Trending

Putus asa mudik dicegat polisi, perantau: Bahaya, tapi saya makan apa?

Pandemi COVID-19 makin meluas di Indonesia. Buat mencegah penyebaran lebih lanjut, sejumlah langkah tegas diberlakukan. Salah satunya, imbauan dilarang mudik. Apalagi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi sudah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang membuat mobilitas warga terbatas. Di beberapa tempat, pengguna kendaraan pribadi dicegat polisi untuk memastikan peraturan terkait PSBB dijalankan oleh warga.

PSBB membuat sebagian besar aktivitas harian warga terhenti, termasuk untuk mencari nafkah di Ibu Kota. Kesulitan ekonomi juga membuat sejumlah warga memilih curi start, mudik lebih awal. Meski pemerintah dan tokoh agama sudah mengimbau untuk tidak mudik agar penyebaran COVID-19 tidak makin meluas.

Ilustrasi mudik dicegat polisi
Ilustrasi mudik dicegat polisi. Foto: Instagram @depokupdates

Kalau gak mudik, makan apa?

Soal mudik lalu membuat perantau merasa dilematis. Seperti yang dialami oleh seorang pria yang saat dalam perjalanan mudik dicegat polisi. Video pertama kali diunggah oleh akun Instagram @infocegatansolo. Tidak dijelaskan rincin, di mana kejadian itu berlangsung.

Baca juga: Nyinyirin Ganjar soal makam petugas medis, Dokter Berlian minta ampun: Mohon jangan diserang

Dalam video terlihat seorang pria mengenakan Pakaian Dinas Harian (PDH) dikelilingi oleh sejumlah polisi. Sepertinya para polisi mengingatkan dia supaya tidak mudik, mengingat dia membawa risiko kesehatan untuk keluarga dan orang-orang di kampung halaman.

Si pria terlihat berbicara dengan emosi. Dia berteriak kepada para petugas tentang keputusan mudiknya. “Saya sebenarnya tetap di sana (di rantau), tidak mau pulang. saya sebenarnya tahu saya membahayakan keluarga di sana (di kampung).”

Dia melanjutkan dengan putus asa, tapi kalau enggak mudik, dia tidak bisa makan. “Tapi kalau saya di sana, saya makan apa? ada tidak yang menyediakan makan saya di sana?” katanya. Si perantau kembali menegaskan, dia juga sadar kalau dirinya membahayakan orang-orang di kampungnya kalau dia pulang. Tapi, dia tidak punya pilihan karena tidak bisa mencari nafkah di rantau.

Video itu mendapat banyak respons dari netizen. Kebanyakan dari mereka memahami perasaan di pria karena mereka juga merantau dan merasakan susahnya mencari nafkah saat pandemi COVID-19. Mereka berharap pemerintah memberikan bantuan di masa sulit seperti sekarang.

Bantuan sosial dari Pemerintah

DKI Jakarta menjadi daerah pertama yang memberlakukan PSBB. Pemprov menjanjikan bantuan sosial (bansos) bagi warga menengah bawah yang terdampak. Melalui laman Instagram resmi Pemprov DKI, dijelaskan soal mekanisme bansos.

Melalui Dinas Sosial DKI Jakarta, bansos mulai dibagikan pada Kamis, 9 April 2020. Bantuan yang diberikan setiap minggu berupa paket komoditas bahan pangan pokok (beras, daging ikan kemasan, minyak goreng, biskuit), masker kain, dan sabun. Dipastikan enggak ada bantuan dalam bentuk uang tunai.

Untuk menghindari warga berkerumun, bantuan langsung diberikan ke rumah warga. Program tersebut berlangsung dua pekan selama masa PSBB. Distribusi bansos dilakukan dalam dua tahap dengan target 1,2 juta Kepala Keluarga (KK) masyarakat kurang mampu dan rentan yang terdampak COVID-19.

Topik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close