Trending

Heboh! Puluhan tahun mengabdi, sejumlah purnawirawan diduga malah diusir paksa Brimob

Kisah miris dialami oleh sejumlah purnawirawan Polri yang mengalami nasib tak mengenakan lantaran diduga diusir hingga diintimidasi oleh Korps Brigade Mobil (Brimob) dari rumahnya.

Peristiwa tersebut dibagikan oleh seorang warganet pengguna jejaring media sosial Facebook melalui sebuah status yang diunggah.

Muslima Fest

Terlihat dalam keterangan tertulis yang dibuat, si pemilik akun Eni Rusmini mengungkapkan bahwa sejumlah purnawirawan Polri yang tinggal di sekitar asrama Brimob belakangan hidup dalam kondisi ekonomi yang cukup sulit.

Kisah miris dialami oleh sejumlah purnawirawan Polri yang mengalami nasib tak mengenakan lantaran diduga diusir hingga diintimadasi oleh Korps Brigade Mobil (Brimob) dari rumahnya. Foto: Antara
Kisah miris dialami oleh sejumlah purnawirawan Polri yang mengalami nasib tak mengenakan lantaran diduga diusir hingga diintimadasi oleh Korps Brigade Mobil (Brimob) dari rumahnya. Foto: Antara

Eni juga menjelaskan, di tengah masa sulitnya kini para purnwirawan dan keluarganya terancam tidak memiliki tempat tinggal lantaran dipaksa keluar oleh Brimob Den C. Pihaknya menyebut peristiwa pengusiran itu terjadi di Kesatrian Polri, Kota Tangerang Selatan.

Dia pun menyayangkan pemindahan secara paksa itu dilakukan tanpa adanya kompensasi apa pun kepada purnawirawan yang bersangkutan.

Miris sekali, padahal mereka tinggal di Kesatrian Polisi bukan di asrama Brimobnya, mereka juga sampai ngutang di BRI bertahun-tahun demi bisa tinggal di Kesatrian Polri,” tulis Eni, dikutip Hops.id pada Jumat, 8 Oktober 2021.

Sekarang Purnawirawan dan Warakawuri yang penting di Kesatrian Polri yang dipaksakan oleh Brimob Den C, Brimob ingin menguasai mereka tanpa sepersen pun kompensasi. Minimal mereka bisa memindahtangankan kepada anggota Polisi yang masih dinas tanpa ada campur tangan dan dari Brimob. Ini tidak, mereka di paksa keluar tanpa peri kemanusiaan. Dimana mereka akan tinggal pak Brimob?,” sambungnya.

Meminta agar Presiden Jokowi dan Kapolri memperhatikan nasib para purnawirawan

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto Antara/HO-Divisi Humas Polri

Padahal, kata Eni, Brimob dan para purnawirawan tersebut sejatinya masih satu keluarga dalam institusi Polri. Namun sayangnya arogansi justru ditunjukkan oleh para anggota Brimob yang masih berdinas kepada para seniornya yang sudah purna tugas.

Pada saat pandemi dan ekonomi yg tidak stabil kalian bisa bertindak arogan terhadap keluarga satu institusi kalian, bisa betapa arogannya terhadap masyarakat umum,” ungkap Eni.

Lebih lanjut Eni berharap agar Presiden Jokowi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, serta pihak-pihak terkait memperhatikan nasib para Purnawirawan dan Warakuwuri. Terlebih, sebelum batas waktu yang ditentukan, yakni 20 Oktober 2021, mereka dipaksa harus meninggalkan tempat tinggalnya.

Semoga Bpk Presiden Jokowi dan intitusi terkait, Bpk Kapolri, Bpk Kapolda dan jajarannya bisa memperhatikan nasib para Purnawirawan dan Warakawuri di Kesatrian POLRI ciputat… Karena tgl 20 Oktober 2021 ini mereka akan membuat keluar dr rumah mereke #Bpk Presiden Jokowi #BpkKapolri,” imbuhnya.

Puluhan tahun mengabdi, sejumlah purnawirawan diduga malah diusir paksa Brimob. Foto: Tangkapan Layar Facebook
Puluhan tahun mengabdi, sejumlah purnawirawan diduga malah diusir paksa Brimob. Foto: Tangkapan Layar Facebook
Puluhan tahun mengabdi, sejumlah purnawirawan diduga malah diusir paksa Brimob. Foto: Facebook
Puluhan tahun mengabdi, sejumlah purnawirawan diduga malah diusir paksa Brimob. Foto: Facebook
Topik

2 Komentar

  1. Bangsa yg besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawan.
    Termasuk para purnawiran dan warakawuri yang telah mengemban tugas menjadi ABDI NEGARA harus kita hargai
    Bravo POLRI.

  2. sangat memprihatinkan keluarga Purnawiran purnawirawan itu, sangat sangat menyayat hati mendengar kejadian seperti ini .

    semoga saja pejabat tinggi institusi yang terkait khusus nya ” POLRI “, menindak dan menengahi persoalan ini, agar tidak ada kejadian seperti ini lagi .

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close