap sebagai langkah awalnya calonkan diri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Sebagaimana kicauan yang dilontarkan oleh akun jejaring media sosial Twitter @Napen21. Melalui cuitan dan sebuah foto yang diunggah, dia menyindir pernyataan Puan beberapa waktu lalu yang mengkritisi sikap Ganjar terlalu aktif di jejaring media sosial.

Kemudian terlihat dalam foto yang diunggah, sebuah baliho berisikan sosok putri dari Megawati Soekarnoputri yakni Puan Maharni sedang berdiri di sebuah podium dan memakai baju merah.

Pemimpin itu bukan yang ada di media sosial tapi yang ada di baliho,” sindir akun tersebut dalam tweet-nya, dikutip Hops pada Selasa, 15 Juni 2021.

Baliho Puan Maharani. Foto: Twitter
Baliho Puan Maharani. Foto: Twitter | Colong start Pilpres, publik balas sindiran Puan ke Ganjar soal baliho

Sontak postingan tersebut diserbu berbagai komentar oleh warganet lain. Beberapa di antaranya juga ikut mengkritisi Puan.

Hari gini masih pasang baliho. Udah enggak zamannya alias jdul #kerjacerdas,” balas akun @Daryantosing883.

Keliatan bodohnya, pemimpin jadul ketinggalan jaman. Dunia sudah berubah masih mikir kekuatan akar rumput dan mesin partai,” ujar akun @SanteajaS.

Ngikut jejak AHY dengan billboard segede gaban,” imbuh akun @Kapalolu.

Colong start Pilpres, publik balas sindiran Puan ke Ganjar soal baliho

Soal Puan sindir Ganjar

Sebagaimana diketahui, Ketua DPP PDIP Puan Maharani sempat menyindiri Ganjar Pranowo sosok pemimpin yang ideal, yakni yang harus turun ke lapangan bukan sibuk dengan sosial medianya.

Hal ini disampaikannya saat memberikan pengarahan kepada kader PDIP di Jateng untuk penguatan soliditas partai menuju Pemilu 2024 pada Sabtu 22 Mei 2021. Adapun dalam acara tersebut, Ganjar Pranowo tidak diundang.

Acara tersebut berlangsung tertutup. Namun, pernyataan Puan didapat dari sebuah video yang beredar.

“Pemimpin menurut saya, itu adalah pemimpin yang memang ada di lapangan dan bukan di sosmed,” kata Puan seperti dilansir dari Antara.

Elektabilitas tinggi tapi ditendang PDIP, karier Ganjar hancur?

Di tengah elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang kian melesat dan digadang-gadang bakal jadi Calon Presiden 2024, partai yang menaunginya yakni PDIP justru disebut bakal menendangnya dari bursa Pilpres mendatang. Oleh sebab itu, karier politik Ganjar diprediksi bakal hancur dan usai pada tahun 2022 saja.

Pernyataan tersebut diungkapkan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Agus Riewanto. Dia memprediksi, walaupun elektabilitas Ganjar Pranowo sebagai capres memang tinggi, namun kemungkinan PDIP tidak akan memilihnya.

Agus menilai partai yang dibesut oleh Megawati Soekarnoputri ini sudah punya calon pilihannya untuk Pilpres 2024 yang lebih potensial, yakni Puan Maharani.

Dengan demikian, kata Agus, karier politik Ganjar secara nasional bakal rampung. Terlebih Ganjar sudah tak memiliki tiket kesempatan untuk kembali mencalonkan diri sebagai Gubernur.

“Besar kemungkinan karier politik Ganjar Pranowo secara nasional berakhir, hanya sampai 2022 saja. Apalagi Ganjar sudah tidak bisa maju lagi sebagai gubernur, jadi ini yang terakhir,” ujar Agus, mengutip Suara (Jaringan Hops).

Ganjar Pranowo. Foto: Google Images
Ganjar Pranowo. Foto: Google Images

Agus juga melihat ada beberapa pertimbangan dan alasan di balik langkah politik Puan Maharani yang bisa dengan mulus diajukan sebagai Capres untuk 2024 nanti, bahkan namanya digadang-gadang sebagai Presiden setelah Joko Widodo (Jokowi).

Agus menjelaskan faktor tersebut antara lain, Puan yang merupakan putri dari orang nomor satu di PDI Perjuangan Megawati Sukarnoputri.

Belum lagi, posisinya saat ini sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sejauh ini kegiatan-kegiatan beliau seperti sosial cukup tinggi.

“Kader PDI Perjuangan yang potensial ya Mbak Puan itu sendiri. Cukup kuat juga untuk maju di pilpres nanti,” katanya.

Kendati begitu, terkait tidak diundangnya Ganjar Pranowo dalam pembekalan kader di Panti Marhen Kota Semarang, menurut Agus tidak etis.

Mengingat acara pengarahannya berlangsung di Kota Semarang yang notabene Ganjar Pranowo merupakan Gubernur Jawa Tengah dari PDI Perjuangan.

“Saya rasa itu tidak etis. Acaranya kan di Semarang harusnya diundang, apalagi Ganjar Pranowo adalah kader PDI Perjuangan,” imbuhnya.

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close