Trending

Waduh! Putusan Habib Rizieq ternyata plagiat skripsi, nasib HRS jadinya…

Tim hukum Habib Rizieq menemukan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur terhadap Habib Rizieq dalam kasus RS Ummi, ternyata plagiat skripsi mahasiswa. Tim HRS Center menemukan plagiat skripsi pada putusan itu muncul dalam bagian pertimbangan hukum majelis hakim.

Untuk itu tim HRS tak akan tinggal diam dengan temuan plagiat ini. Atas temuan itu, tim hukum Habib Rizie meyakini ini makin menambah bukti putusan majelis hakim ini mengandung unsur politis, bukan murni urusan hukum saja.

Putusan Habib Rizieq ketahuan plagiat skripsi mahasiswa

Direktur HRS Center Abdul Chair Ramadhan mengungkapkan timnya menemukan dalam putusan Habib Rizieq ada plagiat. Jadi putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur tersebut cacat materinya.

Sidang HRS. Foto: Ist.
Sidang HRS. Foto: Ist.

Unsur plagiat dalam putusan atas perkara nomor 225/Pid.Sus/2021/PN.Jkt.Tim, ketahuan pada bagian pertimbangan hukum majelish hakim. Dalam uraian itu penjelasan ajaran atau doktrin ‘kesengajaan dengan kemungkinan’

“Yang ternyata berasal dari internet, setidaknya dari dua sumber yakni (situs) hukumonline dan skripsi mahasiswa fakultas hukum yang tidak ada menyebutkan sumber referensinya,” dikutip dari siaran pers HRS Centre yang diterima Hops.id, Selasa 7 September 2021.

Ironisnya akata Abdul Chair, unsur plagiat itu dijadikan dalil pertimbangan pemenuhan unsur’dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat’.

Atas temuan plagiat itu, HRC Centre nggak akan tinggal diam. Mereka akan mengadukan ini kepada Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, Komisi III DPR.

Temuan tindakan plagiat, dijadikan dalih tim hukum Habib Rizieq, untuk meminta majelis hakim kasasi membatalkan pemidanaan Habib Rizieq, dokter Andi Tata dan Hanif Alatas, yang diketuk oleh PN Jakarta Timur.

Pernyataan lengkap HRS Center

Pertama, bahwa hasil penelitian menunjukkan adanya keterhubungan yang sistematis antara tindakan plagiat dengan rekayasa pemenuhan unsur ‘dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat’. Doktrin opzet met waarschijnlikkheidsbewustazijn dan dolus eventualis yang diadilkan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur tidak sesuai dengan maksud penggunaannya. 

Beredar foto kondisi di dalam sel tahanan Habib Rizieq. Foto: Twitter
Beredar foto kondisi di dalam sel tahanan Habib Rizieq. Foto: Twitter

Plagiarisme tersebut juga berhubungan rengan pemenuhan unsur ‘mereka yang melakukan’, ‘yang menyuruh melakukan’, dan ‘turut serta’. Dalam penyertaan sebagai ‘perluasan pertanggungjawaban pidana’ mengisyaratkan harus adanya ‘pemufakatan jahat’ dan oleh karena itu kesengajaan yang terjadi bukan bercorak ‘dengan kemungkinan’, melainkan bercorak ‘dengan maksud’.

Dalam persidangan tidak dijumpai fakta terjadinya pemufakatan jahat dalam pernyataan/pemberitahuan tentang kondisi kesehatan Habib Rizieq Syihab.

Di sisi lain, Judex Factie tidak menggunakan keterangan ahli hukum pidana yang dihadirkan di persidangan yang menjelaskan tentang kesengajaan dan dalam kaitannya dengan penyertaan. Padahal keterangan ahli merupakan salah satu alat bukti yang sah sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 184 ayat 1 UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang KUHP.

Kedua, bahwa pemenuhan unsur dalam perkara a quo cenderung sangat dipaksakan. Hal tersebut semakin menunjukkan perkara tidaklah murni perkara hukum, namun cenderung mengandung kepentingan politis. Oleh karenanya, proses hukum terhadap Habib Rizieq Syihab dkk dipahami oleh masyarakat sebagai bagian dari kriminalisasi yang demikian terstruktur dan sistematis.

Ketiga, bahwa kami mendesak pihak-pihak terkait seperti Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan DPR RI Komisi III untuk menindaklanjuti temuan plagiat dalam putusan pengadilan a quo sesuai dengan kewenangannya.

Keempat, bahwa dengan adanya tindakan plagiat tersebut maka menjadi salah satu dalil bagi majelis hakim kasasi pada Mahkamah Agung untuk membatalkan pemidanaan Pengadilan Negeri Jakarta Timur terhadap para terdakwa (In Casu Habib Rizieq Syihab, dr Andi Tatat, dan Hanif Al-Atas).

Topik

Apa Komentarmu ?

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close